PGRI Boyolali Diharapkan Susun Program yang Menyentuh Kebutuhan Anggota

Bagikan :

Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah Dr Hj Sri Suciati, M Hum

BOYOLALI, EDUKATOR–Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II PGRI Kabupaten Boyolali diharapkan menghasilkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan anggota. Pada tahun 2026 ini, anggota PGRI dituntut bergerak lebih cepat, agar seluruh program dapat dijalankan secara optimal untuk kepentingan anggota, kepentingan organisasi dan kemajuan pendidikan.

Harapan tersebut dikemukakan Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah Dr Hj Sri Suciati, M Hum yang hadir mewakili Ketua Dr H Muhdi SH M Hum dalam Konkerkab) II PGRI Kabupaten Boyolali di Gedung PGRI Boyolali, Rabu (22/7/2026).

Selanjutnya Sri Suciati mengingatkan kepada para guru agar tidak takut menghadapi perkembangan teknologi, informasi dan AI. Pasalnya perkembangan teknologi dan AI itu keniscayaan.

“Sumber belajar itu bukan hanya guru, tetapi peran guru bermutu dalam mendidik siswa tidak tergantikan, karena guru punya high tech dan high touch, punya kreativitas, punya hati nurani, punya empati”, jelasnya.

Peran guru, lanjutnya, ibarat pecinta tanaman, yang tahu bagaimana merawat tanaman agar terus tumbuh baik dan optimal.

“Guru bermutu itu tahu kebutuhan murid-muridnya, untuk terus tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai potensinya, seiring perkembngan teknologi dan AI,”ujarnya.

Iuran Anggota
Dalam kesempatan itu, Suciati juga mengapresiasi atas terselengganya Konkerkab II PGRI Kabupaten Boyolali sesuai AD /ART PGRI. Aoresiasi juga diberikan karena PGRI Kabupaten Boyolali telah melunasi iuran anggota tepat waktu, dan dapat melaksanakan program kerja bersinergi dengan program dan kebijakan pemerintah kabupaten.

Terkait iuran anggota, Sri Suciati menyatakan, iuran anggota adalah darahnya organisasi. Bahwa iuran anggota Rp 8000,-/bulan itu untuk kegiatan organisasi di tingkat pusat (PB PGRI) 10%, PGRI Provinsi 20%, PGRI Kab/kota 30%, dan PGRI Cabang/Cabsus 40%.

Dengan program dan kegiatan PGRI Jateng yang sangat banyak, iuran anggota itu belum bisa mengcover seluruh kebutuhan organisasi. Karena itu, di Jateng dikembangkan berbagai kegiatan usaha untuk mencukupi kebutuhan dana organisasi.

“Selain itu kebutuhan anggaran PGRI Jateng juga mendapat bantuan dari anak lembaga dan perangkat organisasi yang ada”, ujarnya.

Perkembangan UPGRIS
Selanjutnya sebagai mantan rektor UPGRI, Sri Suciati menginformasikan tentang perkembangan UPGRIS saat ini. Dari 11 Prodi yang ada di UPGRIS, kini telah terakreditasi Internasional yang berpusat di Jerman (ACQUIN).

Selain itu ada tiga prodi, yakni PBI, PBSI, dan Pend Dasar tahun ini merima mahasiswa dengan biaya LPDP. (Purwanto/Prs)

 

,

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-23 at 19.17
Jumberseri, Wujudkan MTs Ma'arif NU 05 Majasari yang Bersih dan Sehat
FAUZI PAKAIAN JAWA
Ketika Integritas Menjadi Mata Pelajaran yang Terlupakan
WhatsApp Image 2026-07-24 at 20.47
RN Talks Perkuat Komitmen Bersama Berantas Korupsi
sarasehan1
Pendamping Desa di Purbalingga Soroti Pupuk, Irigasi, dan Pentingnya SWOT di Bidang Pertanian
WhatsApp Image 2026-07-25 at 07.38
Program Unggulan GALAKSI Perkuat Integritas Kemenag Purbalingga