Meningkatan Kualitas Pembelajaran IPA Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT

by -82 Views

Oleh: Tilar Faoziah, S.Pd

Guru SD Negeri Ciberung

Kecamatan Ajibarang

Kabupaten Banyumas

            PENTINGNYA  menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan melibatkan seluruh siswa menjadi prioritas dalam dunia pendidikan. Salah satu model pembelajaran yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Kelas III SD Negeri Ciberung, Ajibarang, Banyumas, adalah Numbered Head Together (NHT). Penulis memilih model ini karena keyakinan bahwa NHT dapat meningkatkan keterlibatan siswa, menjadikan mereka lebih aktif dalam pembelajaran, dan menciptakan hasil belajar yang lebih baik.

            NHT adalah suatu pendekatan yang dikembangkan oleh Spencer Kagen (1993) untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut (Ibrahim, 2000).

            Sedangkan Santosa (2018) menjelaskan, NHT  merupakan suatu model pembelajaran berkelompok yang setiap anggota kelompoknya bertanggungjawab atas tugas kelompoknya, sehingga tidak ada pemisahan antara siswa yang satu dan siswa yang lain dalam satu kelompok untuk saling memberi dan menerima antara satu dengan yang lainnya.

            Langkah-langkah pembelajaran melalui model NHT yang penulis terapkan sebagai berikut:

            Pertama, pembentukan kelompok. Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil, dan setiap kelompok memiliki nomor unik. Anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

            Kedua, pemberian nomor. Setiap siswa dalam kelompok diberi nomor yang unik. Nomor ini akan menjadi identitas siswa dalam kelompok tersebut.

            Ketiga, penyampaian materi. Guru menyampaikan materi pembelajaran, baik melalui ceramah, diskusi, atau media lainnya. Materi ini kemudian dicerna oleh siswa secara bersama-sama.

            Keempat, pertanyaan tertulis. Guru menyajikan pertanyaan tertulis yang menguji pemahaman siswa terhadap materi. Setiap anggota kelompok, sesuai dengan nomor masing-masing, bertanggung jawab menjawab pertanyaan tersebut.

            Kelima, koordinasi kelompok. Anggota kelompok perlu berkomunikasi dan berkoordinasi untuk memastikan jawaban yang tepat. Hal ini menciptakan kerja sama dan saling ketergantungan di antara anggota kelompok.

            Keenam, penyampaian jawaban. Setelah anggota kelompok merasa yakin dengan jawaban mereka, mereka menyampaikan jawaban secara bergantian sesuai dengan nomor yang dimiliki.

            Ketujuh, evaluasi bersama. Guru memberikan umpan balik dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait materi yang telah diajarkan. Selain itu, siswa juga dapat memberikan umpan balik satu sama lain.

            Adapun contoh-contoh nyata meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Kelas III SD Negeri Ciberung, Ajibarang, Banyumas, diantaranya, pembelajaran eksperimen Sains. Dalam hal ini, siswa diberikan kesempatan untuk melakukan eksperimen sains dalam kelompok mereka. Melalui NHT, mereka dapat membahas hasil eksperimen dan menyusun kesimpulan bersama, meningkatkan pemahaman konsep ilmiah.

            Kemudian, penyelidikan bersama. Siswa dapat diberikan tugas untuk menyelidiki topik tertentu dan kemudian berbagi hasil penyelidikan mereka dengan menggunakan model NHT. Hal ini memberikan peluang bagi mereka untuk belajar dari berbagai perspektif.

            Berdasarkan pengamatan penulis, ada kelebihan dan kekurangan Model NHT ini. Kelebihannya, model NHT mendorong partisipasi aktif semua siswa, mengurangi potensi siswa yang terpinggirkan.

            Selain itu, model ini dapat menciptakan pemahaman bersama di antara siswa terhadap materi pembelajaran.

            Sedangkan kekurangannya, implementasi model NHT memerlukan waktu yang cukup lama, dan dalam beberapa kasus, dapat mengurangi cakupan materi.Itu terjadi, karena siswa terlalu fokus pada nomor kelompoknya dan kurang memahami secara mendalam materi yang diajarkan.

            Lepas dari kelebihan dan kekurangan, model pembelajaran kooperatif tipe NHT terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Kelas III SD Negeri Ciberung, Ajibarang, Banyumas. Dengan melibatkan siswa secara aktif, mendorong kerjasama, dan menciptakan pemahaman bersama, NHT menjadi alternatif yang menarik dalam merancang pembelajaran yang bermakna. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, kelebihannya dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif membuatnya menjadi pilihan yang relevan dalam dunia pendidikan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.