Lima Mahasiswa Terbaik Unsoed Siap Jadi Duta Inovasi Kampus

Bagikan :

Lima mahasiswa terbaik Unsoed ini siap menjadi duta inovasi kampus, yang akan menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan hasil riset dan mendorong hilirisasi inovasi kepada masyarakat. (Foto: Dok LPPM Unsoed/EDUKATOR).

PURWOKERTO, EDUKATOR–Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (LPPM Unsoed) menetapkan lima mahasiswa terbaik sebagai Duta Inovasi Unsoed 2026. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan hasil riset dan mendorong hilirisasi inovasi kepada masyarakat.

Penetapan tersebut dilakukan dalam Grand Final Pemilihan Duta Inovasi Unsoed 2026 yang digelar di Ballroom Gedung Integrated Academic Building (IAB) Unsoed, Rabu (1/7/2026). Ida Nur Safitri dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) berhasil meraih Juara I, disusul Juara II diraih Siti Rohanna dari Fakultas Pertanian, Juara III M. Yusuf Habibi dari Fakultas Hukum, Juara Harapan I Rizki Febri Pratama dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Juara Harapan II Nadira Apie Sinatryan dari Fakultas Peternakan.

Grand Final Pemilihan Duta Inovasi Unsoed 2026 merupakan program strategis LPPM melalui Pusat Koordinasi Inovasi, Hilirisasi, dan Percepatan Swasembada Pangan (Puskor IHSP). Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya inovasi, memperluas diseminasi hasil penelitian, serta mempercepat hilirisasi agar inovasi Unsoed semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, dunia industri, pemerintah daerah, maupun berbagai pemangku kepentingan.

Koordinator Puskor IHSP LPPM Unsoed, Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP., M.Si., mengatakan program Duta Inovasi merupakan implementasi tugas Puskor IHSP dalam mengelola inovasi, memperkuat branding hasil penelitian, membangun jejaring kemitraan, serta mendorong hilirisasi dan komersialisasi hasil riset Unsoed.

“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen transformasi, komunikator sains, sekaligus ambassador inovasi yang mampu menjembatani hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Santi Dwi Astuti.

Menurut dosen ahli Rekayasa Pangan Fungsional berbasis komoditas lokal unggulan tersebut, di era transformasi digital keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknologi, tetapi juga kemampuan mengomunikasikan manfaatnya kepada masyarakat secara luas.

Seleksi Ketat dengan Pendekatan Pentahelix
Santi Dwi Astuti yang juga Wakil Ketua Persatuan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Banyumas menjelaskan, Pemilihan Duta Inovasi 2026 diikuti 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi. Setelah melalui seleksi administrasi dan penyisihan, jumlah peserta mengerucut menjadi 11 mahasiswa, kemudian lima finalis terbaik tampil pada babak grand final.

Para finalis dinilai berdasarkan pengetahuan tentang inovasi, riset, dan hilirisasi, kemampuan komunikasi dan public speaking, kreativitas dalam branding dan pembuatan konten, kepemimpinan, kolaborasi, integritas, serta komitmen berkontribusi.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi, pakar inovasi, pakar transformasi digital, pemerintah, dunia usaha, dan praktisi branding serta pemasaran, sehingga mencerminkan pendekatan pentahelix.

Dewan Juri
Para finalis dinilai oleh dewan juri yang terdiri Guru Besar Bidang Teknik Pertanian Fakultas PertanianUnsoed Prof. Dr. Eni Sumarni, S.TP., M.Si, Rektor Universitas Amikom Purwokerto, Assoc. Prof. Dr. Berlilana, M.Kom., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho, S.STP., M.Si., dan Ketua ASPIKMAS Banyumas, Pujiyanto, S.E. (Alief Einstein/Prs)

 

BERITA TERKINI

muhdi1
Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi: PGRI Terus Perjuangkan Kesejahteraan Guru
FULAD6
Iran Membuktikan, Adidaya Tidak Selalu Menang
WhatsApp Image 2026-07-21 at 07.42
PGRI FC Banjarnegara Lolos Ke 16 Besar Andalas Open Bupati Cup 2026
moubna
STIE Tambara Gandeng Lima Mitra, Salurkan Bantuan RTLH
Popda Purbalingga Jadi Panggung Lahirnya Atlet Muda Berprestasi4
4.627 Atlet Pelajar Ikuti Popda