Para Guru SMPN 2 Kutasari Diingatkan Pentingnya Etika Digital

Bagikan :

Pengawas pembina SMPN 2 Kutasari, Dra Dartini, M.Pd (kiri) didampingi Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Arif Rakhman, S.Pd (Foto Humas SMPN 2 Kutasari/EDUKATOR)

PURBALINGGA, EDUKATOR – Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Dra. Dartini, M.Pd, menegaskan pentingnya keadaban dan keamanan digital bagi para guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 2 Kutasari.

“Etika berinteraksi di ruang digital, penguatan literasi digital untuk menangkal hoaks dan konten negatif, serta perlindungan data pribadi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran di sekolah,” ujar Dartini sebagai pengawas pembina SMPN 2 Kutasari dalam kegiatan Komunitas Belajar KABEL (Kawan Belajar) SMPN 2 Kutasari, Senin (26/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung dari jam 12.00–14.15 WIB itu diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan SMPN 2 Kutasari. Mengusung tema “Mewujudkan Sekolah yang Nyaman, Aman, dan Inklusif”, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman warga sekolah tentang pentingnya membangun budaya sekolah yang berpihak pada murid, menjamin rasa aman, serta menghargai keberagaman.

Dalam pemaparannya, Dartini menjelaskan bahwa budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun secara sadar dan konsisten. Budaya tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, hingga keadaban dan keamanan di ruang digital.

“Semua aspek itu menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif bagi seluruh warga sekolah,” jelasnya.

Sembilan Asas Utama
Ia menekankan bahwa penyelenggaraan budaya sekolah yang ideal harus berpijak pada sembilan asas utama, yakni humanis, komprehensif, partisipatif, kepentingan terbaik bagi anak, nondiskriminatif, inklusif, kesetaraan gender, harmonis, dan berkelanjutan. Prinsip-prinsip tersebut, menurut Dartini, menjadi dasar dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan bermartabat.

Dartini juga mengingatkan bahwa setiap murid memiliki hak konstitusional untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Selain itu, murid berhak tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, kognitif, psikologis, sosial, maupun spiritual, dalam lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Selain aspek digital, materi turut menyoroti pentingnya kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural. Hal ini meliputi pemberian kesempatan yang setara bagi murid untuk berpendapat dan berekspresi, penguatan dukungan psikologis dan sosial, serta pembangunan relasi antarsesama warga sekolah yang saling menghormati dalam bingkai keberagaman.

Berlangsung Interaktif
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan gagasan dari peserta. Diskusi mengerucut pada sejumlah isu strategis, antara lain pengelolaan kelas yang inklusif, penerapan prinsip nondiskriminatif, penguatan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap kebijakan sekolah, serta langkah konkret menjaga keamanan fisik dan psikologis murid.

Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Arif Rakhman, S.Pd, mengapresiasi antusiasme seluruh peserta dalam kegiatan komunitas belajar tersebut. Ia menilai partisipasi aktif guru dan tenaga kependidikan mencerminkan komitmen bersama untuk membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua.

Berpihak pada Murid
“Kesadaran dan kesepahaman inilah yang menjadi modal penting untuk mewujudkan sekolah yang benar-benar berpihak pada murid,” ujarnya.

Menutup kegiatan, peserta sepakat untuk melanjutkan pembahasan mengenai sekolah inklusif serta budaya sekolah aman dan nyaman pada pertemuan Komunitas Belajar KABEL berikutnya.

Pembahasan lanjutan tersebut diarahkan pada perumusan langkah-langkah implementatif agar nilai-nilai yang disepakati dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sekolah sehari-hari.(Ahmad Fauzi/Prs)

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-02-03 at 17.21
IKAPERO Purbalingga Salurkan Bantuan di Lereng Gunung Slamet
WhatsApp Image 2026-02-03 at 16.53
Dr. Akhmad Rizqul Karim Kupas RPS Berbasis OBE Menggunakan GenAI
WhatsApp Image 2026-02-03 at 14.48
Jepang Butuh Tenaga Pertanian, Gaji Tembus Rp 25 Juta/Bulan
aston1
Aston Purwokerto Hadirkan "Ramadhan Culinary Festival"
Akhmad Fauzi1
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Bisa Gagal, Jika Orang Tua Tak Tegas Soal HP