
BANJARNEGARA, EDUKATOR–Gedung Olahraga Indoor SMAN 1 Sigaluh, Banjarnegara, berubah menjadi panggung kreativitas pada Jumat (7/8/2026). Guru dan murid tampil unjuk gigi membawakan karya literasi yang telah mereka bukukan melalui pembacaan puisi, musikalisasi puisi, drama puisi, hingga geguritan.
Koordinator Gerakan Literasi Sekolah (GLS) SMAN 1 Sigaluh, Andrian Yunianto, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekolah terhadap karya murid yang telah diterbitkan menjadi buku. Menurutnya, melalui program Satu Kelas Satu Buku (SKSB), seluruh murid memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya dan mengabadikan namanya dalam sebuah buku.
“Tidak semua orang pernah berkarya dan namanya tercantum dalam buku. Namun, alhamdulillah dengan gerakan Satu Kelas Satu Buku (SKSB), semua murid SMAN 1 Sigaluh pasti pernah menulis dan diterbitkan,” tandas Andrian.
Karya Buku Naik ke Panggung
Jumat Literasi tersebut menjadi ajang bagi guru dan murid untuk menghidupkan karya yang sebelumnya telah dituangkan dalam buku. Sebanyak sembilan buku karya guru dan murid kelas XII ditampilkan melalui berbagai bentuk pertunjukan.
Sebelumnya, SMAN 1 Sigaluh telah menerbitkan 24 buku karya murid dan satu buku karya guru melalui gerakan literasi yang dikembangkan sekolah.
Kegiatan diawali dengan penampilan Kepala SMAN 1 Sigaluh yang membacakan puisi panjang. Setelah itu, kelas XII 4 tampil membawakan musikalisasi puisi, disusul kelas XII 7 dengan drama puisi.
Suasana semakin gayeng ketika Surip Pudjorahjono, guru yang dikenal sebagai salah satu guru favorit murid sekaligus seniman asal Purbalingga, tampil membawakan salah satu puisi karya murid.
Dengan penghayatan dan penampilan yang total, Surip membawakan puisi bertema kreativitas karya Niyaz. Penampilannya membuat para murid terkesima dan memberikan tepuk tangan meriah.
Geguritan dan Tembang Jawa Memukau
Kejutan berikutnya datang dari Adelia, murid kelas XII 5. Ia membawakan geguritan sekaligus melantunkan tembang Jawa dengan kemampuan sindhen.
Penampilan Adelia sontak membuat suasana gedung olahraga semakin meriah. Tepuk tangan menggema dari seluruh penjuru ruangan setelah ia menyelesaikan penampilannya.
Beragam pertunjukan tersebut menunjukkan bahwa karya literasi murid tidak berhenti dalam bentuk tulisan. Karya yang telah dibukukan dapat dikembangkan menjadi pertunjukan seni yang kreatif dan menarik.
Menulis Buku Jadi Puncak Literasi
Apresiasi terhadap program literasi SMAN 1 Sigaluh juga disampaikan Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Jawa Tengah, Maryanto. Ia menilai kemampuan menghasilkan buku merupakan salah satu bentuk pencapaian penting dalam gerakan literasi.
“Puncak literasi aktif adalah menulis buku, jadi kegiatan yang dilaksanakan SMAN 1 Sigaluh sungguh sangat baik, menginspirasi dan pasti bermakna untuk para murid,” ujar Maryanto.
Melalui program SKSB dan Jumat Literasi, SMAN 1 Sigaluh mendorong murid tidak hanya gemar membaca, tetapi juga berani menulis, menghasilkan karya, dan menampilkannya di hadapan publik. Kegiatan tersebut sekaligus membuktikan bahwa gerakan literasi dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna.(Heni Purwono/Prs)