SPMB SMPN 3 Purbalingga Bebas dari “Praktik Jastip”

Bagikan :

Verifikasi berkas pendaftaran dipusatkan di Aula SMPN 3 Purbalingga 

PURBALINGGA, EDUKATOR — Kepala SMP Negeri 3 Purbalingga, Subarno, S.Pd, menegaskan, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2025/2026 di sekolahnya dipastikan bebas dari praktik jasa titip (jastip). Pihaknya berkomitmen menjaga integritas proses dengan memastikan semua jalur pendaftaran berjalan secara objektif, akuntabel, dan transparan.

“Proses SPMB ini diawasi langsung oleh berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga, Inspektorat Daerah, Ombudsman, Kepolisian, BPK, LSM, hingga unsur masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh tahapan berjalan bersih, berkeadilan, dan tanpa celah penyalahgunaan,” tegas Subarno saat ditemui di sela-sela proses pendaftaran hari pertama SPMB, di SMPN 3 Purbalingga, Senin (23/6/2025). .

Pendaftar Membludak Sejak Pagi
SPMB SMPN 3 Purbalingga resmi dibuka pada Senin, 23 Juni 2025, dengan waktu pelayanan dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Namun sejak pukul 06.00 pagi, para orang tua dan calon murid sudah berdatangan ke sekolah favorit ini, mengantre dengan tertib di bawah tenda yang telah disiapkan pihak sekolah.

Tahun ini, SMPN 3 Purbalingga akan menerima 256 kursi murid baru, yang dibagi ke dalam empat jalur, yaitu:

Domisili (45%) = 115 siswa
Afirmasi (20%) = 51 siswa
Prestasi (30%) = 77 siswa
Mutasi/perpindahan tugas orang tua (5%) = 13 siswa

Pendaftaran Terlayani Sesuai Alur

Panitia melakukan cek berkas pendaftaran di lapangan SMPN 3 Purbalingga

Berdasarkan pengamatan di lapangan, panitia memfasilitasi dua jenis pendaftar. Bagi yang belum memiliki akun, langsung diarahkan ke ruang pembuatan akun mandiri, dengan membawa berkas-berkas yang sudha disiapkan. Sementara yang sudah memiliki akun, langsung menuju aula lantai 3 untuk melakukan verifikasi berkas.

Di SMPN 3 Purbalingga, proses hari pertama berjalan lancar dan terkoordinasi. Alur pendaftaran terpampang jelas dalam media visual di area sekolah, mulai dari pengecekan KK, aktivasi akun, hingga pemilihan jalur, sehingga orang tua murid dapat dengan mudah melakukan proses pendaftaran.

Subarno menginfokan, sebagai bagian dari validasi, setiap pendaftar diwajibkan melampirkan surat pernyataan dan foto tampak depan rumah untuk semua jalur. Hal ini ditujukan untuk menjamin kesesuaian data domisili dengan dokumen yang diserahkan. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

sekolah rusak
Gempa Flores M 7,7 Rusak 253 Sekolah
HUT ke-81 RI, Purbalingga Dorong Gotong Royong untuk Menjawab Persoalan Masyarakat5
Tanpa Tenda, Pejabat dan Peserta Upacara HUT ke 81 Kemerdekaan RI Kepanasan Bersama
juara umum
SMPN 3 Purbalingga Juara Umum POPDA 2026
WhatsApp Image 2026-08-18 at 00.54
Pameran Seniman Difabel "Rantara", Dorong Ekosistem Seni Lebih Inklusif
FULAD6
Presiden Vs Ekosistem Ilegal: Ujian Terberat Bukan Menutup Lubang, Melainkan Memotong Rantainya