Murid SMAN 1 Rembang Antusias Belajar Asuransi Lewat Game

Bagikan :

Foto bersama murid-murid SMAN 1 Rembang, Purbalingga dan guru ekonomi Samrin, S.Pd dengan karyawan FIFGroup Cabang Purbalingga. (Foto: Humas SMAN 1 Rembang/EDUKATOR). 

PURBALINGGA, EDUKATOR–Suasana Ruang Serbaguna Dewi Sartika SMAN 1 Rembang, Kabupaten Purbalingga, Senin (20/7/2026) berubah riuh penuh gelak tawa saat puluhan murid antusias mengikuti permainan kartu asuransi dalam program Jam Sosial Mengajar.

Melalui permainan yang menghadirkan berbagai skenario kehidupan, mulai dari musibah kebakaran hingga memperoleh hadiah uang, para murid diajak memahami pentingnya asuransi sebagai perlindungan risiko dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

“Kami ingin mengubah anggapan bahwa belajar keuangan itu membosankan. Lewat permainan, murid dapat memahami pentingnya asuransi dan pengelolaan risiko dengan cara yang menyenangkan,” ujar Samrin, S.Pd., Guru Mata Pelajaran Ekonomi SMAN 1 Rembang, yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang dikemas dalam program MENYALA (Menyuarakan Literasi Melalui Aksi) merupakan kolaborasi SMAN 1 Rembang dengan FIFGROUP Cabang Purbalingga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan.

Kegiatan itu diikuti 40 murid kelas XI dan XII. Sebelumnya, program literasi keuangan juga telah dilaksanakan secara bertahap di kelas-kelas lain sehingga menjangkau lebih banyak murid.

Belajar Risiko Melalui Permainan
Dalam permainan tersebut, para murid dibagi menjadi beberapa tim. Setiap tim secara bergantian memutar roda undian yang berisi berbagai peristiwa, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan.

Saat sebuah tim memperoleh kejadian seperti kebakaran rumah, tim lain spontan bersorak. Sebaliknya, ketika undian menghadirkan hadiah uang atau keberuntungan lainnya, tim yang mendapat giliran menyambut dengan gembira, sementara tim lain tampak kecewa.

Di balik suasana yang penuh tawa, setiap kejadian kemudian dianalisis bersama. Para murid diajak mengetahui apakah risiko yang diperoleh terlindungi oleh polis asuransi yang dimiliki tim, sekaligus memahami apakah kondisi tersebut memenuhi syarat untuk mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi.

Melalui simulasi tersebut, mereka merasakan sendiri bagaimana ketidakpastian dapat terjadi kapan saja. Dari pengalaman itu, para murid memahami bahwa asuransi berperan sebagai perlindungan finansial yang memberikan rasa aman ketika menghadapi berbagai risiko dalam kehidupan.

Literasi Keuangan Dikemas Interaktif
Selain permainan kartu asuransi, Samrin juga menyampaikan materi mengenai pola pikir keuangan, perencanaan keuangan sederhana, ekosistem industri keuangan, hingga pengenalan pajak.

Media permainan kartu asuransi yang dikembangkannya menjadi inovasi pembelajaran untuk memudahkan murid memahami konsep asuransi sekaligus memperkuat literasi keuangan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para murid aktif mengajukan pertanyaan, baik mengenai pengelolaan keuangan maupun peluang berkarier di perusahaan pembiayaan.

“Kegiatan ini kami harapkan dapat meningkatkan kesadaran finansial generasi muda. Literasi keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga bagaimana mengelola risiko dengan bijak,” kata Branch Head FIFGROUP Cabang Purbalingga, Hendrik Mulyono.

Kegiatan semakin semarak dengan pembagian doorprize bagi peserta yang aktif selama sesi berlangsung.

Murid Merasa Belajar Lebih Menyenangkan
Salah seorang peserta, Adelia Sabria, murid kelas XII C, mengaku metode pembelajaran melalui permainan membuat materi lebih mudah dipahami.

“Belajarnya seru karena ada game, jadi lebih mudah memahami pentingnya mengatur keuangan dan asuransi,” ujarnya.

Melalui program Jam Sosial Mengajar ini, SMAN 1 Rembang dan FIFGROUP Cabang Purbalingga berharap semakin banyak murid memiliki pemahaman yang baik tentang literasi keuangan. Yakni  mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memahami pentingnya perlindungan terhadap berbagai risiko dalam kehidupan sehari-hari. (Heni Purwono/Prs)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-22 at 12.33
Banjarnegara Kekurangan 2.177 Guru
WhatsApp Image 2026-07-22 at 12.35
Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi Tegaskan Besarnya Perjuangan PGRI Untuk Guru
FULAD6
Masa Depan Indonesia, Indonesia Masa Depan: Akankah Menjadi Negara Maju atau Negara Gagal?
fauzijuni1
Saat Judi Online Mengincar Murid, Mampukah Guru Menjadi Benteng Terakhir?
muhdi1
Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi: PGRI Terus Perjuangkan Kesejahteraan Guru