
BANYUMAS, EDUKATOR–Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (FPIK Unsoed) mendorong produktivitas Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Barokah Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Hal itu dilakukan melalui penerapan sistem aquaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman.
Teknologi berbasis bio-green circular economy itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi kelompok pembudidaya.
Program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Implementasi Sistem Integrasi Tanaman-Ikan (Aquaponic) Berbasis Bio-Green Circular Economy untuk Mendukung Produktivitas Pokdakan Barokah” itu dilaksanakan di RT 02/RW 05, Dusun II Prompong, Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut diketuai I Gede Suweda Anggana Putera, S.Pi., M.Sc., dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) FPIK Unsoed. Tim juga melibatkan Dr. Lilik Kartika Sari, S.Pi., M.Si., Naufal Attaqi, S.Pd., M.Sc., dan Yohanes Harvinda, S.Pi., M.Sc.
Dari Kualitas Air hingga Praktik Aquaponik
Kegiatan diawali dengan materi mengenai kualitas perairan kolam dan kaitannya dengan penerapan sistem aquaponik. Materi tersebut disampaikan Hery Irawan, S.Pi., M.Pi.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan kualitas air dalam menjaga keberhasilan integrasi budidaya ikan dan tanaman. Dalam sistem aquaponik, air dari kolam ikan dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman sehingga pengelolaan air menjadi bagian penting dari keseluruhan sistem.
Setelah mendapatkan materi, anggota Pokdakan Barokah mengikuti praktik pembuatan sistem aquaponik yang mengintegrasikan ikan nila dan tanaman selada.
Praktik tersebut dipandu Agus Purnama, praktisi aquaponik dari Kabupaten Purbalingga. Peserta belajar secara langsung mulai dari penyusunan media, pengintegrasian wadah ikan dan tanaman, hingga memahami prinsip kerja sistem yang dapat dikembangkan secara mandiri.
“Peserta belajar langsung membuat sistem aquaponik terpadu,” kata Agus.
Limbah Nutrien Dimanfaatkan untuk Tanaman
Penerapan aquaponik dalam program tersebut menggunakan pendekatan bio-green circular economy. Konsep ini mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem sehingga sumber daya dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.
Nutrien yang berasal dari aktivitas budidaya ikan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, sumber daya produksi dapat digunakan lebih optimal sekaligus membantu mengurangi limbah dari kegiatan budidaya.
Sistem tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi Pokdakan Barokah. Selain menghasilkan ikan, kelompok dapat memperoleh komoditas tambahan berupa tanaman selada yang memiliki nilai ekonomi.
Penerapan aquaponik juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan input produksi, mendukung prinsip zero waste, serta mendorong praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat Diperkuat
Pelaksanaan program mendapat dukungan Ketua Pokdakan Barokah Abu Khamid, Penyuluh Perikanan Kecamatan Baturraden Ina, serta Pemerintah Desa Kutasari. Sambutan kepala desa pada kegiatan tersebut diwakili kepala dusun setempat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, kelompok pembudidaya ikan, penyuluh, dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan teknologi yang diperkenalkan kepada masyarakat.
Sejumlah mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK Unsoed turut terlibat. Mereka adalah Dawam Luthfiyan Fathur Rohman, Muhammad Rizqy Ramadhani Hidayatulloh, Ainun Navizah, Winie Septian Eka Putri, dan Rieva Arviona.
“Kolaborasi ini penting untuk menjaga keberlanjutan program,” ujar I Gede.
Melalui penerapan sistem aquaponik tersebut, FPIK Unsoed berharap Pokdakan Barokah mampu mengembangkan usaha budidaya yang lebih produktif, efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat. Inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal secara lebih optimal. (Prasetiyo)