Mendikdasmen Abdul Mu’ti Buka FTBI Jateng 2026, Diikuti 460 Murid SD dan SMP

Bagikan :

*Upaya Melestarikan Bahasa Jawa sebagai Bahasa Ibu

Mendikdasmen Abdul Mu’ti memukul gong, menandai pembukaan FTBI Jateng 2026.

UNGARAN, EDUKATOR–Sebanyak 460 murid SD dan SMP dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 selama tiga hari, Jumat-Minggu (9–11/10/2026). Dibuka Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, festival ini menegaskan pentingnya membiasakan penggunaan bahasa daerah agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya bangsa di tengah derasnya arus modernisasi.

Foto bersama,Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Wagub Jateng Taj Yasin dan panitia serta peserta FTBI Jateng 2026.

Pembukaan festival berlangsung pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah itu juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin. Kompetisi dipusatkan di Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.Berikut link youtube pembukaan FTBI Jateng 2026 https://www.youtube.com/watch?v=Mbc6FSC20eg

Ada tujuh cabang lomba yang dipertandingkan, yakni membaca dan menulis aksara Jawa, nembang macapat, menulis cerita cekak (cerkak), sesorah atau pidato berbahasa Jawa, mendongeng, membaca geguritan, serta ndhagel jen atau komedi berbahasa Jawa. Pada penyelenggaraan tahun ini, kategori peserta tidak lagi dipisahkan berdasarkan jenis kelamin.

Wagub Jateng Taj Yasin memberikan penghargaan kepada  Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum. sebagai penyelenggara FTBI Jateng 2026. 

Bahasa Daerah Tak Cukup Diajarkan di Sekolah
Abdul Mu’ti menilai, FTBI memiliki peran penting untuk mendekatkan generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alfa, dengan bahasa serta tradisi daerah. Menurutnya, pelestarian bahasa ibu tidak cukup hanya mengandalkan pelajaran muatan lokal di sekolah, tetapi harus diwujudkan melalui kebiasaan berkomunikasi sehari-hari.

“Bahasa itu soal kebiasaan dan pembiasaan,” tegas Abdul Mu’ti.

Ia menekankan, keluarga dan lingkungan masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Penggunaan bahasa ibu dalam percakapan sehari-hari perlu terus dibiasakan, termasuk dalam kegiatan resmi yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Abdul Mu’ti juga menyoroti nilai unggah-ungguh atau tata krama dalam bahasa Jawa. Menurutnya, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sarana menanamkan etika, rasa hormat, dan akhlak mulia sejak dini.

“Bahasa Jawa mengajarkan tata krama dan akhlak,” ujarnya.

Ia berharap FTBI tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, festival ini diharapkan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah, mengasah kemampuan berbahasa, serta mempererat persahabatan antarpeserta dari berbagai daerah.

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menjelaskan, peserta FTBI 2026 merupakan murid terbaik yang mewakili kabupaten/kota setelah melalui seleksi di daerah. Mereka berkompetisi dalam tujuh cabang lomba yang mengangkat kekayaan bahasa dan sastra Jawa.

Hafidz menegaskan, pelestarian bahasa ibu harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebagai warisan masa lalu.

“Bahasa ibu harus terus hidup dan diwariskan,” katanya.

Menjaga Identitas Budaya Generasi Muda
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin turut mendukung penyelenggaraan FTBI sebagai upaya menjaga karakter dan identitas budaya generasi muda. Ia mengingatkan bahwa keberlangsungan bahasa daerah berkaitan erat dengan kelestarian budaya masyarakat.

“Bahasa ibu adalah jati diri bangsa,” ujar Taj Yasin.

Melalui FTBI 2026, pemerintah berharap murid tidak hanya terampil menggunakan bahasa daerah, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Pembiasaan di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat menjadi langkah penting agar bahasa ibu tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu siaran langsung perlombaan setiap cabang dapat disimak di link berikut:

Lomba Nembang Macapat SMP Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026
https://youtube.com/live/lYsN7riJy3c?feature=share

Lomba Komedi Tunggal (Ndhagel Ijen) SMP Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026
https://youtube.com/live/b0WUnF4bXGg

Lomba Berpidato (Sesorah) SMP Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026

Lomba Membaca Geguritan (Maca Geguritan) SMP Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026
https://youtube.com/live/4GA8MrPWA-A

Lomba Mendongeng (Ndongeng) SMP Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026
https://youtube.com/live/0bZVdqKZCVg 

(Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

School Report Card Day Celebration
Mulai 2027, Murid Tak Otomatis Naik Kelas
upshoot-47
Trofeo PGRI Banjarnegara Dibuka, PGRI Bawang dan PGRI Mandiraja Unggul
Screenshot 2026-10-10 095200
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Buka FTBI Jateng 2026, Diikuti 460 Murid SD dan SMP
WhatsApp Image 2026-10-09 at 11.47
Murid SMAN 1 Sigaluh Pamer Karya Batik Shibori
WhatsApp Image 2026-10-10 at 08.22
BNNK Purbalingga Ajak Anak Jadi Sahabat Literasi