Jalan Kaki 7 Km, 580 Siswa SMPN 2 Mrebet Kunjungi Masjid Sayyid Kuning

by -26 Views
Para siswa SMPN 2 Mrebet saat mendapatkan penjelasan dan tauziah dari juru kunci Masjid Sayyid Kuning di Desa Onje, Kyai Maksudi. (Foto: Humas SMPN 2 Mrebet/EDUKATOR)

PURBALINGGA, EDUKATOR--Sebanyak 580 siswa kelas 7, 8 dan 9 SMP Negeri 2 Mrebet, Purbalingga mengunjungi Masjid Sayyid Kuning di Desa Onje, Kecamatan Mrebet pada Rabu (6/3/2024). Berangkat dari sekolah yang beralamat di Desa Serayu Karanganyar, Kecamatan Mrebet ini, para siswa berjalan kaki dengan didampingi oleh bapak/ibu guru untuk mengunjungi masjid tertua di Purbalingga yang berdiri tahun 1300 M itu.

Diawali doa bersama dan nasihat dari Kepala sekolah Sugeng Triatmono SE M.Pd, setelah itu perjalanan dimulai , start jam 08.00 WIB dari halaman sekolah . Seluruh siswa dan guru memakai kaos olah raga dan membawa bekal minuman serta nasi bungkus.

Dengan gembira, mereka menyusuri jalan menuju Masjid Sayyid Kuning di Desa Onje, dan sampai di lokasi sekitar jam 09.15 WIB.

Sugeng Triatmono mengatakan, tujuan berkunjung ke Masjid Sayyid Kuning untuk memberikan pemahaman sejarah kepada siswa bahwa di Desa Onje Kecamatan Mrebet terdapat bangunan masjid tertua di Purbalingga yaitu Masjid Sayyid Kuning.

Sugeng juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka mengisi kegiatan jeda tengah semester genap dengan konsep sehat dan bugar dengan wisata religi.Sumber foto: detik.com

Setelah sampai di lokasi Masjid Sayyid Kuning, para siswa mendapatkan penjelasan dari Kyai Maksudi selaku juru kunci tentang sejarah berdirinya masjid dan tauziah singkat.

Menurut Kyai Maksudi, masjid ini pertama berdiri pada tahun 1300 M. Tokoh pendirinya yaitu Syekh Syamsudin yang datang dari Timur Tengah ke Tanah Jawa bersama Syekh Subakir. Syekh Subakir ini berada di Magelang sedangkan Syekh Syamsudin berada di Purbalingga tepatnya di Desa Onje.

Keberadaan masjid ini ada hubungannya dengan perjalanan Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam.Sumber foto: Kompasiana.com

Maksudi menuturkan, Masjid Raden Sayyid Kuning telah ada sebelum Kabupaten Purbalingga berdiri. Hanya saja tidak ada bukti tertulis untuk memperkuat pernyataan ini.

“Hanya berdasarkan cerita turun-temurun saja,” katanya.

Saat ini, masjid Sayyid Kuning oleh pemerintah ditetapkan sebagai cagar budaya.Sumber foto: https://www.indotren.com/

Makan Nasi Bungkus Bersama
Setelah acara tauziah dari Kyai Maksudi selesai, para siswa dan guru makan nasi bungkus bersama di halaman Masjid Sayyid Kuning.

“Meskipun kaki kami pegel-pegel karena harus jalan kaki cukup jauh, namun kami senang. Kami jadi tahu sejarah Masjid Sayyid Kuning, masjid tertua di Purbalingga,” ujar beberapa siswa.

Kegiatan berakhir jam 11.00 WIB. Para siswa pulang dijemput orang tua atau keluarganya masing-masing.(Humas SMPN 2 Mrebet/Prs)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.