*Target 3.000 Mahasiswa Baru

Koordinator Genusa Universitas Islam An Nur Lampung Puji Raharjo yang juga Calon Rektor Institut Agama Islam Banjarnegara
BANJARNEGARA, EDUKATOR — Institut Agama Islam (IAI) Banjarnegara yang akan berstatus sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) segera berdiri sebagai alternatif pendidikan tinggi baru di Banjarnegara. Kampus ini dikembangkan melalui kerja sama dengan Universitas Islam An Nur Lampung melalui Program Gerakan Nusantara (Genusa) yang berfokus pada perluasan akses pendidikan tinggi berbasis kolaborasi di berbagai daerah Indonesia.
Koordinator Genusa Universitas Islam An Nur Lampung sekaligus Calon Rektor IAI Banjarnegara, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pendirian kampus ini tidak berorientasi bisnis, melainkan untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat dengan biaya terjangkau.
“Kami ingin agar pendidikan tinggi bisa diakses seluruh masyarakat dengan biaya murah namun tetap berkualitas,” ujarnya di Banjarnegara, Rabu (10/6/2026).
Gandeng Universitas Islam An Nur Lampung
IAI Banjarnegara berada di bawah pembinaan Universitas Islam An Nur Lampung melalui Program Genusa. Program ini merupakan skema pengembangan pendidikan yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan tinggi.
Dalam praktiknya, pendaftaran mahasiswa IAI Banjarnegara masih mengacu pada sistem PMB Universitas Islam An Nur Lampung dan belum memiliki portal mandiri khusus.
Cara Pendaftaran IAI Banjarnegara
Hingga saat ini, pendaftaran IAI Banjarnegara belum menggunakan website khusus, melainkan mengikuti sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam An Nur Lampung melalui jalur Genusa.
Calon mahasiswa dapat mendaftar melalui:
Portal PMB pusat Universitas Islam An Nur Lampung di https://spmb.an-nur.ac.id
Atau melalui panitia/koordinator Genusa di Banjarnegara
Alur pendaftaran secara umum meliputi pembuatan akun pendaftar, pengisian data diri, pemilihan program studi, unggah dokumen (ijazah atau SKL, KTP, KK, dan pas foto), hingga verifikasi data oleh panitia sebelum penetapan sebagai mahasiswa baru.
Untuk pendaftaran lokal, calon mahasiswa dapat datang ke lokasi sosialisasi atau posko panitia yang sementara berada di lingkungan Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Semampir, Banjarnegara.
Didukung Tim 69 Akademisi, Buka Empat Prodi
Sebagai organ pendiri kampus, Tim 69 terdiri atas 16 calon doktor, 30 magister, dan 23 sarjana yang menjadi motor penggerak pendirian IAI Banjarnegara.
Pada tahap awal, kampus akan membuka empat program studi, yaitu:
1.Pendidikan Agama Islam (PAI)
2.Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
3.Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
4.Hukum Keluarga Islam (HKI)
Pengelola juga menyiapkan konsep biaya pendidikan yang terjangkau serta program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu.
Target 3.000 Mahasiswa Baru
IAI Banjarnegara menargetkan 3.000 mahasiswa baru pada tahun pertama operasional. Target ini didasarkan pada potensi lebih dari 5.000 lulusan SMA, SMK, dan MA setiap tahun di Banjarnegara, sementara yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih di bawah 1.000 orang.
Menurut Puji, kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan akses pendidikan tinggi di daerah.
“Pendidikan tinggi merupakan salah satu solusi terpenting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas,” katanya.
Kampus Fisik Masih Dipersiapkan
Hingga kini, IAI Banjarnegara belum memiliki kampus fisik permanen yang diumumkan secara resmi. Kegiatan awal masih dipusatkan di lokasi sementara di Banjarnegara sebagai pusat koordinasi pendirian kampus.
Pada tahun pertama, perkuliahan akan dilaksanakan secara daring. Setelah sarana dan prasarana siap, sistem pembelajaran akan dikembangkan menjadi hibrida (daring dan tatap muka).
Dengan dukungan Tim 69 serta kerja sama Universitas Islam An Nur Lampung melalui Program Gerakan Nusantara (Genusa), IAI Banjarnegara membuka empat program studi dan menargetkan 3.000 mahasiswa baru. Melalui sistem pendaftaran berbasis PMB Genusa, kampus ini diharapkan menjadi alternatif pendidikan tinggi yang lebih terjangkau bagi masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya. (Heni P/Prs)