PGRI Wonogiri Ajak PPPK dan PPPK Paruh Waktu Ikut Daspen

Bagikan :

WONOGIRI, EDUKATOR–Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Drs. Mulyatno, M.Pd., mengajak seluruh anggota PGRI, khususnya guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK paruh waktu, segera bergabung sebagai peserta Dana Setia Kawan Pensiun (Daspen) PGRI.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II PGRI Kabupaten Wonogiri di Gedung PGRI Wonogiri, Sabtu (18/7/2026), menyusul masih adanya kesenjangan antara jumlah anggota PGRI dan peserta Daspen.

Konkerkab yang mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju”itu, .dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Drs. Sriyanto, M.M , dihadiri utusan seluruh cabang dan cabang khusus, Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum, dan sejumlah tamu undangan.

Mulyatno menjelaskan, Daspen PGRI merupakan program kesejahteraan yang diselenggarakan PGRI sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antaranggota. Melalui program ini, anggota memperoleh perlindungan berupa santunan sesuai ketentuan organisasi.

“Karena itu, saya  berharap semakin banyak guru PPPK dan PPPK paruh waktu yang ikut menjadi peserta Daspen,” harap Mulyatno.

Hingga tahun 2025, lanjut Mulyatno, jumlah anggota PGRI Kabupaten Wonogiri tercatat 7.689 orang. Namun, jumlah tersebut belum sebanding dengan peserta Daspen karena masih banyak guru PPPK dan PPPK paruh waktu yang telah menjadi anggota PGRI, tetapi belum mengikuti program tersebut.

Terkait Dana Setia Kawan Pensiun (Daspen), Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah sekaligus Ketua Yayasan Dana Setia Kawan Guru (YDSKG) Jawa Tengah, Dr. Sri Suciati, M.Hum., juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan yang menjadi anggota PGRI, termasuk guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu , untuk turut menjadi peserta Daspen.

Menurutnya, kepesertaan dalam program tersebut memberikan perlindungan berupa santunan yang akan diterima anggota saat memasuki masa pensiun maupun apabila meninggal dunia.

“Santunan Daspen bagi anggota yang pensiun atau meninggal dunia akan diberikan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Sri Suciati.

Seluruh Cabang Diminta Segera Menggelar Konkercab
Selain mengajak anggota mengikuti Daspen, Mulyatno meminta seluruh pengurus PGRI cabang dan cabang khusus segera menindaklanjuti hasil Konkerkab II dengan menyelenggarakan Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) dan Konferensi Kerja Cabang Khusus (Konkercabsus) di wilayah masing-masing.

Menurutnya, setelah seluruh cabang menyelesaikan konferensi lima tahunan, agenda berikutnya adalah konferensi kerja tahunan untuk menyampaikan laporan pelaksanaan program kerja sekaligus menyusun dan menetapkan program kerja tahun berikutnya.

“Kami harapkan seluruh cabang segera menggelar Konkercab dan Konkercabsus untuk menyampaikan laporan pelaksanaan program kerja sekaligus menetapkan program tahun berikutnya,” tegasnya.

Ia menegaskan, seluruh program PGRI terus disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Dinas Pendidikan agar sejalan dengan jati diri PGRI sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan, dan organisasi ketenagakerjaan.

Prestasi Pendidikan Meningkat, Tantangan Masih Besar
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Drs. Sriyanto, M.M., yang mewakili Bupati Wonogiri menyampaikan apresiasi atas kontribusi PGRI dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Ia mengungkapkan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) menunjukkan capaian membanggakan. Wonogiri menempati peringkat ketiga terbaik di Jawa Tengah untuk jenjang SD dan peringkat kesembilan untuk jenjang SMP.

Selain itu, SMAN 1 Baturetno menjadi sekolah dengan jumlah lulusan terbanyak secara nasional yang diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

“Kami bangga dengan prestasi para murid dan berterima kasih kepada guru serta PGRI yang terus berjuang meningkatkan mutu pendidikan di Wonogiri,” kata Sriyanto.

Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan seragam antara guru PPPK dan PNS kini telah disamakan. Selain itu, guru dan tenaga kependidikan dipersilakan mengenakan seragam PGRI setiap tanggal 25 sebagai bentuk dukungan terhadap organisasi profesi.

Di sisi lain, Sriyanto mengungkapkan masih terdapat sekitar 420 ruang kelas yang mengalami kerusakan. Sebagian telah diperbaiki, namun lebih dari 300 ruang kelas masih membutuhkan rehabilitasi. Menurutnya, kondisi tersebut antara lain dipengaruhi banyaknya sekolah yang sempat tidak memiliki kepala sekolah.

Ia juga menyoroti tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Tercatat lebih dari 4.000 anak usia 7–18 tahun belum bersekolah, sedangkan sekitar 900 anak usia 7–15 tahun berada di luar pendidikan formal.

Sebagian besar merupakan anak yang lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan, dan sekitar 80 persen di antaranya merupakan penyandang disabilitas.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Wonogiri mendorong penambahan Sekolah Luar Biasa (SLB) di setiap kecamatan serta pemerataan SMA dan SMK di seluruh wilayah. (Purwanto/Prs)

BERITA TERKINI

wonogiri
PGRI Wonogiri Ajak PPPK dan PPPK Paruh Waktu Ikut Daspen
pgri wng
PGRI Jateng Apresiasi Kinerja Organisasi PGRI Wonogiri
FAUZI PAKAIAN JAWA
Jangan Terburu-Buru Menilai Murid
WhatsApp Image 2026-07-17 at 12.55
Semarak HUT ke 29 SMAN 1 Sigaluh, dari Kegiatan Literasi hingga Lomba Tari
ChatGPT Image Jul 17, 2026, 04_44_45 PM
Perkuat Jiwa Kewiraan dan Kesiapan Kerja Internasional, SMK PGRI 1 Taman Berani Mendunia