*Tempuh Lima Kilometer, Puluhan Pemuda Peringati Hari Santri dan Sumpah Pemuda

PURWOKERTO, EDUKATOR – Puluhan pemuda dan remaja tetap bersemangat mengikuti Baitussalam Pemuda Remaja Run (BAPERRUN) 3 meskipun hujan gerimis mengguyur Purwokerto, Sabtu (31/10/2026) pagi. Kegiatan lari sejauh lima kilometer ini menjadi ajang olahraga sekaligus memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dan Hari Sumpah Pemuda (HSP).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Masjid Agung Baitussalam (MAB) Purwokerto tersebut dimulai dari halaman Baitussalam Al-Qur’an Centre (BAC). Cuaca gerimis dan sejumlah ruas jalan yang masih basah akibat hujan pada Jumat (30/10/2026) malam tidak menyurutkan antusiasme peserta.
Ketua Bidang Pembinaan Remaja Islam Masjid Agung Baitussalam (RIMBAS) Purwokerto, Bhayu Subrata, mengatakan BAPERRUN 3 merupakan hasil kolaborasi RIMBAS dengan mahasiswa Fakultas Dakwah Program Studi Manajemen Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
“Kegiatan ini memperkuat kolaborasi pemuda dan remaja,” ujar Bhayu kepada EDUKATOR di sela-sela kegiatan.

Kolaborasi Mahasiswa dan Remaja Masjid
Perwakilan panitia dari UIN Saizu, Ainul Yaqin, menjelaskan bahwa BAPERRUN 3 merupakan bagian dari tugas mata kuliah Event Organizer. Mahasiswa semester tersebut diwajibkan merancang dan menyelenggarakan kegiatan dakwah.
“Melalui tugas ini, kami berkolaborasi dengan RIMBAS,” jelas Ainul.
Ia menambahkan, meskipun berawal dari tugas perkuliahan, kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum.
Sementara itu, Bhayu menjelaskan bahwa pelaksanaan BAPERRUN 3 juga memiliki tujuan khusus, yakni memperingati dua hari besar nasional, yaitu Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda.
Sebelum melepas peserta, Ketua Takmir MAB Purwokerto, H. Sudarman, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Peserta Tempuh Rute Lima Kilometer
Para peserta memulai lari dari halaman BAC menuju arah utara melalui Jalan Gatot Subroto. Setibanya di simpang tiga OJK, peserta berbelok ke utara melewati Jalan Gereja hingga Jalan dr. Angka.
Meski gerimis belum sepenuhnya reda, peserta tetap melanjutkan perjalanan hingga simpang tiga RS Geriatri, kemudian menuju kawasan kampus UIN Saizu.
Di depan kampus, peserta menyempatkan diri berfoto bersama sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat pemberhentian atau water station di Taman Literasi Purwokerto.
Setelah beristirahat dan minum secukupnya, peserta melanjutkan lari ke arah selatan melalui Jalan BKR hingga kembali mencapai garis finis di halaman BAC.
Sharing Time Angkat Semangat Kepemudaan
Setelah menyelesaikan lari, peserta beristirahat sambil menikmati buah segar, air minum dalam kemasan (AMDK), dan jajanan pasar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing time di teras MAB.
Diskusi tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Program Studi Manajemen Dakwah UIN Saizu, Ulul Aedi, M.Ag., dan Ketua Yayasan MAB, Achmad Mulyono, S.H., yang merupakan alumni angkatan pertama Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tahun 1981.
Dalam pemaparannya, Ulul Aedi mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial dan simbol semata. Generasi muda perlu memahami serta meneladani perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia juga mengajak peserta mengambil hikmah dari fatwa jihad yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa.
Sementara itu, Achmad Mulyono mengajak generasi muda meneladani semangat para pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda 98 tahun silam. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan salah satu bukti nyata peran penting generasi muda dalam perjalanan bangsa.
“Generasi muda harus berani mengambil peran,” tegas Achmad.
Ia mengingatkan bahwa para pendiri bangsa juga merupakan generasi muda pada zamannya. Karena itu, pemuda masa kini harus berani mengambil tanggung jawab dan berkontribusi bagi masyarakat serta bangsa sesuai tantangan zamannya.
Melalui BAPERRUN 3, RIMBAS dan mahasiswa UIN Saizu berharap kegiatan olahraga, dakwah, dan edukasi kepemudaan dapat berjalan beriringan serta mendorong generasi muda menjadi pribadi yang sehat, aktif, dan peduli terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa.(Alief Einstein/Prs)