Meningkatan Hasil Belajar Materi Daur Hidup Hewan Menggunakan Model STAD

by -52 Views

Oleh: Vini Setyorini, S.Pd

Guru SD Negeri 1 Pabuwaran

Kecamatan Purwokerto Utara

Kabupaten Banyumas

            PENDIDIKAN IPA di tingkat dasar memerlukan pendekatan yang inovatif untuk menjadikan pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Model ini penulis terapkan pada pembelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri 1 Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, khususnya pada materi Daur Hidup Hewan.

            Wartono (2019) menjelaskan, model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah model di mana siswa bekerja secara berkelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran mereka. Model ini menekankan kerja sama antar-siswa dan tanggung jawab bersama dalam mencapai hasil belajar.

            Sedangkan Dulrohim (2017) menjelaskan, model pembelajaran kooperatif tipe STAD menciptakan lingkungan belajar di mana setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas pemahaman dan keberhasilan individu, sehingga kolaborasi menjadi kunci utama.

            Adapun langkah-langkah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Daur Hidup Hewan sebagai berikut:

            Pertama, pembentukan tim. Siswa dibagi menjadi tim kecil, biasanya beranggotakan empat atau lima siswa. Pembentukan tim dilakukan secara heterogen, sehingga setiap tim memiliki keberagaman kemampuan.

            Kedua, pemberian materi awal (Pretest). Guru memberikan pretest individu kepada setiap siswa untuk mengukur pemahaman mereka sebelum memulai pembelajaran kelompok.

            Ketiga, pembelajaran kelompok. Guru memberikan materi pembelajaran dan tugas kelompok kepada setiap tim. Siswa berkolaborasi untuk memahami konsep Daur Hidup Hewan.

            Keempat, kuis tim (Team Quiz). Setelah pembelajaran kelompok, siswa mengikuti kuis tim untuk mengukur pemahaman kelompok. Poin diberikan berdasarkan pencapaian tim.

            Kelima, pemberian reward dan evaluasi individu. Tim yang mencapai hasil baik mendapatkan reward, tetapi setiap siswa juga dievaluasi secara individu. Hal ini mendorong tanggung jawab individual dan motivasi untuk belajar.

            Contoh pembelajaran pada materi daur hidup hewan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, misalnya siswa  mengamati dan mendiskusikan berbagai tahapan daur hidup hewan, seperti kupu-kupu atau katak. Setiap kelompok dapat memiliki tanggung jawab khusus, seperti mengamati gambar atau membuat presentasi tentang tahapan-tahapan tersebut.

            Berdasarkan pengamatan penulis, ada kelebihan dan kekurangan penggunaan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD.

Kelebihannya, model ini dapat meningkatkan kerjasama antar-siswa dan keterlibatan dalam pembelajaran.

            Selain itu, melalui kuis tim, setiap siswa memiliki kesempatan untuk meningkatkan pemahaman individu mereka.

            Sedangkan kekurangannya, implementasi STAD memerlukan waktu yang cukup untuk pembentukan tim dan pelaksanaan aktivitas kelompok.

            Lepas dari kelebihan dan kekurangan, menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada materi Daur Hidup Hewan di Kelas IV SD Negeri 1 Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas membawa manfaat signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya menjadi lebih efektif tetapi juga membangun kerjasama dan tanggung jawab di antara siswa, keterampilan yang penting untuk perkembangan mereka di masa depan. (*)

==

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.