
Sepeda matahari karya murid SMK Cokroaminoto 2 Banjarnegara atau SMK Corduba. (Foto: Istimewa/EDUKATOR)
BANJARNEGARA, EDUKATOR — Murid SMK Cokroaminoto 2 Banjarnegara atau SMK Corduba mengembangkan sepeda listrik dengan sistem pengisian baterai berbantuan panel surya. Inovasi bernama sepeda matahari ini memadukan teknologi otomotif dan energi terbarukan sebagai alternatif pengisian daya, sehingga sepeda tidak hanya bergantung pada sumber listrik rumah.
Kepala SMK Cokroaminoto 2 Banjarnegara, Sutrimo Widodo, menjelaskan bahwa pengembangan sepeda matahari merupakan hasil pembelajaran kolaboratif yang melibatkan tiga kompetensi keahlian, yakni teknik mesin, teknik listrik, dan teknik elektronika.
“Panel surya dipasang pada bagian atap sepeda untuk menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Energi tersebut dimanfaatkan sebagai tambahan untuk pengisian baterai, terutama ketika sepeda berada di bawah paparan sinar matahari,” jelasnya di SMK Cokroaminoto 2 Banjarnegara, Kamis (5/11/2026).
Menurut Sutrimo, gagasan tersebut berawal dari keinginan sekolah menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menghasilkan produk nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.
Meningkatnya penggunaan sepeda listrik juga menjadi inspirasi untuk mengembangkan kendaraan yang lebih efisien dengan memanfaatkan sumber energi alternatif.
“Baterai menggerakkan sepeda, matahari membantu pengisian daya,” jelasnya.
Jarak Tempuh Sekitar 20 Kilometer
Berdasarkan kapasitas baterai yang digunakan saat ini, sepeda matahari mampu menempuh jarak sekitar 20 kilometer. Adapun tambahan energi dari panel surya bergantung pada intensitas sinar matahari dan kemampuan sistem pengisian yang terpasang.
Salah satu murid yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut, Bayu Oktavian Pratama, mengatakan bahwa modifikasi dilakukan untuk membuat penggunaan sepeda listrik lebih efisien.
Ia ingin memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi tambahan agar baterai dapat memperoleh pasokan listrik dari energi matahari.
Meski dilengkapi panel surya, sepeda tersebut tetap dapat diisi menggunakan pengisi daya yang terhubung dengan sumber listrik rumah.
“Bisa menggunakan charger maupun tenaga matahari,” ujar Bayu.
Kehadiran sepeda matahari diharapkan menjadi contoh penerapan teknologi energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari. Inovasi ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik di sekolah kejuruan dapat menghasilkan karya kreatif yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Melalui kolaborasi lintas kompetensi dalam Teaching Factory, SMK Corduba Banjarnegara memberikan ruang kepada murid untuk mengasah keterampilan, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah melalui penerapan teknologi. (Iko/Prs)