
Pembukaan lomba MAPSI di Koorwilcam Bobotsari, Purbalingga ditandai penyematan tanda peserta kepada salah satu perwakilan peserta.
PURBALINGGA, EDUKATOR–Sebanyak 347 murid dari 22 SD se-Kecamatan Bobotsari memeriahkan Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) SD ke-27 Tahun 2026 tingkat Korwilcam Dindikbud Bobotsari, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan berlangsung di SD Negeri 2 Bobotsari dan TK Negeri Pembina Bobotsari, mempertandingkan 13 cabang lomba.
Lomba MAPSI ini mengusung tema “Ajang MAPSI sebagai Wahana Menciptakan SDM Unggul dan Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045 yang Beradab dan Berkeadilan”.
Korwilcam Dindikbud Bobotsari, Mutohar, S.Pd., mengatakan MAPSI memiliki peran penting dalam membentuk karakter murid, terutama melalui penguatan pendidikan keagamaan.
“MAPSI penting untuk mengembangkan karakter murid,” ujar Mutohar.
Lomba MAPSI tersebut diselenggarakan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Bobotsari.
13 Cabang
Sebanyak 13 cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut. Terdiri lomba Mata Pelajaran PAI dan BTQ, praktik wudu dan salat, keterampilan azan dan iqamah, seni tilawatil-Qur’an, seni hifzil Qur’an, dan seni khat Al-Qur’an.
Kemudian seni kaligrafi, seni khitabah, seni macapat Islami, keterampilan Teknologi Informatika Islami (TIKI), seni cerita Islami, seni menyanyi duet lagu religi berpasangan, serta seni musik rebana.
Para peserta berkompetisi memperebutkan Juara 1, 2, dan 3 serta Juara Harapan 1, 2, dan 3 pada setiap cabang lomba.
Menurut Mutohar, penguatan spiritual murid tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Pendidikan keagamaan juga perlu diperkuat melalui peran keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Penguatan spiritual perlu dilakukan bersama-sama,” katanya.
Ia berharap keikutsertaan dalam MAPSI dapat meningkatkan kompetensi murid dalam bidang keagamaan sekaligus membentuk karakter positif.
Juri Diminta Menjaga Integritas
Mutohar juga mengingatkan para juri untuk menjalankan tugas secara jujur dan berintegritas. Penilaian yang objektif diperlukan agar peserta yang meraih juara benar-benar memiliki kemampuan untuk melanjutkan prestasi ke tingkat berikutnya.
“Juri harus jujur dan menjaga integritas lomba,” tegasnya.
Sementara itu Pengawas PAI SD wilayah Bobotsari, Mabrur, S.Pd.I., M.Pd berharap seluruh rangkaian perlombaan berlangsung lancar dan nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam setiap cabang lomba tidak berhenti pada kompetisi.
Mabrur mendorong peserta menerapkan nilai-nilai yang diperoleh melalui MAPSI dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat. (Prasetiyo)