
PURWOKERTO, EDUKATOR–Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mulai mematangkan persiapan menyambut lebih dari 10 ribu mahasiswa baru (maba) tahun 2026 melalui Training of Trainer (ToT) atau pelatihan bagi calon fasilitator dan pelatih Program Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa (PKKM).
Kegiatan yang digelar di Gedung Rubijanto Misman Widyatama Unsoed pada 4–6 Agustus 2026 itu bertujuan menyatukan persepsi para fasilitator dan tutor agar mampu mendampingi mahasiswa baru secara edukatif, inspiratif, humanis, dan berintegritas. Dalam hal ini, ToT itu sendiri bagian dari kegiatan PKKM Unsoed . PKKM akan dilaksanakan tanggal 12-13 Agus 2026.

Ketua Training of Trainer (ToT) PKKM Unsoed 2026, Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom.
Ketua Training of Trainer (ToT) PKKM Unsoed 2026, Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom., menjelaskan, ToT merupakan pelatihan yang dirancang untuk membekali para fasilitator dan tutor dengan pengetahuan, keterampilan, serta pola pendampingan yang seragam sebelum mereka mendampingi mahasiswa baru selama pelaksanaan PKKM.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pembekalan teknis, tetapi juga proses membangun kesamaan visi, karakter, kepemimpinan, dan semangat kolaborasi seluruh tim.
ToT ini menyatukan persepsi, menyatukan langkah, dan menyatukan semangat kolaborasi agar fasilitator dan tutor dapat mendampingi mahasiswa baru Unsoed dengan baik. “Harapannya, seluruh tim memiliki bekal yang sama sehingga pelaksanaan PKKM dapat berjalan secara terarah dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa,” ujar Nurul Hidayat yang akrab disapa Doktor Enha,Wadek III FT Unsoed.
Bekal Menyambut Mahasiswa Baru
Nurul Hidayat menegaskan, para trainer tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan bagi mahasiswa baru selama mengikuti PKKM.
Oleh karena itu, para fasilitator harus mampu menunjukkan sikap kepemimpinan, integritas, dan kepedulian yang akan menjadi contoh bagi mahasiswa sejak hari pertama memasuki lingkungan kampus.
“Trainer yang hebat tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga menginspirasi melalui keteladanan,” katanya.
Menurutnya, PKKM merupakan momentum awal untuk membentuk karakter mahasiswa sejak memasuki dunia perguruan tinggi. Karena itu, seluruh fasilitator dan tutor harus memiliki pemahaman, sikap, dan pola pendampingan yang sama agar mampu menciptakan pengalaman pertama yang positif bagi mahasiswa baru.
Sementara itu, Ketua PKKM Unsoed 2026, Dr. Poppy Dian Indira Kusuma, S.E., M.Si., Ak., mengatakan ToT menjadi tahapan strategis dalam mempersiapkan para fasilitator dan tutor.
Dr. Poppy Dian Indira Kusuma, S.E., M.Si., Ak
“Training of Trainer ini menjadi ruang untuk mempersiapkan para fasilitator dan tutor agar memiliki persepsi dan pemahaman yang sama dalam mendampingi mahasiswa baru,” kata Poppy yang juga Wadek III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed.
PKKM, lanjutnya, tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga menjadi proses awal dalam membangun karakter, kepribadian, dan kesiapan mahasiswa untuk menjalani kehidupan akademik di Unsoed..
Samakan Persepsi dan Pendampingan
Program PKKM Unsoed berada di bawah pembinaan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., IPU. Kegiatan ToT diikuti para fasilitator, tutor, narasumber, dan tim pelaksana sebagai persiapan mendampingi lebih dari 10 ribu mahasiswa baru Unsoed Tahun 2026.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan mengenai pengenalan Universitas Jenderal Soedirman, peta jalan mahasiswa, pengembangan kepribadian, adaptasi dan literasi keuangan, open mindedness, pencegahan dan penanggulangan kekerasan, ragam kegiatan mahasiswa, pusat prestasi mahasiswa, kampus berdampak, hingga pengembangan karier mahasiswa dan pascakampus.
Selain itu, peserta mengikuti praktik penggunaan eLDirU sebagai platform digital pendukung pelaksanaan PKKM 2026. Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan fasilitator dan tutor dalam memberikan pendampingan yang efektif dan terarah kepada mahasiswa baru.
Melalui ToT ini, Unsoed berharap seluruh fasilitator dan tutor memiliki visi, pemahaman, dan pola pendampingan yang sama sehingga pelaksanaan PKKM 2026 mampu menjadi fondasi dalam membentuk mahasiswa yang berkarakter unggul, peduli, adaptif, tangguh, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan semangat bersama melalui jargon “Generasi Soedirman, Berkarakter Unggul, Peduli, Berdampak!” dan “PKKM 2026, Bangun Resiliensi, Hadirkan Kontribusi!”. (Prasetiyo)