Memprihatinkan, Penyalahguna Narkoba Mayoritas Anak Usia Sekolah

Bagikan :

*BNN Purbalingga Rehabilitasi 25 Klien

Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Purbalingga, Awan Pratama, S.IP M.I.Pol saat mengedukasi pelajar pada masa MPLS di sebuah sekolah.

PURBALINGGA, EDUKATOR— Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga melampaui target layanan rehabilitasi rawat jalan pada Tahun Anggaran 2026. Dari target 20 klien, hingga 17 Juli 2026 Klinik Pratama BNN Purbalingga telah menangani 25 klien, dengan 15 di antaranya merupakan anak-anak di bawah usia 18 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan penyalahgunaan narkoba masih mengancam kalangan usia sekolah.

Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Purbalingga, Awan Pratama, S.IP M.I.Pol mengatakan, capaian tersebut melampaui mandat yang diberikan kepada BNN Purbalingga sebagai instansi vertikal untuk memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 20 klien sepanjang tahun 2026.

“Hingga 17 Juli 2026, kami telah memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 25 klien,” ujarnya di kantor BNN Purbalingga, Sabtu (18/7/2026).

Mayoritas Klien Menggunakan Lebih dari Satu Jenis Zat
Dari total 25 klien yang menjalani rehabilitasi, sebanyak 20 orang berjenis kelamin laki-laki dan lima orang perempuan.  Data BNN Purbalingga menunjukkan sebanyak 64 persen klien masuk kategori multiple user, yakni menggunakan lebih dari satu jenis zat, baik kombinasi narkotika dan psikotropika maupun lebih dari satu jenis narkotika atau psikotropika.

Menurut Awan, pola penggunaan lebih dari satu zat tersebut meningkatkan risiko dampak kesehatan, gangguan psikologis, hingga persoalan sosial yang lebih berat, baik bagi pengguna maupun lingkungan sekitarnya.

Edukasi di Sekolah Terus Diperkuat
Yang lebih memprihatinkan, sebanyak 15 orang atau sekitar 61 persen dari total 25 klien yang ditangani masih berstatus anak-anak dengan usia di bawah 18 tahun.

Fakta ini menunjukkan penyalahgunaan narkoba telah menyasar kelompok usia yang seharusnya masih berada dalam masa pembentukan karakter dan pendidikan.

Sebagai langkah pencegahan, BNN Kabupaten Purbalingga terus mengintensifkan edukasi bahaya narkoba di lingkungan pendidikan. Selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, BNN Purbalingga telah memberikan edukasi dan penguatan karakter antinarkoba kepada 11.661 murid di 58 lokasi satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Purbalingga serta Banjarnegara.

Meski demikian, BNN menilai upaya tersebut belum cukup untuk menekan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja.

Awan menegaskan, keberhasilan pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan BNN. Dukungan keluarga, sekolah, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) berjalan lebih masif dan partisipatif.

“Kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan agar anak-anak kita tidak terjerat penyalahgunaan narkoba,” tegasnya. (Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Iran Membuktikan, Adidaya Tidak Selalu Menang
Popda Purbalingga Jadi Panggung Lahirnya Atlet Muda Berprestasi4
4.627 Atlet Pelajar Ikuti Popda
6264883716404481881
Pimpin Apel Dindikbud, Bupati Fahmi Ingatkan ASN Jangan Sekadar Absen
WhatsApp Image 2026-07-19 at 15.16
Memprihatinkan, Penyalahguna Narkoba Mayoritas Anak Usia Sekolah
FAUZI PAKAIAN JAWA
Membangun Karakter melalui Lingkungan Sekolah