
PURBALINGGA, EDUKATOR–Sebanyak 30 guru SMP Negeri 2 Kutasari, Purbalingga, mengikuti kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) “Kawan Belajar” dengan fokus meningkatkan kemampuan memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran interaktif, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan setelah KBM tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
Kepala SMP Negeri 2 Kutasari yang baru, Titik Widjati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi semangat para guru yang terus meningkatkan kompetensi. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi.
Guru Langsung Mencoba Penggunaan IFP
Kegiatan Kombel “Kawan Belajar” memperkuat kompetensi guru agar IFP yang diterima sekolah melalui bantuan IFP Merah Putih benar-benar dimanfaatkan dalam pembelajaran di kelas.
Pemateri, Andi Yulianto, S.Kom., yang juga guru SMP Negeri 2 Kutasari, menyampaikan materi secara interaktif. Guru tidak hanya mendapat penjelasan, tetapi juga diberi kesempatan mencoba dan bertanya ketika mengalami kesulitan.
“Kalau ada yang belum paham, langsung ditanyakan. Tidak perlu menunggu sampai sesi khusus tanya jawab,” ujarnya.
IFP merupakan perangkat digital yang memadukan fungsi monitor, komputer, papan tulis digital, dan proyektor. Teknologi layar sentuh tersebut memungkinkan guru menampilkan materi, menulis, menggambar, serta menggunakan gambar, video, animasi, dan simulasi dalam pembelajaran.
Selain membuat pembelajaran lebih interaktif, IFP juga membantu guru bekerja lebih efisien. Materi dapat disimpan dan ditampilkan kembali dengan mudah. Hasil tulisan atau catatan di papan juga dapat dibagikan melalui berbagai media digital, termasuk menggunakan kode QR.
Kemampuan Guru Akan Dipraktikkan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Patmiarsih W., S.Pd., mengatakan kegiatan akan dilanjutkan dengan praktik langsung.
“Rencananya akan dilakukan praktik langsung. Jadi, bukan hanya memahami cara menggunakan IFP, tetapi guru benar-benar mencoba memanfaatkannya dalam pembelajaran,” ujarnya.
Praktik tersebut diharapkan membuat guru mulai menggunakan IFP saat observasi pembelajaran semester ganjil. Dengan demikian, teknologi tidak sekadar menjadi fasilitas sekolah, tetapi benar-benar menjadi alat bantu untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, efisien, dan bermakna bagi murid. (Ahmad Fauzi/Prs)