
Suasana pelatihan dan Pembelajaran Al-Qur’an Isyarat
BANJARNEGARA, EDUKATOR – Komunitas Tuli Muslim Banjarnegara menggelar Training of Trainer (ToT) dan Pembelajaran Al-Qur’an Isyarat untuk memperluas akses masyarakat Tuli terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sasana Abdi Praja, Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara, Minggu (20/9/2026), diikuti 200 peserta dari tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) di Banjarnegara serta sejumlah komunitas.
Ketua Komunitas Tuli Muslim Banjarnegara, Ilham Lutfi Aditya, S.Ars. mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat Tuli untuk belajar dan mendalami Al-Qur’an.
“Kami berharap, peserta dan para pendamping dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan kepada masyarakat Tuli di berbagai wilayah Banjarnegara. Langkah ini penting untuk memperluas jangkauan dakwah yang inklusif,” ujarnya melalui penerjamah bahasa isyarat.
Memperkuat Dakwah bagi Masyarakat Tuli
Kegiatan mengusung tema “Mewujudkan Akses Pembelajaran Al-Qur’an yang Inklusif dan Berkelanjutan bagi Masyarakat Tuli melalui Bahasa Isyarat”.
Selama ini,
Komunitas Tuli Muslim Banjarnegara secara rutin menggelar pengajian dan pembelajaran Al-Qur’an Isyarat setiap Sabtu atau Minggu di Masjid Ash-Shiddiq, Pucang Bawang, Banjarnegara.
“Kami ingin teman-teman Tuli semakin memahami ajaran Islam,” ujar Ilham.
Ia berharap pembelajaran tersebut dapat membuka kesempatan bagi masyarakat Tuli untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, termasuk perlombaan hafalan Al-Qur’an Isyarat.
Keterbatasan Metode Pembelajaran Jadi Kendala
Pendamping masyarakat disabilitas, Watini, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia berharap sinergi dan pendampingan terhadap masyarakat disabilitas dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Watini menyebut keterbatasan metode pembelajaran dan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan mengajarkan Al-Qur’an Isyarat masih menjadi salah satu kendala.
Diapresiasi Dinsos P3A
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjarnegara, Agus Sugandhi, S.Sos., menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan komunitas penyandang disabilitas.
Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BAZNAS, lembaga kemanusiaan, hingga sektor perbankan yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Menurut Agus, pemenuhan hak penyandang disabilitas tidak sebatas bantuan sosial dasar. Hak tersebut juga mencakup pemenuhan kebutuhan spiritual dan literasi keagamaan.
Belajar Huruf Hijaiyah hingga Tajwid
Pelatihan Al-Qur’an Isyarat dipandu dua narasumber berpengalaman, yakni Ustaz M. Beni Sasongko, M.Pd., dan Ustazah Isarotul Imamah, S.Ag.
Keduanya mengajarkan metode isyarat huruf hijaiyah, harakat, hingga teknik visualisasi tajwid melalui gerakan tangan dan ekspresi wajah.
Selain teori dasar, peserta mendapatkan metode pembelajaran agar mampu menyampaikan kembali materi kepada sesama penyandang disabilitas rungu.
Pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta Tuli bersama guru pendamping aktif menirukan gerakan isyarat huruf hijaiyah yang dicontohkan instruktur.
Peserta juga mengulang gerakan secara mandiri dan berdiskusi menggunakan bahasa isyarat. Mereka secara bergantian maju ke depan untuk melakukan praktik mengajar atau microteaching di hadapan instruktur.
Senyum dan ekspresi bahagia terlihat ketika peserta berhasil mempraktikkan materi Al-Qur’an Isyarat dengan tepat.
Sebagai pendukung pembelajaran, peserta juga menerima bantuan Al-Qur’an, mushaf, dan buku Iqro sebanyak 100 buah.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat Dinas Sosial PPPA Kabupaten Banjarnegara, Kementerian Agama, BAZNAS, Lazismu, Bank Jateng, PNM, ESQ Kemanusiaan, guru dan pendamping SLB, pengurus komunitas, relawan, serta tamu undangan lainnya. (Muji Prasetyo/Prs)