*Berjalan Lancar dan Sukses

Suasana penghitungan suara pemilihan anggota senat FT Unsoed dari wakil dosen bukan profesor.
PURBALINGGA, EDUKATOR—Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (FT Unsoed) menyelenggarakan rangkaian proses pemilihan anggota Senat Fakultas periode 2026–2030 . Hal ini sebagai bagian dari mekanisme tata kelola akademik yang transparan dan akuntabel.
Ketua Panitia Pemilihan Anggota Senat FT Unsoed, Ir. Hery Awan Susanto, S.T., M.T., IPU mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan seiring berakhirnya masa jabatan anggota senat periode 2022–2026 pada bulan Maret 2026.
Proses Pemilihan Anggota Senat
Proses pemilihan diawali dengan sosialisasi dan penjaringan bakal calon secara daring pada tanggal 20–24 Februari 2026. Setelah penutupan pendaftaran, panitia menetapkan dan mengumumkan Calon Tetap Anggota Senat pada tanggal 25 Februari 2026.
Berdasarkan ketentuan Universitas Jenderal Soedirman melalui Peraturan Rektor Unsoed Nomor 25 Tahun 2017 tentang Senat Fakultas, ditetapkan bahwa apabila di fakultas terdapat dua profesor dan keduanya menyatakan kesediaan, maka keduanya langsung ditetapkan sebagai Anggota Senat Wakil Dosen Profesor tanpa melalui proses pemilihan.
Dengan demikian, dua Wakil Dosen Profesor yang ada berhak mengisi posisi Anggota Senat yang tersedia, yaitu Prof. Dr. Eng. Ir. Suroso, S.T., M.Eng., IPU. dari Jurusan Teknik Elektro dan Prof. Dr. Eng. A. Ali Alhamidi, S.T., M.T. dari Jurusan Teknik Mesin.
Dosen-dosen FT Unsoed, termasuk Dr. Ir. Nor Intang Setyo Hermanto, S.T., M.T. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, ikut serta dalam pemilihan anggota senat.
Selanjutnya, pemilihan dilaksanakan untuk Wakil Dosen Bukan Profesor yang akan mengisi 3 posisi keanggotaan. Pemungutan suara digelar pada hari Jumat, 27 Februari 2026, pukul 08.30–14.00 WIB, bertempat di Aula Gedung F FT Unsoed. Seluruh dosen FT Unsoed memiliki hak suara dengan mekanisme satu dosen satu suara, yang diberikan secara langsung melalui pencontrengan pada kotak suara untuk calon yang dipilih.

Antusiasme dosen FT Unsoed dalam mengikuti proses pemilihan anggota senat
Antusias
Panitia memastikan bahwa proses pemungutan suara berjalan secara terbuka dan tertib. Pada saat pelaksanaan, panitia, para calon, serta saksi berada dalam satu ruangan untuk menyaksikan jalannya pemungutan dan penghitungan suara.
Apabila terjadi perolehan suara yang sama, akan dilaksanakan pemungutan suara ulang khusus bagi calon dengan jumlah suara identik pada waktu yang telah ditentukan.
Hasil Penghitungan Suara
Penghitungan suara terhadap 6 Calon Tetap Anggota Senat dari Wakil Dosen Bukan Profesor memberikan hasil bahwa Sanidhya Nika Purnomo, S.T., M.T., Ph.D. dari Jurusan Teknik Sipil mendapatkan 41 suara, Dr. Sachrul Iswahyudi, S.T., M.T. dari Jurusan Teknik Geologi mendapatkan 35 suara, Ir. Swahesti Puspita Rahayu, S.Kom., M.T. dari Jurusan Informatika memperoleh 32 suara.
Kemudian Ir. Winasis, S.T, M.Eng. dari Jurusan Teknik Elektro mendapatkan 30 suara, Dr. Ahmad Yusuf Prasetiawan, S.Pd.I., M.Pd.I. dari Jurusan Teknik Industri memperoleh 13 suara, sedangkan Dr. Ir. Gathot Heri Sudibyo, S.T., M.T., IPU dari Jurusan Teknik Sipil mendapatkan 0 suara.

Ketua panitia pemilihan anggota senat bersama salah satu kandidat anggota senat Ir. Swahesti Puspita Rahayu, S.Kom., M.T.
Dari 164 surat suara yang tercetak untuk seluruh dosen FT Unsoed, hanya 153 surat suara yang terpakai, sedangkan 11 lainnya tidak terpakai karena terdapat 11 dosen yang tidak hadir. Namun demikian, dari 153 surat suara tersebut hanya 151 di antaranya yang dianggap sah, sedangkan 2 lainnya dianggap tidak sah karena penyontrengan dilakukan di luar kotak yang tercetak.
Hasil penghitungan suara menyatakan bahwa Sanidhya Nika Purnomo, S.T., M.T., Ph.D., Dr. Sachrul Iswahyudi, S.T. M.T., dan Ir. Swahesti Puspita Rahayu, S.Kom., M.T. mendapatkan suara terbanyak di antara 6 calon yang ada, sehingga ketiga nama tersebut berhak untuk mengisi 3 posisi Anggota Senat dari Wakil Dosen Bukan Profesor.
Ketua Panitia Pemilihan Anggota Senat FT Unsoed, Hery Awan Susanto mengapresiasi atas partisipasi aktif seluruh dosen dalam menjaga proses demokrasi akademik di lingkungan fakultas.
“Pemilihan ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan representasi dosen yang berintegritas, berkomitmen, dan memiliki dedikasi tinggi dalam mendukung pengembangan fakultas ke depan,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan pemilihan ini, FT Unsoed menegaskan komitmennya terhadap tata kelola kelembagaan yang demokratis, partisipatif, transparan, dan berlandaskan regulasi, demi mendukung kemajuan institusi secara berkelanjutan sesuai dengan SDG (Sustainable Development Goals) 16 – Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung tercapainya SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) karena tata kelola fakultas yang baik dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi. (Nur Alfi/Prs)