Desainer Banjarnegara Mujib Titian Angkat Desain Lokal di Forum Dunia

Bagikan :

BANJARNEGARA, EDUKATOR–Desainer alas kaki asal Banjarnegara, Mujib Titian Nurwahid, dipercaya menjadi pembicara dalam webinar internasional bertajuk Designing for the World: What Global Footwear Trends Mean for Indonesian Designers, Brands, and Buyers in 2026. Alumnus Politeknik ATK (Akademi Teknologi Kulit) Yogyakarta itu membawa gagasan tentang pentingnya menggabungkan tren global dengan identitas budaya Indonesia, agar produk lokal mampu bersaing di pasar dunia.

Keikutsertaan Mujib dalam forum yang digelar pada Rabu (17/6/2026)  tersebut melanjutkan kiprahnya di industri alas kaki internasional. Sebelumnya, ia menjadi satu dari empat desainer Indonesia penerima beasiswa Arsutoria School Milan, Italia, dan meraih prestasi terbaik pada program Shoe Design & Collection Development.

Padukan Tren Global dengan Identitas Lokal
“Webinar itu membahas strategi membaca tren alas kaki dunia tanpa meninggalkan karakter budaya Indonesia,”ujar Mujib Titian kepada wartawan di Banjarnegara, Jumat (19/6/2026).

Mujib Titian, desainer alas kaki yang masih berusia muda dari Banjarnegara.

Menurutnya,  desainer lokal harus mampu menghadirkan karya yang modern, relevan, sekaligus memiliki identitas yang kuat. Dan karakter lokal harus tetap menjadi kekuatan.

Mujib yang kini berkiprah sebagai desainer dalam pengembangan koleksi sepatu kulit Prabu Indonesia–merek sepatu kulit lokal yang dikenal dengan desain klasik dan modern–menilai, masih banyak anggapan bahwa produk Indonesia harus selalu identik dengan motif tradisional. Padahal, karakter budaya dapat diterjemahkan melalui pendekatan desain yang lebih kontemporer sehingga mampu memperkuat posisi sebuah brand di pasar internasional.

Ia juga mendorong pelaku industri memanfaatkan platform MICAM Milano untuk meningkatkan visibilitas produk Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pasar global.

Soroti Tantangan Logistik
Selain membahas kreativitas, Mujib menyoroti persoalan logistik yang masih menjadi hambatan bagi produk lokal untuk menembus pasar internasional. Menurutnya, tingginya biaya pengiriman membuat daya saing brand Indonesia belum setara dengan produk dari negara lain.

“Biaya pengiriman harus segera dibenahi,” tegasnya.

Ia berharap perbaikan sistem logistik dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing industri alas kaki nasional.

Dari Banjarnegara Menuju Panggung Internasional
Perjalanan Mujib di industri alas kaki bermula dari pendidikannya di Politeknik ATK Yogyakarta, perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perindustrian yang berfokus pada teknologi kulit dan produk turunannya.

Kemampuannya membawanya memenangi Formae Futurae Design Competition, sebuah ajang desain yang membuka jalan memperoleh beasiswa di Arsutoria School Milan. Di sekolah desain ternama tersebut, ia mempelajari pengembangan koleksi, hand sketching, desain digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses kreatif.

Mujib kemudian menyelesaikan program itu dengan predikat terbaik sebagai Shoe Collection Developer, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai salah satu desainer alas kaki Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.

Webinar internasional tersebut juga menghadirkan Matteo Scarparo, Head of Global Trade & Business Services MICAM,sekaligus perwakilan Italian Footwear Manufacturers’ Association, serta Orietta Pelizzari, Global Macro Trend Forecaster. Keduanya membagikan analisis mengenai perkembangan pasar dan tren industri alas kaki dunia pada 2026.

Kehadiran Mujib sebagai panelis menunjukkan bahwa talenta dari daerah mampu tampil sejajar dengan pakar internasional. Dari Banjarnegara, ia membawa pesan bahwa desain Indonesia dapat berkembang di pasar global tanpa kehilangan jati diri dan nilai budaya yang menjadi kekuatannya. (Heni Purwono/Prs)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-06-19 at 21.51
Disdikpora Kebumen Gelar Diseminasi Pelindungan Bahasa Daerah
WhatsApp Image 2026-06-19 at 14.20
KPDP Banjarnegara Terbentuk, Dorong Transformasi Digital Pendidikan
fauzi27
Rumah Adalah Sekolah Pertama, Jangan Serahkan Pendidikan Karakter Hanya kepada Guru
WhatsApp Image 2026-06-19 at 15.27
77 Calon Paskibraka Banjarnegara Dikukuhkan Jadi Kader Pancasila
WhatsApp Image 2026-06-19 at 13.51
35 Tahun Lebih Mengabdi, Parsito Mohon Pamit akan Momong Cucu