Tiga Mahasiswa UKDW Raih Penghargaan Nasional IIDSA 2026

Bagikan :

*Angkat Inovasi Kayu Lokal, Limbah Bunga, dan Tas Bernuansa Kebaya Janggan

YOGYAKARTA, EDUKATOR – Tiga mahasiswa Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta meraih penghargaan Karya Terpuji Indonesia (IIDSA Meritorious Award) dalam ajang Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-7 tahun 2026. Ketiganya menjadi yang terbaik dalam tiga kategori berbeda melalui karya inovatif yang mengangkat potensi material lokal, pemanfaatan limbah, serta pengembangan produk berorientasi bisnis.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian pameran dan penganugerahan IIDSA 2026 yang berlangsung di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, 28–30 Oktober 2026. Kompetisi tahunan yang diselenggarakan Forum Program Studi Desain Produk Industri Indonesia ini telah berlangsung sejak September 2026 dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi Desain Produk di Indonesia.

Ketua Umum Forum Program Studi Desain Produk Industri Indonesia, Dr. Guguh Sujatmiko, S.T., M.Ds., CIPIR., mengapresiasi kualitas karya mahasiswa UKDW yang dinilai memiliki karakter dan keunggulan desain.

“Karya mahasiswa UKDW memiliki kreativitas dan karakter desain kuat,” ungkapnya.

Tiga Karya Unggulan dengan Pendekatan Berbeda
Penghargaan kategori Market-Ready Design atau Solusi Desain Siap Pasar diraih Vanessa Alvenia Hartono melalui karya berjudul Sachi: Alat Saji Sushi Premium Berbahan Kayu di Indonesia.

Karya tersebut mengangkat potensi kayu lokal sebagai bahan alat saji sushi premium. Desainnya dilengkapi wadah penyaji bahan tambahan berbahan keramik yang terintegrasi sehingga memudahkan proses penyajian. Produk Sachi bahkan telah digunakan di restoran sushi ternama.

Kategori Market-Ready Design menilai kematangan rancangan untuk dikembangkan menjadi produk yang dapat diproduksi dan dipasarkan, sekaligus memenuhi kebutuhan fungsional dan estetika pengguna.

Sementara itu, Fransiska Cristanti meraih penghargaan terbaik kategori Material Innovation Design atau Desain dengan Inovasi Material melalui karya Pospana: Perancangan Aksesori Fesyen dengan Memanfaatkan Biokomposit Limbah Bunga Potong.

Karya ini memanfaatkan limbah bunga mawar potong yang dikumpulkan dari industri florist sebagai bahan biokomposit. Material tersebut kemudian dikembangkan menjadi berbagai aksesori fesyen, seperti dompet, purse, dan card holder. Inovasi ini memberikan nilai tambah pada limbah organik melalui pengembangan material alternatif.

Adapun penghargaan terbaik kategori Business-Oriented Design atau Solusi Desain Berorientasi Bisnis diraih Theodora Anggun Chintyaamora melalui karya Hobo Janggan Bag.

Tas tersebut dirancang dengan sistem akses cepat dan mengadaptasi karakter visual Kebaya Janggan, terutama bentuk kerah tegak tinggi yang memiliki keterkaitan dengan tradisi Keraton Yogyakarta.

Produk ini telah berhasil dipasarkan secara nasional dan menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk merek Abhinaya untuk menyasar generasi Z. Abhinaya merupakan merek kreatif karya mahasiswa UKDW yang memperoleh hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada 2024 dan 2025.

Pembelajaran Terintegrasi dengan Dunia Industri
Ketiga penghargaan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa UKDW dalam menghasilkan inovasi desain, mengembangkan produk siap pasar, serta membangun potensi usaha berbasis kreativitas.

Capaian ini didukung proses pembelajaran Program Studi Desain Produk UKDW yang mengintegrasikan pengembangan kompetensi desain, pendampingan dosen, dan kolaborasi dengan mitra industri melalui kurikulum Outcome Based Education (OBE).

Keterlibatan mitra industri diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik, antara lain magang, penelitian, kunjungan industri, serta pembelajaran bersama dosen praktisi. Program tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengembangkan gagasan menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan perkembangan industri.

Ketua Program Studi Desain Produk UKDW, Winta Tridhatu Satwikasanti, Ph.D., menjelaskan, proses pembelajaran berkesinambungan berperan penting dalam membentuk intuisi desain mahasiswa.

“Pembelajaran bertahap membangun intuisi desain mahasiswa,” jelasnya.

Menurut Winta, pembentukan kompetensi tersebut berlangsung sejak pembelajaran studio semester pertama hingga penyelesaian Tugas Akhir. Pengetahuan dan pengalaman mahasiswa terus diperkaya melalui proses belajar mandiri maupun kolaboratif.

Dengan proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menerjemahkan gagasan menjadi produk yang menjawab kebutuhan pengguna dan memiliki peluang untuk dipasarkan.

Konsisten Raih Prestasi Nasional
Penghargaan IIDSA 2026 melanjutkan rekam jejak prestasi mahasiswa Program Studi Desain Produk UKDW dalam kompetisi tersebut. Sebelumnya, mahasiswa UKDW juga meraih penghargaan pada 2021, 2022, 2024, dan 2025.

Pada tahun-tahun sebelumnya, penghargaan diraih dalam kategori Inclusive Design, Design with Special Purpose, dan Design with Educational Purpose.

Konsistensi tersebut menunjukkan kontribusi UKDW dalam menghasilkan karya desain produk yang inovatif, memiliki nilai guna, serta berorientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat.(Prasetiyo)

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-11-03 at 08.01
Yuk...Ikuti Purbalingga Academic Olympiad
FAUZI PAKAIAN JAWA
Ketika Rasa Hormat Murid kepada Guru Mulai Terkikis
WhatsApp Image 2026-11-02 at 21.50
Marak Peredaran Obat Keras, Tim P4GN Kabupaten Banjarnegara Lakukan Sidak di Desa Lengkong
DSC09182
Plt Rektor Unsoed Lantik Lima Dekan Baru
Screenshot 2026-11-02 155222
Olah Gembili dan Kelor jadi Mi Fungsional, SMA PGRI 1 Pati Raih Juara 3 di UGM