UKDW dan UNDHIRA Gelar Summer Camp Visual Ethnography 2026

Bagikan :

*Pembelajaran Lintas Budaya Bersama Kansai University Jepang

Peserta Summer Camp Visual Ethnography 2026 mengunjungi Candi Borobudur. (Fot: Humas UKDW Yogyaarta/EDUKATOR). 

YOGYAKARTA, EDUKATOR — Sebanyak 16 mahasiswa Indonesia dan Jepang mengikuti Summer Camp Visual Ethnography 2026 untuk mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat Pulau Bali dan Yogyakarta secara langsung. Program internasional yang digelar Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bersama Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) Bali,  dan Kansai University, Jepang, berlangsung pada 31 Juli hingga 4 September 2026.

Kepala Biro Kerja Sama dan Relasi Publik UKDW, Pdt. Jeniffer Fresy Porielly Wowor, M.A., Ph.D., mengatakan pengalaman lintas budaya penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. “Peserta dapat mengembangkan kompetensi komunikasi lintas budaya,” ujar Jeniffer Fresy Porielly Wowor di Yogyakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurut Jeniffer, peserta juga diharapkan mampu bekerja secara kolaboratif dalam tim internasional. Pengalaman selama program menjadi sarana untuk memperkuat kecerdasan sosial dan budaya mahasiswa.

Belajar Budaya Melalui Foto dan Video
Program tersebut memadukan pembelajaran daring, pengalaman lapangan, dan proyek kolaboratif lintas budaya di Bali serta Yogyakarta. Peserta tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mengamati kehidupan masyarakat, budaya, dan lingkungan secara langsung.

Sebanyak 16 peserta diperkenalkan pada visual ethnography sebagai pendekatan untuk memahami kehidupan masyarakat melalui observasi dan dokumentasi visual. Mereka juga mengembangkan kemampuan visual storytelling melalui foto dan video.

Program dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi lingkungan global dan digital. Selain kemampuan akademik, peserta dilatih berkomunikasi, bekerja dalam tim multikultural, serta mengembangkan kecerdasan sosial dan budaya.

Menyelami Budaya Bali
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam empat fase. Program diawali Opening & Online Course pada 31 Juli–7 Agustus 2026.

Selanjutnya, peserta mengikuti Onsite Session in Bali pada 10–15 Agustus 2026 dengan UNDHIRA sebagai tuan rumah. Peserta mengeksplorasi budaya dan kehidupan masyarakat di Jatiluwih, Buahan, Ubud, Tenganan, Karangasem, dan Penarungan.

Kegiatan tersebut mencakup pembelajaran mengenai agrowisata, budaya Bali, ekowisata, wellness, tradisi Melukat, serta interaksi langsung dengan masyarakat.

Selama kegiatan luring di Bali dan Yogyakarta, peserta didampingi Putu Chris Susanto, MBA., M.Ed., dosen pembimbing dari UNDHIRA, serta Vania Sharleen Setyono, M.Si.TEOL, dosen pembimbing dari UKDW.

Mengenal Budaya Jawa
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Bali, peserta mengikuti sesi luring di Yogyakarta pada 17–22 Agustus 2026. Dalam sesi tersebut, UKDW bertindak sebagai tuan rumah.

Peserta diperkenalkan pada budaya Jawa, kehidupan komunitas, ekowisata berbasis masyarakat, praktik konservasi alam, dan pertanian.

Mereka juga mengikuti upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di kampus UKDW. Selain itu, peserta mengikuti workshop untuk mengolah hasil pengamatan lapangan menjadi karya visual berupa foto dan video.

Sejumlah lokasi menjadi ruang belajar peserta, antara lain Keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo, Kampung Batik Giriloyo, Candi Borobudur, dan Sanggar Tari Lemah Urip.

Peserta juga melakukan observasi di Kampung Wisata Purbayan, komunitas pelestarian penyu dan lingkungan di Pantai Samas, Bantul, serta Agradaya Spices of Indonesia.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang belajar langsung untuk memahami budaya, masyarakat, lingkungan, dan kearifan lokal.

Bangun Pertemanan Lintas Negara
Mahasiswa Kansai University, Yamakawa Ayase, mengatakan program tersebut memberinya kesempatan berinteraksi dengan mahasiswa internasional. Ia juga dapat membangun pertemanan baru dengan mahasiswa Indonesia.

“Saya sangat senang mendapat teman baru Indonesia,” ungkap Ayase.

Menurut Ayase, pengalaman tersebut menjadi salah satu pengalaman yang tidak akan dilupakannya.

Dosen pembimbing Kansai University, Profesor Kiminori Fukuda, menilai Summer Camp menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mengenal budaya, kehidupan, dan lingkungan Indonesia.

Ia juga menilai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi bekal penting untuk membangun jejaring dan memperoleh informasi dalam lingkungan internasional.

“Ini bukan akhir, tetapi awal mengeksplorasi dunia,” ujar Fukuda.

Hasil Pengamatan Jadi Karya Visual
Setelah kegiatan lapangan, peserta memasuki fase Online Collaboration, Final Presentation, and Closing Ceremony pada 24 Agustus–4 September 2026.

Peserta bekerja dalam kelompok bersama para supervisor untuk mengolah hasil observasi menjadi laporan, video rekap, dan proyek visual akhir.

Karya berupa video atau kolase foto dipresentasikan pada 3 September 2026. Proses tersebut mendorong peserta mengintegrasikan hasil pengamatan lapangan dengan pengetahuan akademik.

Kegiatan tersebut sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan kerja kolaboratif dalam lingkungan virtual.

Melalui Summer Camp Visual Ethnography 2026, UKDW dan UNDHIRA menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Jepang dalam pengalaman akademik dan budaya.

Kolaborasi dengan Kansai University memperluas kesempatan mahasiswa membangun jejaring internasional. Program tersebut juga mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan bekerja dalam lingkungan multikultural.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik, pengalaman lapangan, serta keterampilan kolaborasi lintas budaya sebagai bekal menghadapi lingkungan global. (Prasetiyo)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-09-03 at 10.08
Marching Band MTs Negeri Banyumas Siap Ramaikan ETK Kwarda Jateng
tacb
Banjarnegara Segera Ajukan Dua Cagar Budaya Nasional
FULAD6
Pintu Belakang Istana
WhatsApp Image 2026-09-02 at 15.38
Mahasiswa Teknik Sipil Unsoed Juara 4 Asian Bridge Competition 2026 di Jepang
Gemini_Generated_Image_xduroxduroxdurox
Guru PPPK Bisa Ikut Seleksi CPNS Mulai 2027