52 Tim Peneliti SMP se-Purbalingga Pamerkan Inovasi Penelitian

Bagikan :

*LPIR 2026 Didukung Genza Education, Angkat Isu Remaja hingga Inovasi Teknologi

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I. ketika meninjau salah satu stand.

PURBALINGGA, EDUKATOR –Sebanyak 52 tim pelajar SMP/MTs Kabupaten Purbalingga memamerkan hasil penelitian dan inovasi dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) 2026, Rabu (21/10/2026). Didukung Genza Education Purbalingga, kompetisi ini menampilkan beragam karya, mulai dari penelitian fenomena sosial remaja dan pemanfaatan limbah rumah tangga hingga pertanian cerdas serta alat pendeteksi kebasian makanan.

Suasana pamran inovasi penelitian olehpara pelajar SMP se -Purbalingga.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I., mengapresiasi para murid dan guru pembimbing yang telah menyelesaikan proses penelitian. Ia berharap hasil penelitian dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kompetisi yang berlangsung di Dindikbud Kabupaten Purbalingga ini diikuti 104 murid. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mempresentasikan hasil penelitian, mempertanggungjawabkan temuan, dan mengomunikasikan gagasan ilmiah kepada juri serta pengunjung.

Di Stand SMPN 3 Kutasari

Tiga Cabang Lomba Tampilkan Beragam Gagasan
Sebanyak 52 tim peserta terbagi dalam tiga cabang, yakni Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan 24 tim, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan 18 tim, dan Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT) dengan delapan tim.

LPIR 2026 diselenggarakan melalui kerja sama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP, MGMP IPS SMP, dan Dindikbud Kabupaten Purbalingga.

Penilaian Meliputi Laporan hingga Pameran
Ketua Panitia LPIR 2026, Moh. Aris Khaerudin, menjelaskan bahwa penilaian mencakup empat komponen utama, yaitu naskah laporan penelitian, presentasi, wawancara, dan pameran hasil penelitian.

Melalui empat komponen tersebut, peserta dituntut tidak hanya menghasilkan karya yang menarik, tetapi juga memahami proses penelitian, menjelaskan temuan, serta mempertanggungjawabkan hasilnya secara ilmiah.

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Setiap tim menampilkan hasil penelitian melalui stan pameran atau booth yang dilengkapi media visual, produk, dan penjelasan mengenai gagasan yang dikembangkan.

Pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan para peneliti muda untuk mengetahui proses, tujuan, dan manfaat karya yang dipamerkan.

Kegiatan ini juga dikunjungi murid SMAN 1 Purbalingga, SMKN 1 Purbalingga, SMP Istiqomah Sambas Purbalingga, SMP Negeri 3 Purbalingga, serta sejumlah sekolah lainnya. Mereka tampak antusias mengunjungi stan, mengajukan pertanyaan, dan menggali informasi tentang berbagai penelitian.

Interaksi tersebut menjadikan LPIR sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antarpelajar, bukan sekadar ajang perlombaan.

Isu Remaja hingga Teknologi Jadi Objek Penelitian
Pada cabang IPS, sejumlah tim mengangkat fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan remaja. Topiknya antara lain Fear of Missing Out (FOMO), budaya nongkrong, keinginan melanjutkan pendidikan, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Pada cabang IPA, peserta menampilkan penelitian tentang pemanfaatan limbah rumah tangga, program Makan Bergizi Gratis, serta pengelolaan tanaman. Topik-topik itu memperlihatkan upaya murid menghubungkan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar.

Sementara itu, cabang IPT menghadirkan karya berbasis rekayasa dan teknologi. Beberapa inovasi yang ditampilkan meliputi rancang bangun pertanian cerdas, alat pendeteksi kebasian makanan, serta pembuatan dodol tape dari biji durian.

Keragaman karya tersebut menunjukkan bahwa murid SMP/MTs mampu mengembangkan gagasan melalui berbagai pendekatan, mulai dari kajian sosial dan alam hingga pembuatan produk dan alat yang berpotensi memberikan manfaat praktis.

Melalui ketiga cabang lomba tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan komunikasi ilmiah.

Hari Kedua Dilanjutkan dengan Pengumuman Juara
LPIR Tingkat SMP/MTs Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 dijadwalkan berlanjut pada Kamis (22/10/2026). Agenda hari kedua meliputi kelanjutan penilaian dan upacara penganugerahan juara.

Para peserta diharapkan mampu menunjukkan keunggulan penelitian serta menjelaskan proses dan temuan yang dihasilkan di hadapan tim penilai.

Dengan keterlibatan 52 tim dan beragam penelitian yang dipamerkan, LPIR 2026 menjadi ajang bagi murid untuk mengasah kreativitas, berpikir kritis, dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar. (Iko/Prs)

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-21 at 16.31
BNNP Jateng Ajak Warga Salatiga Tak Takut Rehabilitasi
WhatsApp Image 2026-10-21 at 19.52
RSUD Goeteng Raih Akreditasi Utama Periode 2026–2030
WhatsApp Image 2026-10-21 at 22.16
Belajar di Alam, Murid SMPN 3 Satap Rembang Asah Keterampilan Berbahasa
WhatsApp Image 2026-10-21 at 22.48
52 Tim Peneliti SMP se-Purbalingga Pamerkan Inovasi Penelitian
WhatsApp Image 2026-10-21 at 19.01
SDN 2 Purbalingga Lor Borong Tiga Gelar Juara Basket