Murid MI Ma’arif NU Karangreja 1 Rutin Laksanakan Salat Dhuha Setiap Pagi

Bagikan :

*Sebelum Pembelajaran Dimulai

PURBALINGGA, EDUKATOR–MI Ma’arif NU Karangreja 1, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, rutin melaksanakan salat dhuha setiap pagi sebelum kegiatan belajar dimulai. Program ini diikuti seluruh guru dan murid kelas 1 hingga kelas 6 sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah.

Kepala MI Ma’arif NU Karangreja 1 Yazid Nur Hidayat, S.Pd.I., mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan membiasakan murid mendekatkan diri kepada Allah Swt. “Ini juga menjadi sarana pembinaan akhlak dan kedisiplinan,” ujarnya, Senin (20/4.2026).

Tanamkan Rasa Syukur Sejak Dini
Salat dhuha dilaksanakan secara berjamaah dengan suasana tertib dan khusyuk. Sebelum ibadah dimulai, murid berbaris rapi dan mengikuti arahan guru.

Melalui kegiatan ini, murid diajarkan untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt. Kebiasaan beribadah sejak dini diharapkan mampu membentuk pribadi yang taat, santun, dan bertanggung jawab.

Latih Disiplin dan Manfaatkan Waktu
Selain membangun nilai religius, program ini juga melatih kedisiplinan. Murid terbiasa datang tepat waktu karena kegiatan dimulai sebelum jam pelajaran.

Pihak sekolah menilai kebiasaan ini berdampak positif terhadap suasana belajar. Lingkungan menjadi lebih tenang dan kondusif, sehingga murid dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih fokus.

Sekolah berharap kegiatan salat dhuha dapat terus dilaksanakan secara konsisten sebagai upaya membentuk generasi berkarakter dan berakhlak mulia.(Eti Purwani/Prs)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-09-04 at 20.11
Khidmat, Penyambutan ETK Kwarda Jateng di Perbatasan Kebumen-Banjarnegara
TOP_9204
75 UMKM dan 29 Pesantren Ramaikan SELARAS 2026
536188746_1207451184483089_6673379772962767251_n
Dosen DKV UMP Tegar Roli Anugrafianto: AI Ubah Wajah Media, Etika Jadi Taruhannya
FULAD6
Istana di Jakarta, Komando di Solo? Ketika Pengaruh Politik Mulai Membentuk Pusat Gravitasi Kekuasaan
FAUZI MERAH
Belajar dari Fenomena “Hardship Camp” dan Menemukan Kembali Makna Pendidikan Karakter