
Sambil mengikuti jalan sehat, murid-murid SMAN 1 Sigaluh ini membikin konten yang berhubungan dengan pembelajaran. (Foto: Heni Purwono/EDUKATOR)
BANJARNEGARA, EDUKATOR — Jalan sehat di sekitar lingkungan sekolah sudah menjadi kegiatan yang lazim dilakukan banyak sekolah setiap Jumat pagi sebelum pembelajaran dimulai. Namun, ada cara unik yang diterapkan SMAN 1 Sigaluh yang berlokasi di Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara. Sambil berjalan sehat, para murid “ngonten” atau membuat konten video bertema pembelajaran dari lingkungan sekitar sebagai tugas yang akan diunggah ke media sosial.
Menyusuri lingkungan sekolah yang asri dan alami.(Foto: Heni Purwono/EDUKATOR)
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Jateng ASRI yang digelar melalui agenda Jumat Sehat pada Jumat (24/7/2026). Ratusan murid mengikuti jalan sehat mengelilingi lingkungan sekolah, sambil belajar mengenali potensi alam dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Sigaluh, Henny Murdhiastuti, mengatakan, kegiatan Jumat Sehat tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani, tetapi juga mengenalkan murid pada lingkungan biotik dan abiotik di sekitar sekolah.
“Kami mengingatkan murid agar tetap menjaga adab saat bertemu warga. Mereka juga diminta membuat konten video agar kegiatan di luar kelas tetap memiliki nilai pembelajaran,” ujarnya .
Didampingi guru, para murid mengikuti jalan sehat dengan tetap menjaga ketertiban dan sopan santun di sepanjang jalan di sekitar sekolah. (Foto: Heni Purwono/EDUKATOR)
Belajar Langsung dari Alam dan Masyarakat
Rute jalan sehat yang ditempuh sepanjang lebih dari satu kilometer melintasi area persawahan di depan sekolah, perkebunan durian, duku, dan salak pondoh yang menjadi komoditas unggulan Kecamatan Sigaluh, lahan palawija, hingga permukiman warga.
Selama perjalanan, para murid tidak sekadar berjalan kaki. Mereka menyapa warga, singgah di beberapa lokasi, berdialog, hingga melakukan wawancara sebagai bahan konten video pembelajaran yang nantinya diunggah ke media sosial.
Salah satu murid kelas XI-7, Andrian Setiawan, misalnya, mengunjungi rumah salah satu warga yang membudidayakan lebah madu klanceng.
Ia mewawancarai Kiyono, pembudidaya lebah madu Klanceng untuk mengetahui potensi ekonomi dari usaha tersebut.
“Dari wawancara ini kami jadi tahu madu klanceng memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dalam waktu dua bulan, satu kandang bisa menghasilkan sekitar Rp 75 ribu. Lebah ini juga tidak berbahaya dan mudah dipelihara,” ujar Andrian Setiawan.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada Andrian dan murid-murid lainnya untuk belajar langsung dari masyarakat, sekaligus mengenal potensi ekonomi yang ada di lingkungan sekitar sekolah.
Program Jumat Berganti Tema
Henny menjelaskan, kegiatan Jumat di SMAN 1 Sigaluh akan dilaksanakan secara bergantian dengan empat tema, yakni Jumat Sehat, Jumat Bersih, Jumat Religi, dan Jumat Ekspresi.
Melalui variasi kegiatan tersebut, sekolah berharap murid tidak mudah jenuh, tetap aktif, serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan.
“Kami ingin setiap Jumat menjadi pengalaman baru bagi murid. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dari lingkungan sekitar,” ujarnya. (Heni Purwono/Prs)