36 Anggota Pramuka SMAN 1 Padamara Dilantik Menjadi Penegak Laksana

Bagikan :

Pelantikan Pramuka Penegak Laksana SMAN 1 Padamara.(Foto: Awal Nur Rohman/EDUKATOR)

PURBALINGGA, EDUKATOR–Sebanyak 36 anggota Pramuka SMA Negeri 1 Padamara (Prammara), Kabupaten Purbalingga dilantik menjadi Penegak Laksana, Minggu (19/4/2025), di sekolah setempat. Pelantikan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus) SMAN 1 Padamara, Wikanti Nur Amaliyah, S.Si., M.Eng, ditandai penyematan tanda Kecakapan Umum (TKU) di bagian pundak mereka. Hal itu sebagai simbol telah sah menjadi pemimpin yang siap diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.

Mereka yang dilantik itu, 35 berasal dari Kelas X, dan seorang dari kelas XI.

Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus) SMAN 1 Padamara, Wikanti Nur Amaliyah, S.Si., M.Eng., menyatakan rasa bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan para muridnya menjadi anggota Pramuka Penegak Laksana.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dewan Ambalan serta Pembina yang telah mendampingi adik-adik dengan penuh dedikasi. Saya sangat bangga melihat kebersamaan dan kerja keras yang ditunjukkan selama kegiatan ini,” ungkap Wikanti Nur Amaliyah yang kurang lebih baru dua bulan menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Padamara.

Pramuka Penegak Laksana, lanjutnya, memiliki tanggung jawab moral yang besar. “Laksana bukan sekadar tanda kecakapan di pundak, melainkan bukti nyata implementasi Dasa Darma dan Trisatya,” ujarnya.

Proses menjadi Penagak Laksana, ujar Wikanti,  adalah wujud kematangan kepemimpinan, kemandirian, serta kepedulian sosial. “Harapan saya, nilai-nilai kepramukaan ini tidak berhenti di kegiatan Pramuka saja, tapi dibawa ke kelas dan lingkungan masyarakat agar dapat menjadi teladan bagi teman-teman yang lain,” harapnya.

Wikanti Nur Amaliyah menegaskan, sekolah berkomitmen untuk terus mendukung Pramuka sebagai wadah utama pembentukan karakter.

“Kedepannya, kami berharap semangat ini terus terjaga hingga munculnya Pramuka Garuda dari pangkalan SMAN 1 Padamara,” harapnya.

Prosesi saat membeasuk kaki orang tua masing-masing. Mengharukan.(Foto: Awal Nur Rohman/EDUKATOR)

Mengharukan Saat Prosesi Basuh Kaki Ortu
Menutup rangkaian pelantikan, suasana haru menyeruak saat 36 anggota Pramuka Penegak Laksana tersebut melakukan prosesi bakti orang tua. Yakni bersimpuh di hadapan ayah dan ibu mereka yang telah hadir menunggu di SMAN 1 Padamara.

Suasana hening seketika berubah penuh haru saat prosesi membasuh kaki orang tua (Ortu) dimulai. Menggunakan air bunga, para peserta membasuh kaki orang tua mereka sebagai simbol permohonan maaf dan terima kasih atas doa yang selalu menyertai setiap langkah pengembaraan.

Isak tangis bahagia pecah saat para orang tua memeluk putra-putri mereka yang kini telah bertransformasi menjadi pribadi yang lebih tangguh. .

“Langkah kaki menuju Curug Ceheng mungkin memang melelahkan, namun tetesan air saat membasuh kaki orang tua ini adalah bentuk pengabdian yang sesungguhnya. Inilah jati diri Pramuka Penegak Laksana SMAN 1 Padamara,” ujar Andri Suwartoyo,S.Pd salah satu Pembina Pramuka SMAN 1 Padamara.

Jalan kaki menuju ke Curug Ceheng di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas .(Foto: Awal Nur Rohman/EDUKATOR)

Pengembaraan Panjang dan Berat ke Curug Ceheng PP
Sebelum pelantikan, ke 36 anggota Prammara itu melakukan pengembaraan panjang dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 17 km dari SMAN 1 Padamara sebagai Pangkalan Gugus Depan 15.701-15.702 .

Mereka menuju Curug Ceheng di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Perjalanan itu dimulai Sabtu (18/4/2-26) pagi, dan kembali ke sekolah, Minggu (19/4/2026) siang. Jalan kaki pulang pergi (PP) itu mereka tempuh kurang lebih 34 km.

Melepas lelah setelah melakukan perjalanan panjang dengan medan yang cukup berat. (Foto: Awal Nur Rohman/EDUKATOR)

Rute pengembaraan pergi-pulang, melewati jalanan kampung dan kawasan hutandengan medan menanjak dan prubahan cuaca ekstrim, menjadi ujian nyata bagi ketangguhan para peserta. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, para peserta harus berjibaku dengan cuaca yang cukup terik.

Namun, kondisi alam berubah drastis saat rombongan tiba di Curug Ceheng sekitar pukul 15.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan Curug Ceheng hingga selepas waktu Maghrib.

Meski harus berhadapan dengan medan berat, semangat 36 peserta itu tidak luntur hingga prosesi pelantikan tiba . (Awal Nur Rohman/Prs)

 

 

BERITA TERKINI

siloam1
Paguyuban Kristiani RSMS Gelar Baksos dan Ibadah Paskah di Panti Asuhan Siloam
FULAD6
Blokade Biadab Trump, Menembak Kapal Iran di Perairannya Sendiri dan Menyandera Dunia demi Minyak
balon rektor itera
ITERA: Kampus Belia dengan Kinerja Baik dari Sumatera untuk Indonesia
dprdbnn6
Tes Urine DPRD Purbalingga, Seluruhnya Negatif Narkoba
FAUZI26
Pintar di Kelas, Rusak di Moral: Mengapa Koruptor Lahir dari Sistem Pendidikan Kita?