
Timbang terima Estafet Tunas Kelapa dari Wakil Bupati Banjarnegara sekaligus Ketua Kwarcab Banjarnegara, Wakhid Jumali, Lc (kanan).kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif selaku Ka Mabicab Purbalingga (kiri). (Foto: Humas Kwarran Bukateja/EDUKATOR).
PURBALINGGA, EDUKATOR –Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah 2026 tiba di Kabupaten Purbalingga, dengan membawa pesan kuat tentang persatuan, gotong royong, dan pengabdian. Bupati Purbalingga sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka Mabicab) Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengajak generasi muda mengamalkan nilai luhur kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Fahmi saat memimpin upacara timbang terima ETK dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Banjarnegara di Balai Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Sabtu (5/9/2026). Ia menerima Tunas Kelapa secara langsung dari Wakil Bupati Banjarnegara sekaligus Ketua Kwarcab Banjarnegara, Wakhid Jumali, Lc.
“Melalui ETK ini, saya berpesan rawatlah persatuan, gotong royong dan pengabdian dalam kehidupan bermasyaraat,” pesan Fahmi.
Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif membacakan amanat Ka Mabida Jateng. (Foto: Humas Kwarran Bukateja/EDUKATOR).
Fahmi membacakan amanat Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Ka Mabida) Jawa Tengah, Kak Ahmad Luthfi, yang berisi pesan tentang pentingnya menjaga persatuan, kedamaian, dan kepedulian. Amanat tersebut sekaligus membawa harapan besar bagi kemajuan generasi muda di Jawa Tengah.
Prosesi timbang terima menandai dimulainya perjalanan ETK melintasi wilayah Kwarcab Purbalingga setelah pasukan dari Banjarnegara menempuh perjalanan hingga wilayah perbatasan.
61 Pembawa Cikal Semarakkan Perjalanan
Kedatangan pasukan ETK di Bukateja berlangsung meriah. Sebanyak 61 anggota Pramuka Kwarran Bukateja bertugas sebagai Pasukan Pembawa Tunas Kelapa atau Cikal. Mereka didukung 62 anggota Pramuka Penegak sebagai pasukan pendukung.
Suasana semakin semarak dengan penampilan tari-tarian dari siswa SMP Negeri 2 Bukateja serta atraksi barongsai dari Purbalingga. Bupati Purbalingga bersama rombongan turut mengiringi perjalanan pasukan ETK.
Berbagai organisasi dan elemen masyarakat juga ikut memberikan dukungan. Di antaranya PC Aisyiyah, PAC Fatayat, RAPI, PKK, IGTKI, HIMPAUDI, dan IGRA.
Iring-iringan juga dimeriahkan Drumband SD Negeri 1 Wirasaba, Drumband MTs Muhammadiyah Bukateja, Drumband MTs NU 5 Bukateja, serta Drumband MIMA NU 1 Penaruban.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan masyarakat terhadap Gerakan Pramuka. ETK pun tidak sekadar menjadi perjalanan membawa Tunas Kelapa, tetapi menjadi momentum mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan.
Di tengah perjalanan ETK, masyarakat tampak berjejer di sepanjang jalan untuk memberikan dukungan moril kepada para peserta. Kehadiran warga turut menciptakan suasana kebersamaan dalam perjalanan tersebut.
Fahmi mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan ETK sebagai momentum silaturahmi yang produktif. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Gerakan Pramuka, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan berbagai unsur lainnya.
“Kolaborasi kuat melahirkan fondasi gotong royong yang kokoh,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan generasi penerus agar tidak sekadar mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan.
“Generasi penerus wajib mengamalkan nilai luhur kepramukaan,” ujarnya.
Dari Bukateja Estafet Berlanjut ke Kejobong
Setelah timbang terima di Balai Desa Kembangan pada pukul 09.55 WIB, pasukan ETK melanjutkan perjalanan melintasi wilayah Kecamatan Bukateja menuju Kecamatan Kejobong.
Pasukan Pembawa Cikal tiba di Lapangan Desa Sokanegara, Kecamatan Kejobong, sekitar pukul 11.05 WIB. Di lokasi tersebut kembali dilakukan timbang terima dengan Kwarran Kejobong.
Prosesi dilakukan Camat Bukateja selaku Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Bukateja, Danang Nuswantoro, S.STP., M.Si., kepada Camat Kejobong selaku Mabiran Kejobong.(Humas Kwarran Bukateja)