Kwarran Lumbir-BWS Citanduy Salurkan Air Bersih untuk 210 Warga Cingebul

Bagikan :

BANYUMAS, EDUKATOR–Sebanyak 210 kepala keluarga (KK) di RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 05 Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, menerima bantuan air bersih dari Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Lumbir bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Citanduy, Senin (3/8/2026). Bantuan tersebut disalurkan sebagai respons atas krisis air bersih yang melanda wilayah itu akibat musim kemarau panjang.

Distribusi air bersih dipimpin Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dan Pramuka Peduli Kwarran Lumbir, Agus Prihatin, S.Pd. Air didistribusikan langsung kepada warga yang terdampak kekeringan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ringankan Beban Warga Terdampak Kekeringan
Agus Prihatin mengatakan, Pramuka Peduli berkomitmen hadir di tengah masyarakat ketika terjadi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar, termasuk penyediaan air bersih saat musim kemarau.

“Pramuka harus hadir dan mengambil peran ketika masyarakat membutuhkan. Bantuan ini memang belum menyelesaikan seluruh persoalan kekeringan, tetapi setidaknya dapat meringankan beban warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pramuka Peduli Kwarran Lumbir, BWS Citanduy, dan pemerintah desa. Menurutnya, distribusi air bersih diharapkan dapat terus dilakukan apabila musim kemarau berkepanjangan dan sumber air masyarakat belum kembali normal.

Bagi warga Desa Cingebul, setiap tangki air yang datang menjadi penopang kebutuhan rumah tangga di tengah semakin terbatasnya sumber air bersih.

Wujud Kepedulian dan Semangat Gotong Royong
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Pramuka Peduli yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan pembinaan generasi muda, tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan serta tanggap terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Kolaborasi antara Kwarran Lumbir dan BWS Citanduy menjadi bukti bahwa penanganan dampak kekeringan memerlukan kerja sama berbagai pihak. Di tengah kondisi air yang semakin sulit diperoleh, kepedulian dan semangat gotong royong menjadi kunci untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi dampak kemarau yang berkepanjangan. (Parsito/Prs)

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-08-04 at 15.48
KWT Mardi Rahayu Kalialang - Unperba Ubah Sekam Jadi Arang Briket
6309736240265236923
Pemkab Purbalingga-BI Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah
6307484440451551675
Dzikrina, Murid SMAN 1 Purbalingga Lolos Paskibraka Jateng 2026
FULAD6
Pasang Bendera untuk Siapa? Ketika Merah Putih Menjadi Properti, Bukan Komitmen
WhatsApp Image 2026-08-04 at 16.59
Dr Ir Nurul Hidayat, S.Pt, M.Kom: AI Harus Jadi Mitra Belajar, Bukan Ancaman