Rekor Tiga Kemenangan SDIT Permata Hati Terhenti

Bagikan :

*Liga Perbasi Banjarnegara Series 4

BANJARNEGARA, EDUKATOR — Rekor tiga kemenangan beruntun tim kelompok umur (KU) 10 tahun putra-putri SDIT Permata Hati Banjarnegara akhirnya terhenti pada Liga Perbasi Banjarnegara Series 4, Sabtu (17/10/2026). Bertanding di GOR Cenderawasih Banjarnegara, mereka harus mengakui keunggulan SDN 4 Kerandegan dengan skor tipis 21-25.

Kekalahan tersebut terjadi setelah SDIT Permata Hati sempat unggul 15-11 pada kuarter kedua. Namun, performa tim menurun pada kuarter ketiga. Sejumlah tembakan pemain andalan mereka, Faris, meleset sehingga lawan mampu membalikkan keadaan dan unggul 19-17.

Dua Tim Permata Hati Berhasil Menang
Meski rekor kemenangan tim KU 10 terhenti, SDIT Permata Hati tetap mencatatkan hasil positif melalui dua tim lainnya.

Tim SD Putra tampil meyakinkan dengan mengalahkan SDN 4 Kerandegan dengan skor 39-13. Sementara itu, tim SD Putri juga meraih kemenangan setelah menundukkan SD Muhammadiyah 1 Banjarnegara dengan skor 18-7.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa SDIT Permata Hati masih mampu bersaing di sejumlah kategori dalam kompetisi bola basket antarsekolah tersebut.

Evaluasi Performa Menuju Babak Play-off
Pelatih SDIT Permata Hati, Ashraf, mengaku kecewa atas terhentinya tren kemenangan tim KU 10. Meski demikian, ia memahami tekanan yang dihadapi para pemain selama pertandingan.

“Masih ada waktu dua bulan untuk memperbaiki performa tim,” ujar Ashraf.

Ia menegaskan, tim akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk meningkatkan kemampuan pemain melalui latihan intensif. Persiapan tersebut dilakukan agar SDIT Permata Hati dapat tampil lebih baik pada babak play-off.

Ashraf berharap anak asuhnya mampu membalas kekalahan pada pertandingan mendatang. Babak play-off Liga Perbasi Banjarnegara sendiri direncanakan berlangsung pada Desember 2026.

Dengan waktu persiapan sekitar dua bulan, SDIT Permata Hati diharapkan dapat mengevaluasi kekurangan, memperbaiki akurasi tembakan, dan meningkatkan konsistensi permainan demi menghadapi persaingan di babak penentuan. (Heni Purwono/Prs)

 

BERITA TERKINI

PRIYANTO KUNING1
Ketika Guru PAI Menguji Makna Inklusi
FAUZI PAKAIAN JAWA
Wajah Murid di Media Sosial, Kenangan atau Ancaman?
WhatsApp Image 2026-10-18 at 16.18
Outbound Ceria Warnai Milad ke-26 TKIT Permata Hati
markus bidiraharjo
Pendidikan Sains di Era Krisis Iklim: Mengubah Hafalan Rumus Menjadi Aksi Ekologis
WhatsApp Image 2026-10-18 at 12.36
Kesebelasan PGRI Kalibening Tumbang, Sigaluh dan Pejawaran ke 8 Besar