Lomba Fotografi Meriahkan Pameran Fotografi “Monokrom”

Bagikan :

PURBALINGGA, EDUKATOR–Pameran Tunggal Fotografi ke-2 bertajuk “Monokrom” karya Djentot Subechi dimeriahkan lomba fotografi khusus pelajar berbasis kamera ponsel di area Kie Art Project, Cartoon Village Direja, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pameran yang berlangsung 2–10 Mei 2026.

Djentot Subechi , guru Seni Budaya SMAN 2 Purbalingga mengatakan, pameran ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Bulan Menggambar Nasional 2026. “Saya  menampilkan karya fotografi hitam putih berbasis kamera ponsel,” ujar Djentot Subechi kepada EDUKATOR di sela-sela pameran, Senin (4/5/2026).

Lomba Fotografi Khusus Pelajar dan Berhadiah
Untuk memeriahkan pameran, panitia menggelar lomba fotografi monochrome bagi pelajar yang berlangsung 2–9 Mei 2026 dan ditutup pukul 24.00 WIB.

Peserta diwajibkan mengambil foto di area Cartoon Village Direja, menggunakan kamera ponsel, lalu mengunggahnya ke Instagram pribadi dengan menyertakan akun https://www.instagram.com/cartoonvillagedireja/, https://www.instagram.com/kieseni_pemuda/, dan https://www.instagram.com/djentot/ serta tagar #DirejaInBlackWhite.

Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas foto terbaik dan jumlah tanda suka terbanyak. Panitia menyediakan hadiah bagi tiga pemenang, yakni juara pertama Rp500.000, juara kedua Rp 300.000, dan juara ketiga Rp200.000. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 10 Mei 2026 melalui akun Instagram penyelenggara.

Eksplorasi Estetika Hitam Putih
Djentot Subechi menghadirkan karya fotografi berbasis telepon genggam sebagai bentuk eksplorasi estetika monokrom. “Melalui monokrom, saya ingin kembali ke esensi paling sederhana dalam melihat realitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fotografi tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga media ekspresi yang mampu merekam dinamika kehidupan sehari-hari.

Fotografi dari Genggaman
Menurut Djentot, perkembangan teknologi membuat kamera ponsel semakin mudah diakses sebagai alat berkarya. Namun, pemanfaatannya sebagai medium artistik masih perlu ditingkatkan.

“Apa yang ada di genggaman sebenarnya bisa menjadi karya seni,” katanya.

Dorong Apresiasi Seni dan Pendidikan
Melalui pameran dan lomba ini, penyelenggara berharap masyarakat, khususnya pelajar dan pecinta fotografi, semakin mengapresiasi seni rupa. Karya-karya yang ditampilkan mengajak pengunjung memahami makna visual hitam putih yang sederhana namun mendalam.

“Semoga pameran ini memberi inspirasi bagi siapa saja yang mencintai seni,” ujar Djentot.

Pameran “Monokrom” terbuka untuk umum setiap hari pukul 08.00–20.00 WIB hingga 10 Mei 2026, sekaligus menjadi ruang refleksi dan apresiasi perkembangan seni fotografi di era digital. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

FULAD6
Perang AS-Iran, Jangan Seret Indonesia Ke Bara Api
ChatGPT Image May 4, 2026, 05_43_07 PM
Implementasi Pengelolaan Perpustakaan JITU di Aksara Loka
slamet
Permudah Layanan Kepegawaian ASN, Banyumas Luncurkan Aplikasi SLAMET
jw3
Jurusan Bahasa Jawa Unnes Gelar Workshop Pengembangan Bahan Ajar
lantik1
Bupati Banyumas Lantik 77 Pejabat Baru