Model Pembelajaran PBL Tingkatkan Hasil Belajar PPKn

by -18 Views

Oleh: Dwi Retnani Wibowo, S.Sos

Guru PPKn SMP Negeri 3 Purwanegara

Kabupaten Banjarnegara

            PEMBELAJARAN Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memerlukan pendekatan yang memotivasi siswa untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Model Pembelajaran Project Based Learning (PBL). Penulis menarapkan modle PBL ini pada pembelajaran  PPKn di Kelas 8 SMP Negeri 3 Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, khususnya pada materi Pancasila sebagai Dasar Negara.

            Djamarah  (2019) menjelaskan, PBL adalah suatu metode pembelajaran di mana siswa belajar dengan mengerjakan proyek atau tugas-tugas yang menuntut pemecahan masalah konkret.

            Sedangkan Thomas S. C. Farrell (2018) menjelaskan, PBL adalah pendekatan pembelajaran di mana siswa belajar melalui pengerjaan proyek yang mencerminkan situasi kehidupan nyata, memerlukan kerjasama antar siswa, dan memerlukan pemecahan masalah.

            Adapun langkah-langkah pembelajaran PPKn dengan model pembelajaran PBL yang penulis terapkan sebagai berikut:

            Pertama, guru dan siswa bersama-sama menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui proyek. Misalnya, pemahaman lebih mendalam tentang nilai-nilai Pancasila.

            Kedua, siswa berkolaborasi dalam merencanakan proyek, termasuk menentukan masalah yang akan diselesaikan dan cara menyajikannya.

            Ketiga, siswa bekerja bersama-sama dalam kelompok untuk menjalankan proyek mereka. Proyek bisa berupa penelitian, pembuatan materi presentasi, atau pengembangan karya seni yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

            Keempat, setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya kepada seluruh kelas. Ini memungkinkan siswa untuk berbagi pengetahuan mereka dan mendapatkan umpan balik dari teman-teman sekelas.

            Kelina, guru dan siswa bersama-sama mengevaluasi proyek dan proses pembelajaran. Evaluasi dapat mencakup pemahaman materi, kemampuan berkolaborasi, dan presentasi.

            Contoh-contoh penggunaan model pembelajaran PBL untuk meningkatkan hasil belajar PPKn, misalnya, siswa dapat melakukan penelitian tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila tercermin dalam kehidupan sehari-hari, dan menghasilkan laporan atau presentasi yang mencerminkan pemahaman mereka.

            Kemudian, siswa dapat membuat materi pembelajaran interaktif seperti video, aplikasi, atau papan permainan yang mempromosikan pemahaman nilai-nilai Pancasila.

            Berdasarkan pengamatan penulis, ada kelebihan dan kekurangan penggunaan model PBL.  Kelebihannya,  PBL memungkinkan siswa memahami materi dengan lebih mendalam karena diterapkan dalam konteks proyek konkret. Selain itu, modle ini menjadikan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dan pembuatan proyek, meningkatkan motivasi belajar.

            Sedangkan kekurangannya, implementasi PBL membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan metode pembelajaran konvensional.

            Untuk mengatasi kekurangan itu, guru harus menjadwalkan proyek sesuai dengan kurikulum dan memberikan waktu yang cukup untuk setiap tahap.

Kemudian, guru  mengembangkan keterampilan manajemen kelas untuk mendukung proses pembelajaran PBL.

            Menurut penulis, model Pembelajaran PBL membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar PPKn di Kelas 8 SMP Negeri 3 Purwanegara. Meskipun memiliki tantangan, solusi yang tepat dan dukungan yang baik akan memastikan PBL memberikan dampak positif pada pemahaman siswa tentang Pancasila sebagai Dasar Negara.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.