
Dengan penuh penghayatan, murid-murid SMAN 1 Sigaluh menulis surat untuk orang tua pada kegiatan Jumat Religi, Jumat (31/7/2026). (Foto: Heni Purwono/EDUKATOR).
BANJARNEGARA, EDUKATOR – Suasana berbeda mewarnai SMAN 1 Sigaluh pada Jumat (31/7/2026). Tiga jam pelajaran pertama diisi dengan program Jumat Religi yang tidak hanya memperkuat keimanan murid melalui kegiatan ibadah sesuai agama masing-masing, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan kasih sayang kepada orang tua.
Momen paling mengharukan terjadi saat para murid diminta menulis surat untuk orang tua, bahkan ada yang tak kuasa menahan air mata karena mengenang ayah dan ibunya yang telah tiada.
Program Jumat Religi menjadi bagian dari pembiasaan karakter yang rutin dilaksanakan sekolah setiap hari Jumat. Jika pekan sebelumnya diisi dengan kegiatan Jumat Sehat melalui jalan sehat dan kerja bakti membersihkan kelas, kali ini seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan keagamaan yang dikemas hangat dan penuh makna.
Membaca Surah Al Kahfi
Bagi murid muslim, kegiatan diawali dengan membaca Surah Al Kahfi bersama. Selanjutnya mereka berbagi makanan ringan, makan bersama teman dan wali kelas, serta menulis surat berisi ungkapan terima kasih, kasih sayang, dan harapan kepada orang tua.
Membaca Alkitab
Sementara itu, murid nonmuslim tetap mengikuti pembelajaran sesuai agama masing-masing. Murid Kristen Protestan membaca Alkitab di ruang perpustakaan bersama guru agama Kristen, sedangkan murid beragama Katolik dan Buddha juga mendapatkan pembinaan dari guru agama sesuai keyakinannya.
Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Sigaluh, Irvan Fadli Kurnia, mengatakan kegiatan Jumat Religi bertujuan membentuk karakter religius sekaligus meningkatkan kepedulian sosial para murid.
Pada kegiatan tersebut, seluruh murid muslim mengenakan busana muslim, seperti baju koko dan gamis, sedangkan guru laki-laki mengenakan sarung untuk memperkuat nuansa religius.
“Hari ini semua murid muslim memakai baju koko atau gamis, sedangkan para guru bersarung. Harapannya, kegiatan ini semakin meningkatkan keimanan, kepedulian terhadap sesama, dan rasa sayang kepada orang tua,” ujar Irvan.
Suasana keakraban semakin terasa ketika murid dan wali kelas menikmati camilan bersama. Beberapa kelas juga memutar lagu bertema orang tua, seperti Bunda karya Melly Goeslaw dan Terbaik Untukmu yang dipopulerkan Ada Band bersama Gita Gutawa, sehingga suasana menjadi semakin hangat dan penuh haru.
Surat untuk Orang Tua Mengundang Haru
Salah seorang murid, Airin Hilda Pratanti, mengaku kegiatan Jumat Religi memberikan pengalaman yang berbeda dan penuh makna.
“Kegiatan ini membuat kami semakin akrab karena bisa berbagi dan makan bersama. Yang paling berkesan adalah saat diminta menulis surat untuk orang tua. Kami diingatkan untuk berterima kasih dan mengungkapkan rasa sayang kepada mereka. Momen seperti ini jarang kami lakukan di rumah,” tutur Airin.
Seluruh surat kemudian dikumpulkan kepada wali kelas dan akan diserahkan kepada orang tua saat pembagian hasil penilaian tengah semester.
Bagi sebagian murid, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat emosional. Salah seorang wali kelas, Slamet Priyati, mengaku ikut terharu ketika mendampingi murid yang telah kehilangan orang tuanya.
“Ada murid yang menulis surat sambil menangis karena orang tuanya sudah meninggal. Saya pun ikut terharu. Semoga kegiatan ini membuat anak-anak semakin menyayangi orang tua mereka,” ungkap Slamet.
Melalui program Jumat Religi, SMAN 1 Sigaluh tidak hanya membiasakan murid menjalankan ibadah sesuai keyakinannya, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, rasa syukur, dan penghormatan kepada orang tua sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah. (Heni Purwono/Prs)