Model Make a Match Tingkatkan Aktivitas Belajar Pendidikan Pancasila di Kelas Rendah

by -24 Views

Oleh: Siti Asiyah, S.Pd.

Guru SD Negeri 1 Kandanggampang

Kabupaten Purbalingga

            PEMBELAJARAN Pendidikan Pancasila di tingkat kelas rendah memerlukan pendekatan yang menarik dan interaktif. Salah satu model pembelajaran yang efektif adalah Model Make a Match. Penulis menerapkan modle ini untuk pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas II SD Negeri 1 Kandanggampang, Purbalingga.

            Menurut Ritchie (2015), Model Make a Match adalah pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam menghubungkan konsep-konsep yang sesuai atau serasi. Siswa dihadapkan pada kartu atau elemen yang harus dipasangkan dengan pasangan yang sesuai.

            Sedangkan Joyce VanTassel-Baska (2021) menjelaskan, model  Make a Match sebagai metode pembelajaran di mana siswa diharapkan membuat hubungan antara konsep-konsep tertentu melalui pasangan atau kelompok elemen yang sesuai.

            Langkah-langkah Pembelajaran Model Make a Match di kelas rendah, khususnya di Kelas II SD Negeri 1 Kandanggampang, Purbalingga sebagai berikut.

            Persiapan Materi: Guru merancang kartu-kartu yang berisi konsep-konsep Pendidikan Pancasila yang ingin diajarkan. Misalnya, nilai-nilai dasar Pancasila, lambang Pancasila, atau tokoh-tokoh yang berpengaruh.

            Penjelasan Aturan Main: Guru menjelaskan aturan main permainan Make a Match kepada siswa. Setiap kartu memiliki pasangan yang sesuai, dan siswa harus mencocokkan kartu tersebut.

            Pembagian Kartu: Guru membagikan kartu-kartu kepada siswa. Setiap siswa mendapatkan satu kartu atau lebih, tergantung pada kompleksitas materi yang diajarkan.

            Aktivitas Mencocokkan: Siswa berusaha mencocokkan kartu-kartu yang sesuai berdasarkan konsep-konsep Pendidikan Pancasila yang mereka miliki. Mereka dapat berkolaborasi dalam kelompok atau bekerja secara individu.

            Diskusi dan Refleksi: Setelah permainan selesai, guru memimpin diskusi bersama untuk meresapi konsep-konsep yang telah dipelajari. Siswa diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman mereka.

            Contoh-contoh Model Pembelajaran Make a Match untuk Pendidikan Pancasila Kelas Rendah

            Pasangan Nilai Pancasila: Setiap siswa mendapatkan satu kartu dengan salah satu nilai Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat). Mereka mencari pasangan yang sesuai dengan nilai yang tertera.

            Lambang dan Makna Pancasila: Kartu-kartu berisi gambar lambang Pancasila dan deskripsi singkat tentang makna setiap simbol. Siswa mencocokkan lambang dengan maknanya.

            Berdasarkan pengamatan penulis, ada kelebihan dan kekurangan pengunaan Model Pembelajaran Make a Match

            Kelebihannya, model ini menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, membantu siswa belajar dengan cara yang lebih positif.

Selain itu, model ini mampu meningkatkan kerjasama dalam belajar.

            Sedangkan kekurangannya, beberapa konsep make a match sulit untuk dicocokkan dengan pasangannya, terutama jika kurangnya variasi dalam materi.

            Untuk mengatasi hal itu, guru harus merancang kartu-kartu dengan berbagai tingkat kesulitan dan mencakup berbagai aspek Pendidikan Pancasila untuk meminimalkan keterbatasan mencocokkan kartu.

            Model Pembelajaran Make a Match membuka potensi baru dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas rendah. Dengan desain yang baik dan variasi materi, model ini dapat menjadi alat yang efektif untuk memperkenalkan dan menguatkan konsep-konsep dasar Pancasila pada anak-anak.(*)

==

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.