Baznas Banyumas Gelar LDK Z-Mart, Siapkan Modal Rp 800 Juta

Bagikan :

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti foto bersama tamu undangan dan peserta LDK Z Mart Baznas Banyumas. 

PURWOKERTO, EDUKATOR–Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti membuka kegiatan Latihan Dasar Kelompok (LDK) Z-Mart Baznas Banyumas, Rabu (25/2/2026) di Pendopo Si Panji Purwokerto. Pada tahap awal program Z-Mart, Baznas akan menyalurkan bantuan modal sebesar Rp 800 juta kepada 100 pelaku usaha, atau setiap mustahik calon penerima manfaat akan memperoleh modal sebesar R p8 juta.

Kegiatan ini menjadi titik awal program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat untuk memperkuat usaha ritel mikro di wilayah perkotaan. LDK Z-Mart Baznas Banyumas akan berlangsung hingga Jumat (27/2/2026), dengan rangkaian pembekalan dan pemantapan program.

Bantu Mustahik Usaha Ritel Mikro
Dalam sambutannya, Dwi Asih Lintarti menegaskan bahwa program Z-Mart merupakan bentuk nyata penguatan ekonomi mustahik di tengah persaingan ritel modern yang kian ketat.

“Di tengah menjamurnya ritel modern, pelaku usaha kecil dituntut untuk mampu beradaptasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat daya saingnya,” ujarnya di hadapan 100 mustahik calon penerima manfaat.

Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas usaha warung kelontong milik peserta agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Lintarti juga mengapresiasi pendekatan intervensi Baznas Banyumas yang tidak hanya memberikan modal, tetapi juga penguatan branding melalui renovasi warung, pengembangan rantai pasok, dukungan teknologi, serta pendampingan berbasis kelompok dan personal.

Rp 800 Juta Modal Tahap Awal
Kepala Baznas Banyumas Khasanatul Mufidah menjelaskan, penyaluran modal produktif ini merupakan bagian dari peningkatan persentase pentasyarufan produktif dibanding tahun sebelumnya. Program Z-Mart menjadi salah satu wujud konkret penyaluran zakat secara produktif.

“Program Z-Mart ini akan kita luncurkan bantuan modal sebesar 800 juta pada tahap awal untuk 100 penerima, jadi tahap awal itu 8 juta per orang,” ungkapnya.

Menurutnya, seluruh peserta telah melalui proses survei dan asesmen sesuai kriteria yang berlaku. “Peserta yang hadir di sini semuanya sudah punya usaha kelontong, tetapi dari sisi pendapatan mereka masih di bawah desil kemiskinan,” tambahnya.

Pembekalan Manajemen dan Mental Usaha
Selain bantuan modal, peserta LDK juga mendapatkan pembekalan terkait manajemen dasar usaha ritel mikro, pengelolaan keuangan, penguatan mental kewirausahaan, serta pemahaman menyeluruh tentang pelaksanaan program Z-Mart.

Baznas Banyumas menargetkan program ini mampu meningkatkan taraf ekonomi mustahik secara bertahap, sehingga zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi produktif dan berkelanjutan.(Prasetiyo)

BERITA TERKINI

baznas
Baznas Banyumas Gelar LDK Z-Mart, Siapkan Modal Rp 800 Juta
mus1
Kurang Rp 106 Juta Lebih , SDN 1 Gunungkarang Sedang Bangun Musala
armada1
Atasi Lonjakan Penumpang, Daop 5 Siapkan 210 Armada
pol2
Unsoed Kerja Sama dengan Polda Jateng
bawaslu4
Bawaslu Gandeng SMKN 1 Bojongsari, Siapkan Pemilih Pemula