*Libatkan Mahasiswa PPL UIN Saizu untuk Mengajar PAI

BANJARNEGARA, EDUKATOR–Kabupaten Banjarnegara masih menghadapi kekurangan tenaga guru dalam jumlah besar. Dari kebutuhan sebanyak 5.564 guru TK, SD dan SMP, saat ini baru tersedia 3.387 guru, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 2.177 guru. Di antara jumlah tersebut, kekurangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang sekolah dasar mencapai 365 orang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menggandeng mahasiswa Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Para mahasiswa ditugaskan mengajar di sekolah dasar selama enam bulan, dengan pengakuan akademik setara 20 SKS.
Untuk mengatasi kekurangan guru PAI sejumlah 365, Dindikpora Banjarnegara memberdayakan mahasiswa PPL UIN Saizu Purwokerto, agar mereka mengajar selama enam bulan dan dihargai setara 20 SKS.
“Itu solusi yang coba kami lakukan di tengah kekurangan guru di Banjarnegara saat ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo SH, M.Si saat memberikan materi pada kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP) PGRI Kabupaten Banjarnegara di Rumah Guru Banjarnegara, Rabu (22/7/2026).
Kekurangan Guru Masih Menjadi Tantangan
Yusuf menjelaskan, kekurangan tenaga pendidik menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan di Banjarnegara. Karena itu, pemerintah daerah terus mencari berbagai langkah agar proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan optimal, salah satunya melalui pelibatan mahasiswa PPL.
Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi solusi jangka pendek yang dapat membantu memenuhi kebutuhan guru, khususnya untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar.
Penyebab Kekurangan Guru:
Dari pendataan yang dilakukan Dindikpora Banjarnegara, kekurangan guru dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
-Banyak guru memasuki masa pensiun.
-Rekrutmen guru ASN belum mampu memenuhi kebutuhan riil di sekolah.
-Persebaran guru belum merata pada seluruh satuan pendidikan.
PGRI Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Selain persoalan tenaga pendidik, Yusuf juga menyoroti masih rendahnya capaian pembangunan pendidikan di Banjarnegara. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banjarnegara saat ini baru mencapai 70,9, sedangkan rata-rata lama sekolah masyarakat berada di angka 7,10 tahun, atau setara jenjang SMP.
“PGRI adalah mitra strategis kami dalam menghadapi berbagai persoalan pendidikan. IPM kita baru mencapai angka 70,9. Rata-rata lama sekolah juga masih 7,10 tahun, artinya rata-rata masyarakat baru menempuh pendidikan sampai SMP,” katanya.
Ia berharap PGRI terus memperkuat perannya sebagai organisasi profesi guru yang mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di Banjarnegara.
Harapkan PGRI Terus Berkembang
Yusuf menilai PGRI memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam pembangunan pendidikan nasional. Oleh karena itu, organisasi tersebut diharapkan terus mengembangkan kompetensi anggotanya, mengikuti perkembangan global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru.
“Kami berharap PGRI mampu melaksanakan pengembangan profesi, mengikuti perkembangan global, serta meningkatkan kesejahteraan dan memberikan advokasi kepada anggotanya,” pungkas Yusuf. (Heni Purwono/Prs)