
PURBALINGGA, EDUKATOR–Suara tawa, canda ceria dan nyanyian anak-anak kecil mewarnai suasana di halaman Kelompok Bermain (KB) Subulussalam, Walik, Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Selasa (19/5/2026) pagi.
Di tengah suasana gembira itu, Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif atau yang akrab disapa Bunda Hani, hadir menyapa satu per satu anak-anak dengan penuh kehangatan dalam kegiatan Tebar Cinta Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga.

Kehadiran istri Bupati Purbalingga bersama rombongan, diantaranya Kabid PAUD dan PNF Dindikbud Purbalingga Andika Mardiansah, S.Pd SD, M.Pd, langsung disambut antusias. Anak-anak tampak berebut ingin menjawab sapaan dan pertanyaan sederhana yang Ia lontarkan. Suasana pun semakin hidup ketika kegiatan edukasi kesehatan dimulai bersama tim Puskesmas Kutasari.
Anak-anak Diajari Cara Menyikat Gigi dan CTPS
Dengan metode menyenangkan, anak-anak diajari cara menyikat gigi yang baik dan benar, mulai dari kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, hingga mengenali makanan yang dapat mempercepat kerusakan gigi.
Tidak hanya itu, edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) juga dikemas lewat lagu dan gerakan sederhana sehingga mudah diikuti anak-anak.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik menyikat gigi dan mencuci tangan bersama. Sesekali terdengar gelak tawa ketika anak-anak menirukan gerakan yang dicontohkan petugas kesehatan.
Agar suasana semakin semarak, Bunda Hani membagikan hadiah bagi anak-anak yang mampu menjawab kuis seputar sikat gigi dan cuci tangan. Anak-anak pun tampak bersemangat mengangkat tangan, berharap bisa membawa pulang hadiah dari Bunda PAUD mereka.
Bunda Hani Mendongeng
Namun, momen yang paling menyita perhatian adalah saat Bunda Hani mulai mendongeng. Dengan gaya bercerita yang hangat dan ekspresif, Ia memperkenalkan tokoh bernama Sally kepada anak-anak.
Cerita berlanjut ketika balon milik Sally terbang terbawa angin hingga Ia berlari mengejarnya dan terjatuh. Dari kisah sederhana itu, Bunda Hani mengajarkan anak-anak untuk peduli kepada teman yang sedang mengalami musibah.
“Kalau ada teman jatuh atau kesusahan tidak boleh ditertawakan. Kita bantu dan kita doakan,” pesannya lembut.
Ia menambahkan, pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang kemampuan membaca atau berhitung, tetapi juga membangun karakter, akhlak, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan sederhana seperti mendongeng, mencuci tangan, dan menyikat gigi, kita ingin menanamkan nilai kebersihan, kepedulian, rasa syukur, dan adab kepada anak-anak sejak kecil. Karena anak-anak inilah generasi masa depan Purbalingga,” katanya.
Bagikan Hadiah
Di akhir kegiatan, Bunda Hani kembali membagikan hadiah bagi anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan seputar dongeng yang baru disampaikan. Keceriaan semakin lengkap ketika seluruh anak menerima susu sapi yang dibagikan langsung oleh Bunda Hani.
Kegiatan kemudian ditutup dengan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada kesempatan tersebut, Bunda Hani juga menyerahkan tali asih dan bantuan berupa Alat Permainan Edukatif (APE), serta pemberian makanan tambahan (PMT) berupa susu guna mendukung tumbuh kembang anak-anak di KB Subulussalam.(Prasetiyo)