Sukses Kelola PIP, Purbalingga Terima Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek

by -34 Views
Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Ir. Suharti, M.A., Ph.D menyerahkan penghargaan Anugerah Merdeka Belajar 2024 kepada Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE B.Econ MM , di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jumat malam (5/7/2024).(Foto: Istimewa/EDUKATOR)

JAKARTA, EDUKATOR–Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Purbalingga di bidang pendidikan. Hal ini ditunjukkan dengan diterimanya Anugerah Merdeka Belajar 2024 kategori Pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP) kelompok Pemerintah Daerah Transformatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudritek). Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang telah sukses dan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Gerakan Merdeka Belajar.

Penghargaan bergengsi itu diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ristek Ir. Suharti, M.A., Ph.D kepada Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE B.Econ MM , di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jumat malam (5/7/2024).Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE B.,Econ, MM. (Foto: Istimewa/EDUKATOR)Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Ekon, MM (nomor tiga dari kiri) saat menerima penghargaan Anugerah Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek RI. Ikut mendampingi, Kepala Bidang Pembinaan SD Dindikbud Purbalingga Suseno, S.Pd, M.Si (paling kanan). (Foto: Istimewa/EDUKATOR)

“Alhamdulillah, Kabupaten Purbalingga mendapatkan penghargaan dari Kemendikbudristek untuk Pengelolaan PIP. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen keras Pemerintah Daerah Purbalingga dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan saling mendukung. Perlu diingat, prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak terkait,” ujar Bupati yang akrab disapa Bu Tiwi ini, usai menerima penghargaan itu.

Bupati Tiwi juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyokong terutama dalam pengelolaan PIP. “Penghargaan ini bukan hanya milik Pemkab Purbalingga, tetapi milik semua elemen masyarakat yang peduli terhadap pendidikan,” tuturnya.

Bupati Tiwi juga berharap bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi seluruh komponen pendidikan di Kabupaten Purbalingga untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui gerakan merdeka belajar yang digalakkannya.

“Pemkab Purbalingga akan terus berkomitmen untuk mendukung gerakan merdeka belajar. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi dan memberi semangat baru bagi kita semua,” tegasnya.

Selain Kabupaten Purbalingga, sejumlah kabupaten/kota dan Provinsi dari berbagai daerah di Indonesia juga menerima Anugerah Merdeka Belajar. Ada tujuh kategori anugerah merdeka belajar yang diserahkan. Pertama, kategori Transformasi Pembelajaran. Kedua, kategori Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan. Ketiga, kategori Transformasi Pengelolaan Pendidikan. Keempat, kategori Transformasi Anggaran Pendidikan. Kelima, kategori Transformasi Pendidikan Vokasi. Keenam, kategori Program Indonesia Pintar (PIP). Dan ketujuh, kategori Anugerah Utama.Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE B.Econ, MM diapit Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, SE,.M.Si (kiri), dan Kepala Bidang Pembinaan SD Dindikbud Purbalingga Suseno, S.Pd, M.Si (kanan). (Foto: Istimewa/EDUKATOR)

Dari Provinsi Jateng, selain Purbalingga, ada 5 pemerintah daerah yang menerima penghargaan Anugerah Merdeka Belajar. Yakni Provinsi Jawa Tengah, Kota Magelang, dan Kota Surakarta, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Sragen, semuanya untuk kategori Transformasi Pengelolaan Pendidikan.Mendikbud Ristek RI Nadiem Anwar Makarim, BA, MBA. (Foto: Istimewa/EDUKATOR)

Merayakan Kebinekaan

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam sambutan pada malam anugerah tersebut menyampaikan, anugerah diberikan kepada pemerintah daerah yang mengupayakan perwujudan sekolah yang dicita-citakan melalui transformasi sistem pendidikan.

“Sekolah yang kita cita-citakan ini memiliki sejumlah karakteristik yang pembelajarannya berpusat kepada murid bukan berpusat kepada birokrasi atau administrasi,” kata Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem menginginkan punya cita-cita sekolah dengan iklim yang inklusif yang aman dan merayakan kebinekaan. Sekolah dimana guru-gurunya gemar belajar, bukan hanya muridnya yang gemar belajar.

“Kami punya cita-cita kepala sekolah di seluruh Indonesia mengedepankan perkembangan satuan pendidikan yang berkelanjutan dan semua karakteristik itu terdengar sangat ideal dan sulit untuk direalisasikan. Tapi pada kenyataannya sekarang ini kita sudah mulai melihat perwujudan sekolah yang kita cita-citakan di berbagai daerah di seluruh penjuru Indonesia,” imbuh Nadiem.

Kolaborasi Semua Pihak
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Dr. Iwan Syahril, Ph.D mengungkapkan, pemberian penghargaan ini untuk meningkatkan semangat gotong royong dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan mulai dari Kurikulum Merdeka dan program-program prioritas lainnya yang telah terbukti memberikan manfaat nyata bagi seluruh pemangku kepentingan.

Anugerah Merdeka Belajar ini, kata Iwan, bertujuan untuk memberikan apresiasi dan memperkuat dukungan para pemangku kepentingan dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.

“Dua agenda besar yang digagas Ditjen PAUD Dikdasmen ini diharapkan dapat menjadi penyemangat dalam menyongsong tahun ajaran baru 2024/2025 melalui kolaborasi dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, mitra, komunitas, dan masyarakat untuk saling berbagi dan menguatkan,” pungkas Iwan Syahril.

Semangat Gotong Royong
Sementara itu Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah Nugraheni Triastuti menyampaikan selamat kepada 6 kepala daerah penerima penghargaan Anugerah Merdeka Belajar. Enam pemda ini kata Heni menunjukkan di Jawa Tengah tergolong daerah yang sukses melakukan transformasi pengelolaan pendidikan.

Beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah juga memunculkan kolaborasi antara lain dengan sekolah inti. Sehingga, program dan kebijakan pendidikan tidak hanya ditanggung oleh Dinas Pendidikan melainkan juga sekolah inti yang berkualitas dan menularkan ilmu serta praktik baiknya kepada sekolah lain dan masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaan transformasi merdeka belajar, kolaborasi antar pelaksana pendidikan menjadi suatu hal yang menguntungkan bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

“Dengan semangat gotong royong yang sudah terbangun di Jawa Tengah, maka ekosistem pendidikan akan dapat terus terjaga semangat untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, guna mewujudkan generasi penerus berkarakter Pancasila,” tandas Heni.

Selain memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah, acara Puncak Festival Kurikulum Merdeka dan Anugerah Merdeka Belajar ini juga menampilkan 46 karya terpilih dari 43 ribu karya yang telah dikirim oleh pendidik, peserta didik, dan orang tua yang mengirimkan Potret Cerita Kurikulum Merdeka. Di sini, para peserta dapat berbagi pengalaman dan praktik baik dalam implementasi Kurikulum Merdeka serta berbagi semangat menyambut Tahun Ajaran Baru 2024/2025.

Sementara itu video tentang pemyerahan penghargaan Anugerah Merdeka Belajar dapat disimak di youtube Kemendikbudristek RI https://www.youtube.com/watch?v=hw9YQp0tJM0(*/Prasetiyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.