BI Purwokerto Perkuat Kapasitas Jurnalis Hadapi Era AI

Bagikan :


Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina menyerahkan cendera mata kepada Pemimpin Redaksi kumparan Bisnis Edmiraldo Siregar. (Foto: Budi Yuswinanto/EDUKATOR)

LOMBOK, EDUKATOR–Sebanyak 22 jurnalis dari media mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto mengikuti capacity building di Hotel Aruna Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut memperkuat kemampuan jurnalis mengolah data ekonomi menjadi informasi yang akurat, kontekstual, dan mudah dipahami masyarakat di tengah perubahan teknologi serta perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Kegiatan Capacity Building Wartawan se-Banyumas Raya 2026 berlangsung pada 21-24 September 2026. Peserta berasal dari media di wilayah eks-Karesidenan Banyumas.

Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina mengatakan media memiliki peran penting dalam menerjemahkan data ekonomi yang bersifat teknis menjadi informasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Data ekonomi perlu dikemas agar mudah dipahami masyarakat,” kata Aswin.

Menurut Aswin, informasi ekonomi memiliki kaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, pemberitaan ekonomi harus didukung data yang akurat dan melalui proses konfirmasi sebelum disampaikan kepada publik.

“Akurasi data dan konfirmasi sangat penting dalam berita ekonomi,” ujarnya.

Tantangan Jurnalisme di Era Digital
Pemimpin Redaksi kumparan Bisnis Edmiraldo Siregar dalam kegiatan tersebut mengatakan, perkembangan teknologi dan AI telah mengubah pola kerja media. Jurnalis kini tidak hanya dituntut mampu menulis berita, tetapi juga menguasai berbagai keterampilan produksi konten.

“Wartawan sekarang harus mampu bekerja secara multitasking,” ujar Edmiraldo.

Menurut dia, jurnalis perlu memiliki kemampuan mengambil foto dan video, melakukan penyuntingan, serta mengemas informasi untuk berbagai platform digital.

Perubahan tersebut terjadi seiring bergesernya pola konsumsi informasi masyarakat. Audiens kini semakin banyak mengakses konten video dan informasi melalui media sosial dibandingkan hanya membaca artikel.

“Jurnalisme sekarang berkembang menjadi multiplatform,” katanya.

Karena itu, jurnalis perlu memahami karakter setiap platform agar informasi dapat disampaikan secara menarik dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Namun, perubahan format tersebut tidak boleh mengurangi prinsip dasar jurnalistik, terutama akurasi dan verifikasi informasi.

Data Ekonomi Harus Menjadi Cerita
Dalam sesi bertajuk “Dari Data Menjadi Cerita: Teknik Penyusunan Konten Berita Ekonomi yang Akurat dan Komunikatif”, Edmiraldo membagikan teknik mengolah angka dan indikator ekonomi menjadi berita yang memiliki konteks.

Menurut dia, data tidak cukup hanya ditampilkan sebagai angka. Jurnalis perlu menjelaskan makna data serta kaitannya dengan kondisi yang dirasakan masyarakat.

“Data harus diolah tepat sebelum disampaikan kepada publik,” ujarnya.

Pendekatan tersebut membuat informasi ekonomi lebih mudah dipahami. Masyarakat tidak hanya mengetahui angka pertumbuhan atau inflasi, tetapi juga memahami pengaruhnya terhadap aktivitas dan kehidupan sehari-hari.

Dalam pemanfaatan AI, teknologi dapat membantu proses produksi konten. Namun, jurnalis tetap harus memahami prinsip jurnalistik dan memastikan informasi yang dihasilkan telah diperiksa kebenarannya.

Jurnalis Dituntut Kreatif dan Multitalenta
Penguatan materi dilanjutkan melalui workshop praktik penyusunan konten berita ekonomi. Peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mengembangkan data dan informasi menjadi produk jurnalistik.

Edmiraldo menekankan kreativitas menjadi bagian penting dalam produksi konten digital. Jurnalis harus jeli membaca situasi di lapangan untuk menemukan sudut pandang dan momentum yang menarik.

Khusus konten video, bagian awal menjadi salah satu penentu perhatian audiens. Edmiraldo menekankan pentingnya hook pada tiga detik pertama agar penonton tertarik mengikuti konten hingga selesai.

Kemampuan tersebut perlu dipadukan dengan keterampilan teknis, seperti pengambilan gambar, perekaman video, dan penyuntingan. Dengan kemampuan yang lebih beragam, jurnalis dapat menyesuaikan produk jurnalistik dengan kebutuhan berbagai platform.

Praktik Diperkuat Coaching Clinic
Dalam workshop, peserta mempraktikkan langsung penyusunan konten berdasarkan data ekonomi yang tersedia. Hasil pekerjaan kemudian memasuki tahap finalisasi dan peninjauan.

Peserta juga mengikuti coaching clinic untuk memperoleh masukan terhadap hasil tulisan maupun konten yang dibuat. Tahapan tersebut menjadi ruang evaluasi untuk memperbaiki struktur, bahasa, sudut pandang, dan penyajian informasi.

Kegiatan praktik diharapkan membantu jurnalis mengembangkan data ekonomi menjadi berita yang jelas, komunikatif, dan tetap memenuhi prinsip akurasi jurnalistik.

Memahami Ekonomi Banyumas Raya
Selain materi jurnalistik, peserta mendapatkan Serayu Economic Updates yang membahas perkembangan ekonomi, inflasi, serta Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR).

Materi tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi di wilayah kerja KPwBI Purwokerto. Pemahaman terhadap perkembangan ekonomi daerah menjadi bekal bagi jurnalis untuk menentukan isu dan konteks pemberitaan yang relevan.

Dengan memahami data dan kondisi ekonomi daerah, jurnalis diharapkan dapat menjelaskan isu ekonomi secara lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

BI Perkuat Sinergi dengan Media
Kegiatan capacity building menjadi bagian dari upaya KPwBI Purwokerto memperkuat hubungan dan sinergi dengan media. Bank Indonesia juga menyediakan sejumlah sumber informasi yang dapat dimanfaatkan jurnalis, termasuk rilis media dan kanal media sosial resmi.

“Bank Indonesia menyediakan rilis dan kanal media sosial resmi,” kata Aswin.

Sinergi tersebut diharapkan mendorong terciptanya pemberitaan ekonomi yang akurat, berimbang, kontekstual, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Pada akhirnya, perkembangan teknologi dan AI menjadi bagian dari perubahan ekosistem media. Namun, kemampuan mengolah data, melakukan konfirmasi, memahami konteks, serta menyajikan informasi secara bertanggung jawab tetap menjadi fondasi penting dalam kerja jurnalistik.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, data ekonomi diharapkan tidak berhenti sebagai angka dan statistik. Informasi tersebut dapat diolah menjadi cerita jurnalistik yang membantu masyarakat memahami perkembangan ekonomi dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.(Budi Yuswinanto/Prs)

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

ChatGPT Image Sep 22, 2026, 09_45_11 PM
Kepala SMPN 1 Kalibawang Raih Peringkat Pertama Kepala Sekolah Transformatif se-Kulon Progo
lombok1
BI Purwokerto Perkuat Kapasitas Jurnalis Hadapi Era AI
ASWIN GANTINA
Ekonomi Banyumas Raya Tumbuh Kuat, Inflasi Terkendali
WhatsApp Image 2026-09-22 at 08.12
Suluh Sumurup Art Festival 2026, Menyalakan Kesetaraan Seniman Difabel
WhatsApp Image 2026-09-22 at 19.42
Mahasiswa S-3 Usahid Jakarta Teliti Komunikasi Bupati Perempuan