
SEMARANG, EDUKATOR–Masyarakat diminta mewaspadai peredaran vape yang berpotensi mengandung zat berbahaya, termasuk etomidate dan synthetic cannabinoid atau kanabinoid sintetis, yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan.
Untuk mengantisipasi ancaman tersebut sekaligus memperkuat pencegahan narkotika dari lingkungan keluarga, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memperkuat peran relawan antinarkotika di Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, sebagai penggerak edukasi dan kepedulian warga menuju target Jawa Tengah Zero Prevalensi Narkotika 2045.
Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Asistensi Relawan Antinarkotika dalam rangka Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Sumber Daya Pembangunan Desa di Hotel Silihwangi, Semarang, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pembentukan Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di Petompon pada 29 September 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Drs. Edi Swasono, M.M., menegaskan bahwa pencegahan narkotika membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, bukan hanya mengandalkan aparat penegak hukum.
“Relawan harus menjadi penggerak pencegahan narkoba di lingkungannya,” tegas Edi.
Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat
Program tersebut melibatkan ketua RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna, Perlindungan Masyarakat (Linmas), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), serta perangkat kelurahan.
Pelibatan berbagai unsur ini diharapkan memperluas jangkauan edukasi sekaligus membangun kepedulian warga terhadap ancaman narkotika. Relawan diharapkan mampu menyampaikan informasi yang benar, memperkuat ketahanan keluarga, menggerakkan kegiatan pencegahan, dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Edi menekankan bahwa relawan harus menjalankan tugas sesuai kewenangannya. Mereka berperan dalam edukasi, membangun kepedulian, mengenali potensi persoalan, dan menghubungkan masyarakat dengan pihak berwenang apabila diperlukan, bukan melakukan penyelidikan atau penindakan.
Pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam pencegahan. Masyarakat perlu memahami bahaya narkotika sekaligus mengetahui akses penanganan yang tepat, termasuk layanan rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.
Pemerintah Wilayah Perkuat Kolaborasi
Camat Gajahmungkur, Drs. Andreas Dwi Agung Nugroho, S.A.P., menilai sinergi pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting bagi keberlanjutan program Kelurahan Bersinar.
“Pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar Andreas.
Menurutnya, setiap unsur masyarakat memiliki peran strategis dalam memperluas edukasi. Kader PKK dapat menyampaikan informasi di lingkungan keluarga, Karang Taruna menjangkau generasi muda, sedangkan tokoh agama dan tokoh masyarakat memperkuat ketahanan sosial.
Sementara itu, ketua RW dan perangkat kelurahan dapat membantu menjaga komunikasi, koordinasi, dan keberlanjutan kegiatan di tingkat lingkungan.
Andreas berharap Kelurahan Bersinar tidak berhenti sebagai program formal, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif. (Prasetiyo)