
Salat Istisqa di halaman SMP Negeri 2 Karangjambu, Senin (28/9/2026). (Foto: Humas SMPN 2 Karangjambu/EDUKATOR).
PURBALINGGA, EDUKATOR –Di tengah kekeringan yang masih melanda warga Desa Danasari dan sekitarnya, SMP Negeri 2 Karangjambu, Purbalingga menggelar Salat Istisqa sekaligus menyalurkan 6.000 liter air bersih. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual dan sosial untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Salat Istisqa dilaksanakan di halaman SMP Negeri 2 Karangjambu, Senin (28/9/2026), pukul 07.15 hingga sekitar 08.10 WIB. Sementara itu, Donasi Air Bersih Tahap 2 disalurkan kepada warga Dusun Danareja, Desa Danasari, yang belum menerima bantuan pada tahap pertama. Dana pembelian air bersih berasal dari infak guru dan murid.
Kepala SMP Negeri 2 Karangjambu, Denny Leksmana, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun karakter murid.
“Kegiatan ini menjadi momentum meningkatkan kepedulian bersama,” katanya.
Donasi air bersih tahap 2, menyasar warga Dusun Danareja, Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, Purbalingga, Senin (28/9/2026). (Foto: Humas SMPN 2 Karangjambu/EUDKATOR).
Rangkaian Salat Istisqa dan donasi air bersih tersebut mengusung tema, “Menengadah Memohon Hujan dan Aliran Kehidupan kepada Allah SWT di Tengah Kemarau, Menyalakan Harapan, dan Menghidupkan Kehidupan.”
Setelah Salat Istisqa selesai, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Penyaluran air bersih dilakukan pengurus OSIS dengan dibantu sejumlah guru.
Pertama Kali Digelar di SMPN 2 Karangjambu
Salat Istisqa kali ini merupakan pelaksanaan pertama di SMP Negeri 2 Karangjambu. Kegiatan diikuti seluruh guru, karyawan, dan murid sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon turunnya hujan.
Salat dipimpin Saeful Amin, S.Pd., M.Pd., selaku Pembina Kerohanian sekaligus Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Negeri 2 Karangjambu.
“Semoga doa kita mengetuk pintu rahmat Allah,” kata Saeful Amin.
Menurut Saeful Amin, kekeringan mulai sangat dirasakan warga sejak awal Agustus. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan air semakin terbatas.
Warga selama ini mengandalkan sumber air yang berada di bawah permukiman. Akibat kekeringan, warga harus mengangsu air dengan jarak lebih dari satu kilometer dari tempat tinggal mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Doa dan Kepedulian Berjalan Bersama
Selain menjadi ibadah, Salat Istisqa dimanfaatkan sebagai pembelajaran fikih sekaligus praktik ibadah bagi murid. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana penguatan karakter, nilai spiritual dan tauhid, serta kepedulian sosial dan lingkungan.
Saeful Amin mengajak seluruh warga sekolah menjadikan kemarau sebagai momentum untuk melakukan introspeksi, memperbanyak istigfar, dan bertobat kepada Allah SWT.
“Marilah menjaga alam sebagai wujud rasa syukur,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekeringan menjadi pengingat bahwa air merupakan sumber kehidupan yang sangat berharga. Karena itu, air harus dijaga, digunakan secara bijaksana, dan tidak disia-siakan.
Melalui Salat Istisqa dan Donasi Air Bersih Tahap 2, murid diajak memahami bahwa pembelajaran agama tidak berhenti pada teori. Nilai keimanan, rasa syukur, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bantuan Tahap Pertama Capai 7.200 Liter
Donasi Air Bersih Tahap 2 merupakan kelanjutan dari aksi sosial keluarga besar SMP Negeri 2 Karangjambu. Sebelumnya, sebanyak 7.200 liter air bersih disalurkan kepada warga terdampak kekeringan pada Kamis (17/9/2026).
Bantuan tahap pertama menyasar sekitar 200 kepala keluarga (KK) di wilayah sekitar sekolah, yakni Dusun Danareja, Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, Purbalingga, serta Desa Tambi, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.
Seiring kekeringan yang masih dirasakan masyarakat, SMP Negeri 2 Karangjambu kembali menyalurkan bantuan air bersih. Pada tahap kedua ini, bantuan difokuskan kepada warga Dusun Danareja, Desa Danasari, yang belum menerima bantuan sebelumnya. (Prasetiyo)