Dr Ir Nurul Hidayat, S.Pt, M.Kom: AI Harus Jadi Mitra Belajar, Bukan Ancaman

Bagikan :

Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom di hadapan peserta bimtek.

PURBALINGGA, EDUKATOR–Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus dipandang sebagai mitra untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai ancaman yang menggantikan peran manusia. Karena itu, guru dan pustakawan dituntut terus belajar, beradaptasi, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana agar tetap relevan di era digital.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom. saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga pada 4–6 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga, Endi Astono, S.Sos., serta diikuti pustakawan dan guru dari berbagai satuan pendidikan.

Selain Dr Nurul Hidayat, tampil pula sebagai narasumber dosen program studi  Sistem Informasi  Universitas Amikom Purwokerto ,Dr. Jeffri Prayitno Bangkit Saputra, S.Kom., M.MSI.

Dr Nurul Hidayat yang akrab disapa Doktor Enha menegaskan, AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas belajar dan berkarya.

Guru dan Pustakawan Harus Adaptif
Selanjutnya Doktor Enha menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Oleh karena itu, guru dan pustakawan tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar.

Sebagai rujukan, ia mengangkat Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan World Economic Forum (WEF), yang menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi salah satu keterampilan paling dibutuhkan pada masa mendatang.

Selain menjelaskan konsep AI, Doktor Enha juga memperkenalkan berbagai pemanfaatan teknologi tersebut dalam dunia pendidikan, mulai dari penyusunan bahan ajar, pencarian referensi, pengelolaan informasi, hingga peningkatan layanan perpustakaan agar lebih efektif, inovatif, dan sesuai kebutuhan zaman.

Menutup pemaparannya, Doktor Enha  mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang pada era transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan, melainkan juga oleh kemauan untuk terus berkembang.

“Karier bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang mampu terus belajar, beradaptasi, dan bertahan menghadapi perubahan,” pesan dosen  Informatika FT Unsoed ini.

Melalui kegiatan ini, Dinarpus Kabupaten Purbalingga berupaya meningkatkan kompetensi guru dan pustakawan agar mampu memanfaatkan AI secara produktif dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan literasi digital. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-08-04 at 15.48
KWT Mardi Rahayu Kalialang - Unperba Ubah Sekam Jadi Arang Briket
6309736240265236923
Pemkab Purbalingga-BI Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah
6307484440451551675
Dzikrina, Murid SMAN 1 Purbalingga Lolos Paskibraka Jateng 2026
FULAD6
Pasang Bendera untuk Siapa? Ketika Merah Putih Menjadi Properti, Bukan Komitmen
WhatsApp Image 2026-08-04 at 16.59
Dr Ir Nurul Hidayat, S.Pt, M.Kom: AI Harus Jadi Mitra Belajar, Bukan Ancaman