*Apresiasi Inovasi Urab Mendoan dan Penguatan Zona Integritas

PURBALINGGA, EDUKATOR–Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengapresiasi inovasi layanan publik “Urab Mendoan” yang dikembangkan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga serta menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026–2027.
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, beserta jajaran di ruang kerja Bupati, Senin (27/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menandatangani Piagam Dukungan terhadap inovasi budaya layanan publik SEHATI dan Urab Mendoan, sekaligus menerima enam buku karya Tim Pembangunan Zona Integritas (PZI) Kankemenag Purbalingga.
Bupati Fahmi menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kankemenag Purbalingga meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2025. Menurutnya, Kemenag merupakan mitra strategis Pemerintah Kabupaten yang terus menghadirkan inovasi dan membangun kolaborasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Selamat atas raihan WBK 2025. Kami siap mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBBM tahun 2026–2027, termasuk pengembangan inovasi Urab Mendoan, program isbat nikah, serta berbagai layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Fahmi.
Target Raih Predikat WBBM
Kepala Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga selama proses pembangunan Zona Integritas hingga berhasil meraih predikat WBK pada 2025.
Ia mengatakan, Kankemenag Purbalingga kini menargetkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 2027 melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan berbagai inovasi.
“Kami menargetkan WBBM pada 2027 melalui pengembangan kualitas pelayanan dan inovasi Urab Mendoan. Kami berharap dukungan Pemerintah Kabupaten terus berlanjut,” katanya.
Urab Mendoan Jadi Percontohan
Zahid menjelaskan, inovasi Urab Mendoan telah mendapat pengakuan dari Badan Pusat Statistik (BPS) karena dinilai berkontribusi dalam upaya menekan angka kemiskinan. Program tersebut kini telah menjadi proyek percontohan di lima kecamatan di Kabupaten Purbalingga.
Selain membahas penguatan pembangunan Zona Integritas, audiensi juga menjadi momentum mempererat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Kankemenag dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap berbagai inovasi yang telah dikembangkan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. (Sri Lestari/Prs)