*Perkuat Pendidikan Politik, Teken MoU Publikasi Pengawasan

Foto bersama usai penandatangan Mou dan MoA di Aula Bawaslu Purbalingga. (Foto: dok IJTI Banyumas Raya/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR–Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga menjalin kerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Banyumas Raya. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) atau Nota Kesepahaman dan MoA (Memorandum of Agreement) atau Perjanjian Kerja Sama terkait publikasi pengawasan pemilu dan pemilihan.
Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Aula Kantor Bawaslu Purbalingga, Rabu (15/04/2026) ini, diproyeksikan sebagai instrumen penguatan pendidikan politik dan demokrasi bagi masyarakat melalui media televisi.
Ketua IJTI Korda Banyumas Raya, Saladin Ayyubi (kiri) dan Ketua Bawaslu Purbalingga Misrad, menunjukkan nota kesepahaman dan naskah perjanjian kerja sama . (Foto: dok IJTI Banyumas Raya/EDUKATOR)
Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Misrad SE mengapresiasi atas kehadiran jajaran pengurus IJTI Korda Banyumas Raya. Ia menekankan bahwa sinergi dengan media televisi sangat krusial untuk memastikan transparansi kerja pengawasan.
“Kami berharap dengan adanya nota kesepahaman ini, hasil kerja-kerja pengawasan Bawaslu dapat terpublikasi dengan baik. Ini bukan sekadar pemberitaan, melainkan sarana pendidikan politik dan demokrasi yang efektif bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Purbalingga,” ujar Misrad.
Gayung bersambut, Ketua IJTI Korda Banyumas Raya, Saladin Ayyubi, mengaminkan harapan tersebut. Menurutnya, jurnalis televisi memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan informasi yang mengedukasi terkait proses demokrasi.
Saladin menegaskan bahwa keterlibatan jurnalis dalam mengawal isu kepemiluan merupakan implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Pers.
IJTI , lanjutnya, berkewajiban untuk turut serta meningkatkan pendidikan demokrasi di tengah masyarakat. “Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh jajaran awak media yang tergabung dalam wadah IJTI untuk turut serta membantu publikasi kegiatan yang bermanfaat dalam proses pendidikan demokrasi dan kepemiluan,” tegas Saladin.
Kerjasama ini diharapkan mampu menciptakan iklim informasi yang sehat, di mana setiap tahapan pengawasan pemilu dapat terpantau secara luas oleh publik, sekaligus meminimalisir potensi pelanggaran melalui edukasi visual yang masif. (Prasetiyo)