24 Murid MIM Wirasana Terbitkan Antologi “Cerita Madrasahku”

Bagikan :

PURBALINGGA, EDUKATOR–Sebanyak 24 murid Kelas 3B Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Wirasana, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga menorehkan prestasi membanggakan dengan menerbitkan buku antologi berjudul “Cerita Madrasahku”. Buku yang terbit pada Juni 2026 tersebut menjadi wadah bagi para murid untuk menuangkan pengalaman, kenangan, dan harapan mereka selama menempuh pendidikan di madrasah.

Guru Kelas 3B, Siti Nur Laely, mengaku bangga melihat semangat murid-muridnya dalam menyelesaikan karya tersebut. Menurutnya, proses menulis menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar mengungkapkan perasaan dan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan.

“Buku ini menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki bakat dan cerita yang layak dibagikan,” ujarnya kepada EDUKATOR di MIM Wirasana, Rabu (10/6/2026).

Anak-anak  menyerahkan buku “Cerita Madrasahku”kepada Kepala MIM Wirasana, Salamun,S.Pd.I

Buku Cerita Madrasahku memuat beragam kisah keseharian para murid, mulai dari kebersamaan saat belajar mengaji, keceriaan bermain di halaman sekolah, kebiasaan berbagi bekal dengan teman, hingga penghormatan kepada guru yang membimbing mereka dengan penuh kesabaran.

Belajar Menulis dari Pengalaman Sehari-hari
Siti Nur Laely menjelaskan, penyusunan buku tersebut membutuhkan proses yang cukup panjang. Para murid didorong untuk menuliskan pengalaman yang paling berkesan selama berada di lingkungan madrasah, kemudian dibimbing dalam menyusun kalimat hingga menjadi sebuah cerita yang utuh.

Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar menulis, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kepekaan, dan keberanian untuk menyampaikan gagasan mereka kepada orang lain.

Menumbuhkan Budaya Literasi
Antologi Cerita Madrasahku menjadi bukti bahwa pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan literasi. Tulisan-tulisan yang terkumpul dalam buku tersebut menggambarkan nilai persahabatan, ketulusan, rasa syukur, serta semangat belajar yang tumbuh di lingkungan madrasah.

Buku ini diharapkan dapat memotivasi murid lain untuk semakin mencintai kegiatan membaca dan menulis serta berani menghasilkan karya sejak usia dini.

Salah satu penulis cilik, Khyla, mengaku senang dapat berkontribusi dalam penerbitan buku tersebut.

“Kami ingin orang lain tahu betapa senangnya belajar dan tumbuh di madrasah kami. Ini hadiah kecil dari hati kami,” kata Siti Nur Laely yang pernah menjadi pemenang dalam lomba menulis artikel tingkat nasional yang diadakan oleh salah satu lembaga media guru di tahun 2025 lalu.

Jejak Kecil yang Menginspirasi
Terbitnya Cerita Madrasahku menjadi momen bersejarah bagi 24 murid Kelas 3B MIM Wirasana. Karya tersebut bukan hanya menjadi dokumentasi masa kecil mereka, tetapi juga bukti bahwa mimpi dan harapan dapat diwujudkan melalui tulisan.

Di balik setiap cerita yang tersaji, tersimpan semangat belajar dan cita-cita anak-anak yang kelak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang membawa kebaikan bagi masyarakat.

Dari ruang kelas sederhana, mereka telah membuktikan bahwa karya besar dapat lahir dari langkah-langkah kecil yang penuh ketulusan. (Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

mim1
24 Murid MIM Wirasana Terbitkan Antologi "Cerita Madrasahku"
WhatsApp Image 2026-06-10 at 08.43
SMPN 2 Pengadegan Raih Dua Juara 1 Tingkat Kabupaten Purbalingga
WhatsApp Image 2026-06-10 at 08.30
Tim 69 Dibentuk, IAI Banjarnegara Siap Beroperasi dan Buka Empat Prodi
FULAD6
Jenderal Yang Takut Memberi Kepercayaan Adalah Ancaman Terbesar TNI
korban baru1
100 Pensiunan Melapor, Muncul Nama Baru Dugaan Penipuan Bank Mantap Purwokerto