Unsoed Dorong Pengembangan Mina Padi di Panembangan

Bagikan :

*Panen Perdana Hasilkan 71 Kilogram Ikan

BANYUMAS, EDUKATOR–Panen perdana ikan dari program pengembangan mina padi di Desa wisata Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, menghasilkan 71 kilogram ikan. Panen pada hari Minggu (27/9/2026) tersebut menjadi bagian dari pengembangan budidaya ikan dan padi terpadu yang didampingi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama masyarakat.

Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Unsoed di Panembangan telah berjalan selama tiga tahun. PDB merupakan skema pengabdian kepada masyarakat untuk menerapkan hasil riset sesuai kebutuhan masyarakat di desa binaan perguruan tinggi.

Tim PDB Panembangan tahun ketiga diketuai Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D., dengan anggota Prof. Dr. Sri Lestari, S.E., M.Si., Dr. Dyah Susanti, S.P., M.P., M. Lulu Latif Usman, S.Pd., M.Han., dan Emyliana Listyowati, S.Si., M.Sc.

Program tersebut juga melibatkan mahasiswa Unsoed dalam pendampingan kepada masyarakat. Mereka berasal dari bidang perikanan, terdiri Satriya Widyadhana, Muhammad Iqbaal Ihsaanudin dan Yusnita Alisa. Dan mahasiswa bidang Pertanian terdiri SIti Marifatul Khusniyah, Nayla Nadien Nafiza dan Jasmine Amila Firdaus

Mereka mengikuti program Merdeka Beajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikonversi menjadi penelitian skripsi mahasiswa.

“Setelah panen pertama, kegiatan dilanjutkan dengan panen ikan pada empat kolam minapadi lainnya. Tahapan berikutnya diarahkan pada panen padi sebagai bagian dari siklus budidaya terpadu,” kata ketua tim Prof Totok Agung Dwi Haryanto.

Prof Totok Agung Dwi Haryanto (tengah) bersama petani ikan mina padi di Desa Wisata Penambanga, Keamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. 

Mina Padi Dikembangkan Berkelanjutan
Menurut Prof Totok Agung, pengembangan mina padi di Panembangan tidak hanya diarahkan pada kegiatan budidaya ikan. Program tersebut juga memperkenalkan Minapadi Protani Salibu, teknologi yang dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan pola tanam padi dalam sistem mina padi.

Pada tahun pertama, program difokuskan pada rekayasa Mina Padi Protani Salibu, edukasi varietas unggul dan peningkatan produktivitas padi, pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan lokal, serta penguatan sumber daya manusia, kelembagaan, dan manajemen wisata.

Memasuki tahun kedua, kegiatan dikembangkan melalui produksi pakan ikan mandiri menggunakan alat pembuat pelet apung, peningkatan produktivitas padi, standardisasi pakan ikan, serta pengembangan sistem informasi wisata terpadu.

“Pada tahun ketiga, pengembangan diperluas ke lahan masyarakat,” katanya.

Pengembangan tersebut mencakup peningkatan kapasitas produksi pakan ikan lokal, penerapan sistem informasi wisata, penguatan pengelolaan wisata, serta penyusunan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan pakan ikan.

Panen ikan perdana di lahan sawah mina padi Desa Panembangan.

Tebar 5.000 Benih Ikan
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan penyebaran benih ikan, pendampingan pembuatan SOP pakan ikan, pendampingan penerapan sistem informasi wisata, serta uji coba perangkat Internet of Things (IoT) untuk memantau pH, oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO), dan ketinggian air.

Pendampingan lanjutan juga dilakukan pada penerapan Mina Padi Protani Salibu di lahan minapadi masyarakat. Program tersebut mencatat penebaran 5.000 benih ikan dan produksi pakan ikan mandiri sebanyak 100 kilogram.

Hasil evaluasi program menunjukkan tingkat peningkatan keberdayaan mitra mencapai 80 persen. Capaian tersebut antara lain ditandai dengan tersusunnya SOP manajemen produksi ikan, penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) / Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), peningkatan keterampilan penanaman Protani Salibu, serta pemanfaatan media sosial untuk pemasaran.

Dorong Kemandirian Petani
Program ini dilaksanakan untuk menjawab sejumlah persoalan di Panembangan, antara lain rendahnya produktivitas padi, belum optimalnya indeks pertanaman, tingginya biaya pakan ikan, serta ketergantungan terhadap pakan komersial.

Selain itu, lanjut Prof Totok Agung, pengelolaan potensi wisata di kawasan mina padi masih membutuhkan penguatan agar lebih terpadu dan didukung sistem informasi.

Pendampingan selama tiga tahun mendorong pengembangan minapadi di Panembangan agar tidak sekadar meningkatkan produksi ikan dan padi. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, memperkuat kemandirian produksi, serta mengoptimalkan potensi pertanian dan wisata desa secara terpadu.(Prasetiyo)

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-09-29 at 19.56
Gelar IHT, SMPN 2 Karangreja Perkuat Pembelajaran Berbasis STEM
DSC_1267
Dihadiri 219 Perguruan Tinggi se-Indonesia, Unsoed Tuan Rumah KMI Expo
Screenshot 2026-09-29 172110
Ancaman Susut Pangan Menjadi Persoalan Serius di Indonesia
WhatsApp Image 2026-09-29 at 19.14
Dies Natalis ke 64, Faperta Unsoed Genjot Inovasi dan Perkuat Kemandirian Pangan
Screenshot 2026-09-30 034816
Pembiasaan Membaca Pagi Bangun Kesiapan Belajar Murid di MI Ma'arif NU Rabak