Dua Dosen Faperta Unsoed Raih Penghargaan Inovasi Nasional “Indolivestock Innovation Award 2026”

Bagikan :

TANGERANG, EDUKATOR–Dua dosen Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, yakni Prof. Dr. Eni Sumarni, S.TP., M.Si dan Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP., M.Si, berhasil meraih Indolivestock Innovation Award 2026 pada ajang Indolivestock Expo & Forum 2026 di Tangerang. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi di bidang pangan, peternakan, pertanian, serta pengabdian masyarakat di tingkat nasional. Kegiatan tersebut juga menegaskan pentingnya hilirisasi riset dan penguatan inovasi berkelanjutan di Indonesia.

Ajang Indolivestock Expo & Forum 2026 berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang  selama tiga hari, Selasa-Kamis (16-18/6/2026). Kegiatan itu diselenggarakan oleh Yayasan Pengembangan Pangan Indonesia (YAPPI) bekerja sama dengan PT Napindo Media Ashatama.

Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng.menyampaikan apresiasi atas raihan penghargaan yang diterima dua dosen Faperta Unsoed.

“Kami sangat bangga atas capaian ini, karena menjadi bukti nyata bahwa inovasi dan riset Unsoed mampu bersaing serta memberikan kontribusi signifikan bagi penguatan ketahanan pangan dan pembangunan nasional,” ujar Prof Akhmad Sodiq.

Penghargaan diserahkan pada sesi opening ceremony oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda, mewakili Menteri Pertanian, Rabu (17/6/2026). Hadir dalam kesmepatan itu  Ketua Umum YAPPI ,  dewan juri, 300 peserta dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga perwakilan negara sahabat.

Diikuti 40 Inovasi

Tahun 2026 ini, Indolivestock Innovation Award diikuti oleh 40 inovasi dari lembaga riset, 21 perguruan tinggi, dan 11 organisasi filantropi yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Organisasi filantropi adalah lembaga atau komunitas sosial yang bergerak memberikan bantuan kemanusiaan, pendidikan, pangan, atau program sosial lainnya tanpa berorientasi pada keuntungan, melainkan pada dampak sosial bagi masyarakat.

Para peserta juga melibatkan sumber daya manusia unggul yang terdiri atas 12 guru besar, 17 doktor, 9 magister, dan 2 sarjana.

Sekretaris YAPPI, Ir. Bambang Suharno, menjelaskan, proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Drh. Desianto B. Utomo, M.Sc., Ph.D.; Drh. Dedy Kusmanagandi, DVM., MBA; Ir. Bambang Suharno; Ir. Setya Winarno; serta Winarno, S.P., M.Si.

Penilaian juga diperkuat oleh dewan juri ahli dari berbagai bidang keilmuan, yakni Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA (Peternakan), Prof. Dr. drh. Muh. Rizal M. Damanik, M.Rep.Sc (Gizi dan Pangan), Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc (Pengolahan Pangan), dan Prof. Dr. Edi Santosa, S.P., M.Si (Pertanian).

“Penilaian mencakup aspek kebaruan inovasi, dampak sosial, dan keberlanjutan program,” ujarnya.

Peserta Terbanyak dari Unsoed
Menariknya, pada penyelenggaraan tahun 2026 ini, peserta terbanyak berasal dari Unsoed. Capaian tersebut tidak lepas dari dukungan dan motivasi Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, yang mendorong para peneliti dan inovator untuk aktif mengikuti ajang kompetisi inovasi nasional tersebut.

“Kami terus mendorong para peneliti dan inovator Unsoed untuk aktif berpartisipasi dalam ajang kompetisi inovasi nasional sebagai bagian dari penguatan hilirisasi riset dan inovasi,” ujarnya

Pada kategori Inovasi Pangan Berbasis Pertanian, Prof. Dr. Eni Sumarni dari Program Studi Teknik Pertanian Faperta Unsoed meraih penghargaan melalui inovasi Root Zone Cooling pada sistem aeroponik untuk produksi benih kentang dan bawang putih di dataran rendah tropis.

Menurutnya, teknologi tersebut membuka peluang baru dalam produksi benih hortikultura di wilayah tropis dataran rendah yang selama ini memiliki keterbatasan lingkungan produksi.

Selanjutnya Dr. Santi Dwi Astuti S.TP, M.Si dari Program Studi Teknologi Pangan Unsoed/LPPM Unsoed  memperoleh penghargaan melalui inovasi mie bebas gluten berbasis tepung singkong termodifikasi (MOCAF) dengan teknologi non-ekstrusi. Produk ini dinilai lebih sehat karena tinggi serat serta memiliki indeks glikemik rendah.

Inovasi Peternakan dan Pengabdian Sosial
Penerima penghargaan lainnya, pada kategori Inovasi Pangan Berbasis Peternakan, diberikan kepada Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc.Agr. dari IPB University melalui inovasi Green Concentrate Indigofera yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas ternak sekaligus mendukung kemandirian pakan nasional berbasis sumber daya lokal.

Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada Aditya Prayoga, pendiri Rumah Makan Gratis (RMG), atas kontribusinya menyediakan ribuan porsi makanan setiap hari bagi masyarakat kurang mampu sejak 2016. “Ini bukan sekadar berbagi, tetapi membangun solidaritas sosial,” ujarnya.

Dorong Hilirisasi Riset
Dalam sesi dialog, para penerima penghargaan memaparkan perjalanan riset, tantangan pengembangan teknologi, hingga strategi hilirisasi inovasi agar dapat diterapkan langsung oleh masyarakat dan industri.

Hilirisasi riset merupakan proses mengubah hasil penelitian menjadi produk, teknologi, atau kebijakan yang dapat dimanfaatkan secara nyata, tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah. Sementara itu, inovasi berkelanjutan menekankan pengembangan inovasi yang ramah lingkungan serta memberikan manfaat jangka panjang secara ekonomi, sosial, dan ekologis.

Kedua konsep ini menjadi kunci dalam memastikan riset perguruan tinggi memberikan dampak nyata bagi pembangunan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian inovasi nasional.

Forum tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis inovasi berkelanjutan di Indonesia. Sementara video penyerahan penghargaan dapat disimak  melalui https://www.youtube.com/watch?v=jZRWJ3zGUFw. (Alief Einstein/Prasetiyo)

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-06-19 at 21.51
Disdikpora Kebumen Gelar Diseminasi Pelindungan Bahasa Daerah
WhatsApp Image 2026-06-19 at 14.20
KPDP Banjarnegara Terbentuk, Dorong Transformasi Digital Pendidikan
fauzi27
Rumah Adalah Sekolah Pertama, Jangan Serahkan Pendidikan Karakter Hanya kepada Guru
WhatsApp Image 2026-06-19 at 15.27
77 Calon Paskibraka Banjarnegara Dikukuhkan Jadi Kader Pancasila
WhatsApp Image 2026-06-19 at 13.51
35 Tahun Lebih Mengabdi, Parsito Mohon Pamit akan Momong Cucu