PURBALINGGA, EDUKATOR–Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Mujahadah Pagerandong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW , di MI setempat, Sabtu (17/1/2026). Peringatan ini sebagai sarana penguatan keimanan dan nalar keagamaan bagi peserta didik.
Kegiatan peringatan Isra Mikraj tersebut diikuti sekitar 408 orang yang terdiri atas peserta didik, guru, komite, serta staf Yayasan Al Mujahadah yang menaungi RA, MI, MTs, MA, dan Pondok Pesantren Al Mujahadah.
Peringatan itu juga dihadiri Kepala MI Al Mujahadah Pagerandong, Nur Hamidah, S.Pd.I., serta Ketua Yayasan Al Mujahadah, Hj. Nur Hasanah, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan nilai-nilai religius di lingkungan madrasah.
Ketua Panitia, Nur Hamidah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj menjadi agenda penting untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus kebersamaan antarlembaga di bawah Yayasan Al Mujahadah.
“Kegiatan ini kami rancang agar seluruh warga madrasah dan pesantren dapat bersama-sama mengambil hikmah Isra Mikraj, baik dari sisi keimanan maupun pemahaman rasional,” ujarnya.
Mengandung Pesan Logis dan Mendalam
Peringatan Isra Mikraj tahun ini mengusung tema “Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW: Antara Keajaiban Ilahi dan Nalar Manusia.” Tema tersebut menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai mukjizat luar biasa, tetapi juga mengandung pesan-pesan logis dan mendalam yang dapat dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai pembicara, panitia menghadirkan Eri Nur Shofi’i, S.H., M.A. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa Isra Mikraj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan pelajaran tentang hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama manusia.
“Isra Mikraj mengajarkan bahwa keimanan tidak bertentangan dengan nalar. Justru, akal manusia diajak untuk merenungi kebesaran Allah, sekaligus menumbuhkan kesadaran moral dalam kehidupan sosial,” kata Eri Nur Shofi’i.
Salat sebagai Tiang Agama
Ia menambahkan, perintah salat yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mikraj menegaskan posisi salat sebagai tiang agama. Menurutnya, salat berperan penting dalam membentuk kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab, khususnya bagi generasi muda.
Melalui peringatan Isra Mikraj tersebut, MI Al Mujahadah Pagerandong bersama Yayasan Al Mujahadah berharap budaya religius dan semangat berpikir kritis terus tumbuh di lingkungan pendidikan, sekaligus memperkuat sinergi seluruh lembaga dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.(Sti Ngatikoh/Prs)