*Buka Tiga Prodi Baru
Rektor Unperba, Dr. Eming Sudiana, M.Si., saat mewisuda salah satu wisudawan.
PURBALINGGA, EDUKATOR –Universitas Perwira Purbalingga (Unperba) mewisuda 70 sarjana dalam wisuda keempat di Erhanesia Convention Center Purbalingga, Rabu (21/10/2026). Sebanyak 11 wisudawan tercatat berprestasi di bidang akademik dan nonakademik. Pada kesempatan tersebut, Unperba juga mengumumkan izin pembukaan tiga program studi baru, yakni Teknik Komputer, Teknik Industri, dan Hukum Bisnis, untuk memperluas akses pendidikan tinggi.
Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Unperba, Bambang Soesatyo, menegaskan, perguruan tinggi harus mencetak lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan. Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan wisuda secara daring dari Jakarta.
“Kampus harus melahirkan sarjana pencipta peluang kerja,” tegas Bamsoet.
Sebelas Wisudawan Torehkan Prestasi
Rektor Unperba, Dr. Eming Sudiana, M.Si., mengatakan para wisudawan merupakan mahasiswa angkatan ketiga yang mulai menempuh pendidikan pada masa akhir pandemi Covid-19. Mereka berhasil menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana.
Dari 70 lulusan, sebanyak 11 orang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik, baik secara individu maupun berkelompok. Eming mengingatkan bahwa gelar sarjana tidak hanya menjadi pengakuan atas kompetensi, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan, lulusan terdiri atas 26 mahasiswa Manajemen, tujuh mahasiswa Akuntansi, delapan mahasiswa Agribisnis, delapan mahasiswa Teknik Mesin, dan 20 mahasiswa Informatika.
Unperba Memiliki Dua Fakultas dan Lima Prodi
Unperba memiliki dua fakultas dengan lima program studi sarjana (S-1), yaitu Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Sains dan Teknik.
Fakultas Ekonomika dan Bisnis menaungi Program Studi Manajemen dan Akuntansi. Sementara itu, Fakultas Sains dan Teknik menaungi Program Studi Agribisnis, Teknik Mesin, dan Informatika.
Unperba juga mengumumkan telah memperoleh izin pembukaan tiga program studi baru, yakni Teknik Komputer, Teknik Industri, dan Hukum Bisnis. Penambahan tersebut diharapkan memperluas pilihan pendidikan tinggi sekaligus menjawab kebutuhan tenaga profesional di sektor teknologi, industri, dan ekonomi digital.
Sejak mulai menyelenggarakan perkuliahan pada 2019, Unperba telah meluluskan 338 sarjana hingga wisuda keempat ini. Pengembangan program studi baru diharapkan diikuti peningkatan mutu akademik, kesiapan tenaga pengajar, fasilitas pembelajaran, dan dukungan pendanaan.
Bamsoet Dorong Lulusan Kuasai Teknologi
Dalam sambutannya, Bamsoet mengatakan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi telah mengubah kebutuhan tenaga kerja. Pekerjaan administratif dan rutin menghadapi perubahan, sedangkan kemampuan analisis, kreativitas, penguasaan teknologi, dan pemecahan masalah semakin dibutuhkan.
Karena itu, perguruan tinggi perlu memperbarui kurikulum, meningkatkan kompetensi dosen, memperkuat penelitian, serta memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan industri. Langkah tersebut diperlukan agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Keberhasilan kampus diukur dari mutu dan manfaat lulusannya,” ujar Bamsoet.
Ia berharap Unperba mampu melahirkan sarjana yang berintegritas, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Ilmu yang diperoleh selama kuliah diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kemajuan pertanian, produktivitas industri, serta penguatan perekonomian daerah.
Beasiswa Orang Tua Asuh Bantu Mahasiswa
Selain mengembangkan program studi, Unperba berupaya memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui Program Beasiswa Orang Tua Asuh dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Pada tahun akademik 2026/2027, hampir seluruh pendaftar mahasiswa baru disebut mengajukan beasiswa. Untuk membantu kebutuhan tersebut, universitas mengupayakan dukungan 41 orang tua asuh bagi mahasiswa.
Sebanyak 25 mahasiswa memperoleh dukungan dari keluarga besar Dr. H. Bambang Soesatyo, 10 mahasiswa dari John Gondrong melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Teknologi Kode Indonesia, serta enam mahasiswa dari Mr. Jong Hyung Lee melalui CSR PT John Toys Indonesia.
Selain itu, terdapat 44 penerima KIP Kuliah. Sebanyak 29 mahasiswa menerima beasiswa dari LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, empat mahasiswa melalui aspirasi masyarakat anggota DPR RI Fraksi PKS H. Rofik Hananto, delapan mahasiswa melalui aspirasi masyarakat anggota DPR RI Fraksi Gerindra, dan tiga mahasiswa melalui aspirasi masyarakat anggota DPR RI Fraksi PKB.
Bamsoet mengapresiasi dukungan individu, perusahaan, dan berbagai kelompok masyarakat dalam membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi kepentingan bersama yang melampaui perbedaan pilihan politik.
“Jangan sampai keterbatasan biaya memupus masa depan anak muda,” pesannya.
Ia berharap beasiswa dapat menjadi jalan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan layak, membangun usaha, dan memperbaiki taraf hidup keluarga. Pendidikan, menurutnya, harus disertai integritas, kerja keras, serta tanggung jawab untuk mengabdi kepada masyarakat.
Melalui penambahan program studi, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan beasiswa, Unperba diharapkan semakin berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memperoleh pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang, berinovasi, dan berkontribusi bagi pembangunan Purbalingga serta sekitarnya.(Prasetiyo)